Sidikalang, mediadunianews.co - Tingginya curah hujan akhir akhir ini di Kabupaten Dairi sedikit berdampak buruk bagi masyarakat. Masyarakat Desa Juma Teguh, khususnya warga Dusun si Banban merasakan langsung akibat dari curah hujan yang mengakibatkan jebolnya tanggul jaringan irigasi yang mengairi persawahan petani bahkan sudah merusak puluhan hektar tanaman padi petani.
Menanggapi keluhan warga Desa Juma Teguh Kepala Desa Juma Teguh,Eston Situmorang, Camat Siempat Nempu, Robot Manulang, dan Kapolsek Bunturaja, AKP SP Siringoringo, SH meninjau lokasi jebolnya tanggul irigasi pperswahan.
Kepada mediadunianews.co, Robot Manulang mengatakan prihatin atas kondisi jebolnya tanggul irigasi mengakibatkan rusaknya puluhan hektar tanaman padi warga dan mengganggu pengairan ratusan hektar lahan persawahan petani.
"Kami sangat prihatin karena jebolnya tanggul irigasi mengakibatkan rusaknya puluhan hektar tanaman padi petani dan mengganggu pengairan ratusan hektar sawah" kata Robot Manulang.
Robot Manulang juga menambahkan kondisi irigasi tersebut sudah di laporkan kepada Pemkab Dairi melalui Dinas PU dan Tata Ruang agar segera di perbaiki.
"Kami sudah melaporkan hal ini kepada Pemkab Dairi melalui Dinas PU dan Tata Ruang agar seger di perbaiki, "tambah Robot Manulang.
Ketua Hajut sebutan Pengurus jaringan irigasi setempat ,H.Padang (55) mengungkapkan sangat apresiasi dan berterimakasih atas perhatian Camat dan Pejabat lainnya di Kecamatn Siempat Nempu yang begitu tanggap atas kejadian tersebut.
"Saya mewakili pengurus HAJUT saberterimakasi dan berterimakasih terhadap perhatian Camat dan Pejabat lainnya di Kecamatan Siempat Nempu yang begitu cepat turun meninjau lokasi jebolnya tanggul irigasi, "ungkap H.Padang.
Mewakili masyarakat Desa Juma Teguh khusunya petani Dusun si Banban, Jakonta Padang (51) kepada wartawan mengatakan harapan warga agar Pemkab Dairi segera memperbaiki jaringan irigasi yang jebol untuk menjaga kebutuhan air bagi tanama padi mereka.
"Kami berharap agar Pemkab Dairi segera memperbaiki tanggul irigasi yang jebol untuk menjaga ketersediaan air bagi petani khsusnya tanaman Padi, "kata Jakonta Padang.
(Delson Siburian)
Editor : Edy MDNews 01.
Menanggapi keluhan warga Desa Juma Teguh Kepala Desa Juma Teguh,Eston Situmorang, Camat Siempat Nempu, Robot Manulang, dan Kapolsek Bunturaja, AKP SP Siringoringo, SH meninjau lokasi jebolnya tanggul irigasi pperswahan.
Kepada mediadunianews.co, Robot Manulang mengatakan prihatin atas kondisi jebolnya tanggul irigasi mengakibatkan rusaknya puluhan hektar tanaman padi warga dan mengganggu pengairan ratusan hektar lahan persawahan petani.
"Kami sangat prihatin karena jebolnya tanggul irigasi mengakibatkan rusaknya puluhan hektar tanaman padi petani dan mengganggu pengairan ratusan hektar sawah" kata Robot Manulang.
Robot Manulang juga menambahkan kondisi irigasi tersebut sudah di laporkan kepada Pemkab Dairi melalui Dinas PU dan Tata Ruang agar segera di perbaiki.
"Kami sudah melaporkan hal ini kepada Pemkab Dairi melalui Dinas PU dan Tata Ruang agar seger di perbaiki, "tambah Robot Manulang.
Ketua Hajut sebutan Pengurus jaringan irigasi setempat ,H.Padang (55) mengungkapkan sangat apresiasi dan berterimakasih atas perhatian Camat dan Pejabat lainnya di Kecamatn Siempat Nempu yang begitu tanggap atas kejadian tersebut.
"Saya mewakili pengurus HAJUT saberterimakasi dan berterimakasih terhadap perhatian Camat dan Pejabat lainnya di Kecamatan Siempat Nempu yang begitu cepat turun meninjau lokasi jebolnya tanggul irigasi, "ungkap H.Padang.
Mewakili masyarakat Desa Juma Teguh khusunya petani Dusun si Banban, Jakonta Padang (51) kepada wartawan mengatakan harapan warga agar Pemkab Dairi segera memperbaiki jaringan irigasi yang jebol untuk menjaga kebutuhan air bagi tanama padi mereka.
"Kami berharap agar Pemkab Dairi segera memperbaiki tanggul irigasi yang jebol untuk menjaga ketersediaan air bagi petani khsusnya tanaman Padi, "kata Jakonta Padang.
(Delson Siburian)
Editor : Edy MDNews 01.
Tags
Ekonomi


