Medan , MDNews - Angggota DPRD provinsi Sumut, Sutrisno Pangaribuan memberhentikan mobilnya di tengah kemacetan. Lalu melaju pelan mencari tempat kosong untuk memarkirkan mobilnya. Baru saja keluar dari Mobil, pedagang di pasar Aksara mulai menggerumuni lalu menyalaminya.
Sutrisno mengatakan sejak terbakarnya pasar Aksara pada 12 Juli 2016 silam, para pedagang di sana sudah tidak teratur lagi untuk berjualan. Kini mereka menggunakan jalan dan mendirikan stand untuk berdagang. Alhasil, kemacetan sering terjadi di ruas jalan Aksara yang merupakan tempat kini mereka berjualan. Kini, ruas jalan yang lebar hanya bisa dilalui oleh sebuah mobil.
Sutrisno menilai, hal ini bukanlah dari kesalahan pedagang pasar Aksara Medan melainkan merupakan kesalah dari Pemerintah Kota Medan.
"Waktu satu tahun tiga bulan pascakebakaran, seharusnya menjadi waktu yang cukup untuk pemerintah Kota Medan memberikan jawaban atas maslah yang dihadapi pedagang," ujarnya kepada wartawan Selasa (17/10/2017) Sore.
"Anggarannya ada kok. Ini salah Pemko Medan yang tidak mau peduli dengan nasib para pedagang Aksara," lanjutnya.
Meskipun posisi Sutrisno di Komisi C DPRD Provinsi Sumut, sutrisno sendiri tidak sungkan untuk menampung berbagai persoalan yang menjadi keluhan masyarakat. Salah satunya masalah pedagang pasar Aksara.
"Kita ini kan wakil rakyat, Komisi itu hanya alat pelengkap. Jadi, kita harus mentingin rakyat dulu donk," ujar Sutrisno sekaligus menyindir pemerintahan Kota Medan.
Ketika ditanya hingga kapan permasalahan pasar Aksara akan selesai, Sutrisno mengaku seharusnya sesegera mungkin. Dan ia sebagai wakil rakyat terus memantau permaslahan pasar Aksara ini hingga selesai.
"Harusnya ini sudah selesai. Tidak lama seperti ini. Ini sudah terlaru lama. Saya akan giring terus," ucap Sutrisno.
Memang Sutrisno terkenal ulet dalam menggiring persoalan pasar Aksara ini. Ia banyak memberikan araha kepada para pedagang untuk tetap bisa tabah dan terus mempertahankan hak mereka.
"Pak Sutrisno sudah banyak membantu kami dalam mencari kejelasan pasar Aksara ini," Ujar Sekretaris dari pedagang Korban Kebakaran Pasar Tradisional Aksara Medan (PK2TAM), Saut Turnip.
Kelakson mulai nyaring. Kemacetan mulai menyambung, senja itu. Sutrisno dan pedagang Aksara berjalan meninggalkan keramaian dan masuk ke Sekretariat PK2TAM. (Zato).
Editor : Edy MDNews 01.
Sutrisno mengatakan sejak terbakarnya pasar Aksara pada 12 Juli 2016 silam, para pedagang di sana sudah tidak teratur lagi untuk berjualan. Kini mereka menggunakan jalan dan mendirikan stand untuk berdagang. Alhasil, kemacetan sering terjadi di ruas jalan Aksara yang merupakan tempat kini mereka berjualan. Kini, ruas jalan yang lebar hanya bisa dilalui oleh sebuah mobil.
Sutrisno menilai, hal ini bukanlah dari kesalahan pedagang pasar Aksara Medan melainkan merupakan kesalah dari Pemerintah Kota Medan.
"Waktu satu tahun tiga bulan pascakebakaran, seharusnya menjadi waktu yang cukup untuk pemerintah Kota Medan memberikan jawaban atas maslah yang dihadapi pedagang," ujarnya kepada wartawan Selasa (17/10/2017) Sore.
"Anggarannya ada kok. Ini salah Pemko Medan yang tidak mau peduli dengan nasib para pedagang Aksara," lanjutnya.
Meskipun posisi Sutrisno di Komisi C DPRD Provinsi Sumut, sutrisno sendiri tidak sungkan untuk menampung berbagai persoalan yang menjadi keluhan masyarakat. Salah satunya masalah pedagang pasar Aksara.
"Kita ini kan wakil rakyat, Komisi itu hanya alat pelengkap. Jadi, kita harus mentingin rakyat dulu donk," ujar Sutrisno sekaligus menyindir pemerintahan Kota Medan.
Ketika ditanya hingga kapan permasalahan pasar Aksara akan selesai, Sutrisno mengaku seharusnya sesegera mungkin. Dan ia sebagai wakil rakyat terus memantau permaslahan pasar Aksara ini hingga selesai.
"Harusnya ini sudah selesai. Tidak lama seperti ini. Ini sudah terlaru lama. Saya akan giring terus," ucap Sutrisno.
Memang Sutrisno terkenal ulet dalam menggiring persoalan pasar Aksara ini. Ia banyak memberikan araha kepada para pedagang untuk tetap bisa tabah dan terus mempertahankan hak mereka.
"Pak Sutrisno sudah banyak membantu kami dalam mencari kejelasan pasar Aksara ini," Ujar Sekretaris dari pedagang Korban Kebakaran Pasar Tradisional Aksara Medan (PK2TAM), Saut Turnip.
Kelakson mulai nyaring. Kemacetan mulai menyambung, senja itu. Sutrisno dan pedagang Aksara berjalan meninggalkan keramaian dan masuk ke Sekretariat PK2TAM. (Zato).
Editor : Edy MDNews 01.
Tags
Ekonomi
