Medan , MDNews - Sudah beberapa hari mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Sumatera Utara (USU), Imanuel Silaban terbaring kritis di rumah sakit. Imanuel merupakan korban penculikan disertai aksi kekerasan yang dilakukan oleh satuan pengamanan (Satpam) USU pada Kamis (19/10/2017 ) malam lalu.
Imanuel hendak berniat pulang dari kampus bersama temannya Frima, tiba-tiba 10 sepeda motor mengepungnya, karena ketakutan, niat Imanuel untuk melarikan diripun terhambat. Sepeda motornya terjatuh tepat di pintu belakang masuk FIB. Imanuel langsung bangkit dan berlari ke dalam Gedung FIB, tetapi persembunyiannya diketahui oleh satpam, Imanuel langsung dipukuli dan diikat serta diseret ke atas mobil jenis pick up yang biasa digunakan Satpam USU untuk berpatroli.
Sejak peristiwa itu, Imanuel langsung menghilang dan tidak tahu dibawa kemana, informasi tersebut kemudian menyebar hingga menyebabkan rekan-rekan Imanuel mendatangi Kantor Satpam USU. Tetap saja, tidak ada jawaban hingga sekitar pukul 01.00 WIB dini hari, anggota dari kepolisian dan juga TNI masuk ke dalam gedung untuk berjaga. Suasana mulai memanas, Imanuel belum juga diketahui keberadaannya hingga pagi, tiba-tiba Imanuel dikabarkan sudah berada di Rumah Sakit Colombia Asia.
Sudah adanya kabar tentang Imanuel ini tetapi tidak menyurutkan amarah dari rekan-rekan Imanuel, mereka bergerak menghimpun massa. Puluhan mahasiswa bergabung dan melakukan blokade jalan pintu dua masuk kampus USU serta menduduki Kantor Satpam USU.
Koordinator wilayah satu GMKI Sumut-NAD, Swangro Lumbanbatu yang sempat menjenguk Imanuel di rumah sakit mengatakan, sangat menyesalkan kejadian tersebut, karena dalam koordinasi yang dilakukannya dengan mahasiswa USU FIB dinyatakan tidak mendapat jawaban tentang apa perihal awalnya penyerangan sekaligus penculikan dialami oleh Imanuel.
"Kita menyayangkan kejadian ini, seharusnya USU memberi pengertian dan menjelaskan apa sebenarnya yang menjadi pokok permasalahan, bukan menganiaya mahasiswa tersebut," ujarnya, seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Prasetyo.
Pihak USU sendiri mengakui kebenaran peristiwa yang terjadi tersebut, Wakil Rektor V Bidang Pengelolaan Aset dan Usaha USU, Ir. Luhut Sihombing mengatakan, penyebabnya adalah masalah pembangunan di USU, dimana pihak kampus mengklaim bahwa gedung UKM yang digunakan oleh mahasiswa FIB akan diremajakan.
"Ini masalah klaim dua pihak terhadap satu objek, gedung yang mau direhab digunankan mahasiswa untuk UKM," ucap Luhut.
Mengenai aksi kekerasan yang dilakukan oleh Satpam USU terhadap mahasiswa, Luhut menjelaskan bahwa USU menyerahkan sepenuhnya ke pihak kepolisian. (Zato).
editor : Edy MDNews 01.
Imanuel hendak berniat pulang dari kampus bersama temannya Frima, tiba-tiba 10 sepeda motor mengepungnya, karena ketakutan, niat Imanuel untuk melarikan diripun terhambat. Sepeda motornya terjatuh tepat di pintu belakang masuk FIB. Imanuel langsung bangkit dan berlari ke dalam Gedung FIB, tetapi persembunyiannya diketahui oleh satpam, Imanuel langsung dipukuli dan diikat serta diseret ke atas mobil jenis pick up yang biasa digunakan Satpam USU untuk berpatroli.
Sejak peristiwa itu, Imanuel langsung menghilang dan tidak tahu dibawa kemana, informasi tersebut kemudian menyebar hingga menyebabkan rekan-rekan Imanuel mendatangi Kantor Satpam USU. Tetap saja, tidak ada jawaban hingga sekitar pukul 01.00 WIB dini hari, anggota dari kepolisian dan juga TNI masuk ke dalam gedung untuk berjaga. Suasana mulai memanas, Imanuel belum juga diketahui keberadaannya hingga pagi, tiba-tiba Imanuel dikabarkan sudah berada di Rumah Sakit Colombia Asia.
Sudah adanya kabar tentang Imanuel ini tetapi tidak menyurutkan amarah dari rekan-rekan Imanuel, mereka bergerak menghimpun massa. Puluhan mahasiswa bergabung dan melakukan blokade jalan pintu dua masuk kampus USU serta menduduki Kantor Satpam USU.
Koordinator wilayah satu GMKI Sumut-NAD, Swangro Lumbanbatu yang sempat menjenguk Imanuel di rumah sakit mengatakan, sangat menyesalkan kejadian tersebut, karena dalam koordinasi yang dilakukannya dengan mahasiswa USU FIB dinyatakan tidak mendapat jawaban tentang apa perihal awalnya penyerangan sekaligus penculikan dialami oleh Imanuel.
"Kita menyayangkan kejadian ini, seharusnya USU memberi pengertian dan menjelaskan apa sebenarnya yang menjadi pokok permasalahan, bukan menganiaya mahasiswa tersebut," ujarnya, seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Prasetyo.
Pihak USU sendiri mengakui kebenaran peristiwa yang terjadi tersebut, Wakil Rektor V Bidang Pengelolaan Aset dan Usaha USU, Ir. Luhut Sihombing mengatakan, penyebabnya adalah masalah pembangunan di USU, dimana pihak kampus mengklaim bahwa gedung UKM yang digunakan oleh mahasiswa FIB akan diremajakan.
"Ini masalah klaim dua pihak terhadap satu objek, gedung yang mau direhab digunankan mahasiswa untuk UKM," ucap Luhut.
Mengenai aksi kekerasan yang dilakukan oleh Satpam USU terhadap mahasiswa, Luhut menjelaskan bahwa USU menyerahkan sepenuhnya ke pihak kepolisian. (Zato).
editor : Edy MDNews 01.
Tags
Hukum dan kriminal
