Pakpak Barat , MediaDuniaNews.com - Gara-gara pengelolaan ADD 2018 yang dinilai tak transparan, warga Desa Prongil Kecamatan Tinada Kabupaten Pakpak Barat merasa kecewa dan diduga sarat dengan penyelewengan.Hal tersebut dinyatakan seorang warga masyarakat Dusun Prongil Julu yang namanya tak mau disebut , Kamis, ( 04/07/2019 ).
" Yah kami merasa sangat kecewa. Karena banyak kegiatan Desa yang anggarannya dari ADD tidak kami ketahui, "ungkap warga tersebut.
Dari informasi yang berhasil dihimpun , ternyata kekecewaan warga adalah masalah pengelolaan dana desa tahun 2018 yang dinilai tidak transparan. Yaitu tentang Pengadaan Sound System / Keyboard dan Pengadaan Pompa Listrik .
Mantan kepala Desa Prongil , Lias Sinamo kepada wartaean ,Kamis , ( 04/07/2019 ) menjelaskan bahwa kegiatan Pengadaan tersebut dikelola oleh ketua TPK Desa yang didampingi oleh Sekdes yang saat itu masih dijabat oleh Selloh Cibro ." Saya tidak pernah mencampuri kegiatan tersebut. Tapi yang jelas Tim Inspektorat sudah langsung turun untuk memeriksa, "ungkap Lias Sinamo.
Hal senada juga dijelaskan Ketua TPK Desa Prongil, Pardamean Sinano.
" Saya dengan Selloh Cibro ( pada saat itu Sekdes ) yang berangkat ke Medan untuk belanja pengadaan Sound System dan Pompa listrik tersebut ".
Lebih lanjut Pardamean Sinamo mengatakan bahwa untuk pengadaan Sound System anggaran dana adalah sebesar Rp.125 Juta dan Pompa Listrik sebesar Rp.220 Juta untuk 220 Unit.
Sebagai bentuk kekecewaan warga , bisa saja warga telah membuat semacam pengaduan ke Kejari Dairi , karena diperkirakan semira 2 minggu yang lalu Ketua TPK Desa beserta Selloh Cibro mendatangi Kantor Kejari Dairi di Sidikalang.
" Ya, saya dengan Selloh Cibro telah mendatangi kantor Kejari Dairi sekitar 2 minggu yang lalu, "imbuh Pardamean Sinamo. ( TIM/ Nining / Mery ).
Editor : Edy MDNews 01.
Tags
Daerah