Perkuat Ketahanan Pangan, Pemkab Karo dan Pemkot Palangkaraya Gelar FGD Strategis Sektor Hortikultura


 Kabanjahe - Media Dunia News.id. 

Pemerintah Kabupaten Karo bersama Pemerintah Kota Palangkaraya menggelar Metode riset kualitatif diskusi terarah yang terstruktur dan santai melibatkan empat sampai lima belas orang peserta untuk membahas topik spesifik dibawah panduan seorang Mediator Focus Group Discussion (FGD) sebagai langkah konkret tindak lanjut kerja sama antar daerah (KAD) di sektor pangan cabang ilmu pertanian yang berpokus pada budi daya tanaman kebun mencangkup buah buaha (hortikultura). Kegiatan ini digelar pada Selasa,28 April 2026, berlangsung di Aula Rakutta Brahmana Kantor Bupati Karo, Jalan Letjend Djamin Ginting, nomor 17, Kelurahan Kampung Dalam, Kecamatan Kabanjahe, Kabupaten Karo, Provinsi Sumatera Utara. 

Dalam hal ini, untuk upaya rangka mempertemukan pelaku usaha cabang ilmu pertanian yang berpokus Budi daya tanaman kebun mencangkup buah buahan hortikultura Kabupaten Karo, pemangku kepentingan, dan perwakilan Bank Indonesia yang bertindak sebagai untuk seorang yang membantu kelompok mencapai tujuan bersama dengan mempermudah proses (fasilitator) utama dan penyokong pengendalian proses perencanaan (logistik) dalam skema Kerjasama Antar Daerah (KAD) untuk membahas bertujuan untuk menstabilkan harga, ketersedian stock dan menekan biaya logistik melalui pemetaan pola distribusi kerja sama antara wilayah dan intervensi langsung ke pasar rakyat (optimalisasi distribusi komoditas) unggulan.

Tujuan dari kegiatan Focus Grup Discussion FGD ini dilaksanakan bertujuan untuk memetakan potensi komoditas hortikultura di Kabupaten Karo, seperti cabai merah dan sayur-mayur, guna menjamin kestabilan pasokan dan harga di Kota Palangkaraya. 

Sebelumnya diketahui bahwa Pemerintah Kabupaten Karo dan Pemerintah Kota Palangkaraya telah resmi menjalin Kerjasama Antar Daerah (KAD) dalam pengembangan dan kegiatan penyaluran barang atau jasa dari produsen kepada konsumen baik langsung maupun tidak langsung disambut (distribusi komoditas) hasil pertanian.

Sebagai daerah produsen, Kabupaten Karo berkomitmen menyuplai kebutuhan pangan strategis ke Palangkaraya yang bertindak sebagai daerah konsumen.

Adapun yang menjadi point utama pada FGD ini diantaranya :
1. Stabilitas Harga :
 
2. menjaga harga di tingkat petani Karo agar tidak anjlok saat panen raya sekaligus menekan inflasi di Palangkaraya.

3. Realu Raisasi Distribusi: Sebelumnya, telah dilakukan no pengiriman total 1,05 ton cabai merah dari Karo ke Palangkaraya dalam tiga tahap selama bulan April 2026 sebagai bukti nyata kerja sama.

4. Peningkatan Kesejahteraan: Mendorong ekosistem usaha yang terintegrasi bagi UMKM sektor pertanian dan kelompok tani di kedua wilayah.

Di tengah acara Focus Group Discussion (FGD) ini juga dilaksanakan Penandatanganan Perjanjian Kerjasama antara Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Palangkaraya dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Karo Tentang Distribusi dan Stabilisasi Pasokan Komoditas Pertanian Dalam Rangka Pemenuhan Kebutuhan Pangan Daerah

Bupati Karo, Brigjen Pol (Purn) Dr. dr. Antonius Ginting, Sp.OG., M.Kes., menekankan bahwa sinergi ini sangat krusial.

"Kabupaten Karo memiliki kualitas hortikultura yang tinggi, namun diperlukan sinergi dengan daerah seperti Palangkaraya agar potensi ini terserap maksimal demi kesejahteraan petani," ujar Bupati Karo.

Senada dengan hal tersebut, Wakil Wali Kota Palangkaraya, Ir. Achmad Zaini, M.P., IPU yang turut hadir dalam rangkaian FGD dan kunjungan lapangan menyatakan bahwa kerja sama ini merupakan solusi strategis untuk memastikan ketersediaan pangan bagi warga Palangkaraya secara berkelanjutan.

Selain diskusi teknis, agenda ini mencakup kunjungan lapangan ke lahan pertanian unggulan Gapoktan Terpuk Sisiwah Desa Suka Kecamatan Tigapanah untuk melihat langsung pola distribusi dan kualitas produksi petani lokal. 

(Bangunta Sembiring)

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال