Medan , mediadunianews.co - Pada hari
Kamis (8/2/2018) siang, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Sumatera
Utara dikabarkan diculik oleh sekelompok orang bersenjata dan membawa
bom. Kepolisian yang mendapat kabar tersebut langsung menerjunkan
personilnya sehingga terjadi kejar-kejaran.
Peristiwa
itu tergambar dalam sebuah simulasi sistem pengamanan (sispam) Kota
Pilkada Serentak 2018 di wilayah Sumatera Utara yang digelar di Avron
Lanud Soewondo Medan yang juga melibatkan TNI guna mengantisipasi
kemungkinan terjadinya kerusuhan pada saat berlangsungnya Pemilihan
Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Utara periode 2018-2023.
Simulasi
tersebut juga memperlihatkan momen dimana ada massa yang tidak puas
dengan hasil Pilkada sehingga terjadi kerusuhan disertai dengan
penjarahan. Namun, dengan tangkas aparat kepolisian berhasil
mengantisipasinya sehingga kondisi kembali aman dan kondusif.
Menyaksikan
hal tersebut, Wali Kota Medan Drs H T Dzulmi Eldin sangat kagum dan
memberikan apresiasi yang tinggi terhadap TNI/Polri. Dzulmi Eldin
menilai aparat keamanan baik Polri/TNI telah siap untuk memberikan rasa
aman dan nyaman kepada masyarakat sekaligus mendukung kelancaran dan
suksesnya Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Utara tahun
2018.
“Dengan melihat
simulai ini, aparat keamanan telah siap untuk mengamankan pelaksaan
Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Utara. Kita lihat tadi
mereka hebat, artinya mereka mampu memberikan rasa aman dan nyaman
kepada seluruh masyarakat khususnya di Kota Medan,” kata Dzulmi Eldin
seraya mengajak masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya pada saat
berlangsung Pilkada 2018 berlangsung, "ujar Gubernur dan Wakil Gubernur.
Sementara
itu, Kapolda Sumatera Utara, Irjen Pol Paulus Waterpaw menjelaskan
digelarnya kegiatan ini bertujuan untuk melihat sejauh mana kesiapan
aparat keamanan dalam menghadapi Pilkada 2018 di Sumut, khususnya
pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Utara.
“Melalui
simulasi ini tentunya akan memberikan penambahan pengetahuan teknis
serta tindakan apa yang harus dilakukan apabila terjadi gangguan
kantibmas sebelum dan pasca Pilkada, ”jelas Kapoldasu.
Sebelum
digelar apel dan simulasi juga diadakan latihan penerjun penyegaran
statik atau Free Fall Wing III Paskhas dan Yonko 469 Paskhas di Eks
Bandara Polonia Medan sekitar pukul 07.00 WIB yang disaksikan oleh Wali
kota Medan, Pangkosek Hanudnas III Medan Kol. Pnb Tri Bowo Budi Santoso,
Danlanud Soewondo Kol. Pnb Daan Sulfi S.Sos dan Dandim 02/01 BS Letkol
Info. Bambang Herqutanto. (zato).
Editor : Edy MDNews 01.
Tags
Politik
