Menolak Caleg Mafia Proyek.

Marcho Tumangger
Mandailing Natal, mediadunianews.co - Tahun 2019, Indonesia akan menghadapi pesta Demokrasi. Nantinya rakyat akan memilih calon legislatif yang diharapkan akan memperjuangkan hak-hak Rakyat dan Bangsa.

Bersamaan dengan pemilu pada 17 April 2019, rakyat Indonesia juga akan memilih pemimpin untuk jangka lima tahun ke depan. Ini momen krusial. Perlu kiranya masyarakat jeli dalam memilih pemimpin, supaya kelak yang terpilih adalah sosok yang memahami keadaan permasalahan-permasalahan di lingkungan masyarakat dan mampu bekerja demi menyejahterakan rakyat.

Jika salah menentukan pilihan, hak-hak sebagai rakyat tidak akan diperjuangkan oleh politisi tersebut karena dia hanya memperjuangkan kepentingan diri dan kelompoknya. Jika itu terjadi, masa depan masyarakat kita kian memprihatinkan untuk lima hingga sepuluh tahun kemudian.

Karena itu, semua pihak harus menyiapkan diri menyongsong kesuksesan pelaksanaan pemilu ini. Termasuk juga peran partai politik dan kader-kadernya. Parpol harus mendorong kader-kadernya yang maju sebagai caleg untuk menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi yang jujur dan fair dalam berkompetusi.

Tak kalah penting, calon yang terpilih nantinya harus dapat bertanggung jawab dan dapat memperjuangkan suara-suara rakyat atau bangsa.

Beberapa tahun belakangan kepercayaan publik kepada politisi anjlok. Merosotnya kepercayaan publik itu dikarenakan, mereka doyan menebar 'angin surga', banyak bacot namun minim karya (tindakan).

Saat kampanye, janji mereka begitu manis. Begitu menjabat, semua janji itu mereka ingkari. Sialnya lagi, mereka menjadi mafia kelas kakap, menggarong uang rakyat dan bagi-bagi proyek.

Jika mafia beginian masih ikut pemilihan legislatif, ini sangat berbahaya dan merugikan rakyat. Maka, saya anjurkan, mulai hari, rakyat harus dapat menilai sendiri bagaimana kinerja para politisi kita, mana yang benar-benar memperjuangkan hak-hak rakyat dan mana politisi yang hanya memperkaya diri sendiri.

Politisi jahat kita tolak. Partainya kita tenggelamkan. Karena jika model politisi begituan masih kita pilih, itu sama saja kembali mencederai hati rakyat.

Maka dari itu, tugas berat partai politik harus lebih selektif dalam memasang politisi (caleg) yang akan bertarung di pileg dan pemilu 2019. Tentunya dengan kader yang benar-benar berdedikasi tinggi dan punya integritas teruji.

Diharapkan juga kepada seluruh politisi dan partai politik agar tidak alergi terhadap kritikan yang membangun dan mau menerima masukan-masukan dari berbagai lapisan dan elemen masyarakat.

Catatan dari saya marilah kita menolak caleg mafia proyek yang ikut berperan pada pileg 2019 mendatang.  (Darianto Berutu).

Oleh: Marcho Tumangger.
Editor : Edy MDNews 01.



Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال