Mandailing Natal, mediadunianews.co - Kolam bekas penampungan air, Makan Korban anak dibawah umur, Milik perusahaan panas bumi PT Sorik Marapi Geothermal Power (SMGP) di Desa Sibanggor Jae, Kecamatan Puncak Sorik Marapi, Kab.Madina, Sabtu (29/9/2018).
Ketarangan dari "Abdul Manan" salah seorang guru kelas bahwa kedua korban
Irsanul Mahya (15) anak dari Irwansyah dan Muhammad Musawi (15)anak dari asrod ,bahwa kabar tersebut diketahui pukul 10.00 Wib. merupakan warga Desa Sibanggor.
Lanjut Manan, di ruang Mayat RSU Panyabungan, bahwa yang ditemukan pertama kali korban pertama Mahya menjelang tidak terlalu lama Musawi pun ditemukan di areal kolam penampungan air.
Areal kolam penampungan tidak memiliki pagar pengaman, kedua korban terjatuh ke dalam kolam dengan kedalaman sekitar 10 meter, "ungkap Manan
"Nur liana Nasution salah seorang Bidan Desa yang bertugas di puskesmas sibanggor, sa'at dikonfirmasi wartawan mediadunianews.co menerangkan bahwa sudah berusaha menolong bersama masyarakat seperti yang kita ketahui bahwa korban tenggelam, apa bila 2 jam sudah tidak bisa tertolong lagi.
“Mereka masuk ke lokasi ini. Di sini tidak ada lagi penjaganya, lalu mereka jatuh ke dalam kolam, ”sebut Manan, warga setempat yang juga sekaligus guru pesantren kedua korban kepada wartawan.
Menurut keterangan warga yang mengikuti proses visum di RSUD, kolam penampungan milik perusahaan panas bumi ini sudah ditinggalkan perusahaan sekitar 4 bulan yang lalu. Dan, tidak ada lagi kegiatan perusahaan di lokasi tersebut.
“Sudah lebih 4 bulan ditinggalkan perusahaan. Yang kami sayangkan tidak ada sama sekali pagar pengaman di sekitar kolam, penjaganya pun tidak ada. Sehingga kedua korban terjatuh ke dalam kolam, ”kata warga.
Dari sumber warga anak tersebut tenggelam anak yang melaporkan ke warga bahwa dikolam bekas penampungan air itu ada anak yang tenggelam, dengan adanya lobe anak tersebut di pinggir kolam,
Lanjut ibu yang tidak mau disebutkan namanya ini, menyampaikan kronogis kejadian Mahya lebih dulu masuk ke kolam, tak lama kemudian Mahya minta tolong, mendegar sahabatnya minta tolong Masawi mencoba menolong, namun tidak membuahkan hasil
Lalu anak yang melihat lobe di pinggir kolam melaporkan ke warga bahwa di bekas kolam penampungan air SMGP ada orang yang tenggelam, "ujar ibu yang kita konfirmasi di rsud panyabungan.
Irwansyah ayah korban menuturkan saya mendapat informasi saat saya diladang, melalui telepon dari kampung bahwa anak saya Mahya tenggelam di kolam penampungan air SMGP, "tuturnya.
Setibanya saya dilokasi jam 10, saya melihat warga sedang melakukan upaya pencarian, tidak berselang lama sekitar jam11 kurang lebih korban ditemukan tidak beryawa lagi, saya sangat terpukul dengan kejadian yang menimpa anak sulung saya Mahya yang sekolah di pesantren Purba baru.
Pantauan wartawan setelah dilakukan visum di RSUD panyabungan jenazah di bawa ke rumah duka dengan ambulance yang didampingi pihak keluarga korban
Fahrizal sabdah Lubis.
Editor : Edy MDNews 01.
Ketarangan dari "Abdul Manan" salah seorang guru kelas bahwa kedua korban
Irsanul Mahya (15) anak dari Irwansyah dan Muhammad Musawi (15)anak dari asrod ,bahwa kabar tersebut diketahui pukul 10.00 Wib. merupakan warga Desa Sibanggor.
Lanjut Manan, di ruang Mayat RSU Panyabungan, bahwa yang ditemukan pertama kali korban pertama Mahya menjelang tidak terlalu lama Musawi pun ditemukan di areal kolam penampungan air.
Areal kolam penampungan tidak memiliki pagar pengaman, kedua korban terjatuh ke dalam kolam dengan kedalaman sekitar 10 meter, "ungkap Manan
"Nur liana Nasution salah seorang Bidan Desa yang bertugas di puskesmas sibanggor, sa'at dikonfirmasi wartawan mediadunianews.co menerangkan bahwa sudah berusaha menolong bersama masyarakat seperti yang kita ketahui bahwa korban tenggelam, apa bila 2 jam sudah tidak bisa tertolong lagi.
“Mereka masuk ke lokasi ini. Di sini tidak ada lagi penjaganya, lalu mereka jatuh ke dalam kolam, ”sebut Manan, warga setempat yang juga sekaligus guru pesantren kedua korban kepada wartawan.
Menurut keterangan warga yang mengikuti proses visum di RSUD, kolam penampungan milik perusahaan panas bumi ini sudah ditinggalkan perusahaan sekitar 4 bulan yang lalu. Dan, tidak ada lagi kegiatan perusahaan di lokasi tersebut.
“Sudah lebih 4 bulan ditinggalkan perusahaan. Yang kami sayangkan tidak ada sama sekali pagar pengaman di sekitar kolam, penjaganya pun tidak ada. Sehingga kedua korban terjatuh ke dalam kolam, ”kata warga.
Dari sumber warga anak tersebut tenggelam anak yang melaporkan ke warga bahwa dikolam bekas penampungan air itu ada anak yang tenggelam, dengan adanya lobe anak tersebut di pinggir kolam,
Lanjut ibu yang tidak mau disebutkan namanya ini, menyampaikan kronogis kejadian Mahya lebih dulu masuk ke kolam, tak lama kemudian Mahya minta tolong, mendegar sahabatnya minta tolong Masawi mencoba menolong, namun tidak membuahkan hasil
Lalu anak yang melihat lobe di pinggir kolam melaporkan ke warga bahwa di bekas kolam penampungan air SMGP ada orang yang tenggelam, "ujar ibu yang kita konfirmasi di rsud panyabungan.
Irwansyah ayah korban menuturkan saya mendapat informasi saat saya diladang, melalui telepon dari kampung bahwa anak saya Mahya tenggelam di kolam penampungan air SMGP, "tuturnya.
Setibanya saya dilokasi jam 10, saya melihat warga sedang melakukan upaya pencarian, tidak berselang lama sekitar jam11 kurang lebih korban ditemukan tidak beryawa lagi, saya sangat terpukul dengan kejadian yang menimpa anak sulung saya Mahya yang sekolah di pesantren Purba baru.
Pantauan wartawan setelah dilakukan visum di RSUD panyabungan jenazah di bawa ke rumah duka dengan ambulance yang didampingi pihak keluarga korban
Fahrizal sabdah Lubis.
Editor : Edy MDNews 01.
Tags
Hukum dan kriminal