Diduga Pembangunan Penggantian Jembatan Saono Lahomi, Kabupaten Nias Barat, "Asal jadi.

Nias Barat , MDNews - Masyarakat se-lingkungan Pembangunan Pemerintah Kabupaten Nias Barat, Dinas Pekerjaan Umum (PU) dan Penataan Ruang TA. 2017, yang dialokasikan di Kecamatan Lahomi, dimana Sumber Dana APBD TA. 2017 (DAK) 

Nama Pekerjaan Penggantian Jembatan Saono Lahomi, Pelaksana PT. TOMBANG, Konsultan Perencana CV. BILINDO ENGINEERING CONSULTANT, Konsultan Pengawas CV. MANUNGGAL RIA MERTA DEV. CONSULTANT, Waktu pelaksanaan 122 Hari Kalender, PPK Jasa Konstruksi Bidang Bina Marga, Nilai Kontrak Rp. 2.955.339.000,-  dimulai pekerjaan 16/08/2017, berakhir 15/12/2017, sedang dikerjakan oleh Rekanan, Diduga asal jadi.

Menurut salah seorang warga yang tak mau disebut namanya di mediadunianews.co berinisial CD,  mengatakan pelaksanaan kegiatan tersebut saya menduga bahwa hanya asal jadi saja karena beberapa minggu lalu Jembatan yang sedang dikerjakan oleh Rekanan dilanda banjir sehingga pada dasar Oprit/Retaining yang telah digali oleh Pekerja tertimbun kembali, "katanya.

Lebih lanjut I'anya menjelaskan bahwa pada esoknya pekerja memulai pekerjaan seperti biasanya. Ketika mereka melihat bahwa dasar Oprit yang telah digali kini sudah ditutupi oleh lumpur, namun pihak pekerja tak mau peduli, mereka tidak mau membuang Lumpur tersebut malah mereka menggali pinggir jembatan yang sedang dikerjakan untuk menutupi dasar Oprit yang di gali hari sebelumnya, agar pihak terkait tidak mengenal bagaimana kronologis yang sebenarnya, "Jelasnya.

Masyarakat juga berharap Kepada Bupati Nias Barat cq. Dinas Pekerjaan Umum, melalui Dinas Bina Marga Kabupaten kiranya Jembatan Darurat segera di perkokoh demi kenyamanan masyarakat yang melintasi Jembatan darurat tersebut agar terhindar dari hal hal yang tidak diinginkan karena Jembatan yang sedang dikerjakan oleh Rekanan tidak siap tahun ini dikerjakan, "katanya.

Menurut Pengamatan Pers mediadunianews.co Dilapangan, Kamis 19/10/2017 pukul 12.15 Wib, Penggantian Jembatan Saono Lahomi memang sedang dikerjakan oleh Rekanan tetapi Dasar Oprit yang telah digali oleh Rekanan kini sudah dilakukan pengecoran sehingga timbunan yang telah dilakukan pihak Rekanan tidak ketahuan oleh Siapapun, seolah olah tindakan mereka dalam melaksanakan kegiatan tersebut sesuai dengan bestek/Gambar sedangkan perbaikan Jembatan darurat sampai sekarang belum terealisasi.

Untuk itu media ini menghimbau kepada Bupati Nias Barat cq. Dinas PU, melalui Dinas Bina Marga, kiranya PT. Tombang segera dipanggil dan ditelusuri kebenarannya Kinerja Rekanan jika terbukti dilapangan bahwa dugaan masyarakat tersebut benar, sebaiknya PT. TOMBANG, di Black list aja. (Beneami Daeli).

Editor : Edy MDNews 01.
Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال