Medan, MDNews - Puluhan pemuda suku Nias
di Kota Medan sepakat membentuk organiasi baru dengan nama Laskar
Pemuda Nias (LPN) dengan spirit Pemuda Nias jadi agen perubahan (Agent
of Change).
Dalam
pertemuan yang kedua kali terungkap bahwasanya, Latarbelakang
terbentuknya LPN dikarenakan kemiskinan rakyat asli penduduk Nias
semakin hari semakin bertambah dan kedua merosotnya moral generasi muda.
Lahirnya
Laskar Pemuda Nias, menurut Pengalaman Laia,SH disebabkan berbagai
persoalan atau tragedi yang dialami suku Nias hingga saat ini masih
mengisahkan segudang pertanyaan, Ormas yang sudah ada harus didukung
untuk menjawab berbagai tantangan.
"
LPN hadir bukan menentang yang sudah ada akan tetapi bergandengan
tangan satu dengan yabg lain untuk bersama memberi advokasi ataupun
memperjuangkan hak - hak dari suku Nias yang terzolim." tegas Pengalaman
Minggu (30/7/2017) di Ruko jalan Danau Singkarak No10i Medan.
Hal
senada juga diungkapkan Edison Gulo, LPN hadir bukan membela yang
salah, Akan tetapi memberi keteduhan dalam memberi pendampingan baik
secara advokasi dan penyuluhan hukum serta menjadi solusi pemersatu
dalam hal tolong menolong sesama tanpa membeda-bedakan kaya dan miskin.
Kedepan
LPN harus mampu menjawab segala bentuk tantangan yang dihadapi suku
kita di perantauan, Dan segala image jelek tentang Suku Nias harus mampu
memberi penjelasan dengan cara humanis.
"
Kenapa saya katakan demikian karena, mendengar kata Nias terkadang
membawa kesan tersendiri bagi setiap orang yang mendengarkannya, Jika
orang-orang tertentu yang mempunyai kenangan manis maka pujian terhadap
suku nias menjadi kebanggaan. Tapi bagi orang lain yang punya kenangan
buruk, mungkin menimbulkan trauma. Maka dari itu tindakan anggota LPN
kedepan harus Berani menegakkan Keadilan yang Intelektual, "ucap Edison.
Sementara
Ketua Umum DPP Aliansi Jurnalis Hukum ( A.J.H ), Dofuzogamon Gaho
menyampaikan dukungannya terhadap pembentukkan lembaga baru, berguna
untuk menjawab berbagai isu persoalan yang di hadapi suku Nias. Terutama
dalam menghengkang ketertindasan, pembodohan, dan ketidakadilan.
Pemuda
sebagai pelaku utama dalam agent of change, dalam gerakan-gerakan
pembaharuan memiliki makna yaitu sekumpulan manusia intelektual,
memandang segala sesuatu dengan pikiran jernih, positif, kritis yang
bertanggung jawab, dan dewasa.
Untuk itu kata Dofu, " Pemuda jangan jadi pencundang tetapi jadilah pemuda pemberani ," tegasnya.
Ketum
AJH sangat menyayangkan, peran pemuda kekinian semakin lemah, Jiwa
kritis mahasiswa semakin luntur akibat termakan oleh penggunaan
teknologi yang semakin canggih. Padahal kecanggihan teknologi yang
semakin tinggi tersebut, harusnya menjadi inspirasi untuk berkarya dan
berinovasi.
Dofu
berharap, Menantikan gerakan pemuda (Mahasiswa) yang disebut-sebut
sebagai pelopor perubahan. Untuk itu, para pemuda harus mampu
bermetamorfosa menjadi penerus tombak estafet pembangunan di Nias,
dengan intelegensinya bisa mendobrak pilar-pilar kehampaan terutama di
di 5 Kab/Kota Nias.
Akhir
kata Dofu menuturkan, LPN jangan mau menjadi lembaga yang biasa - biasa
saja, akan tetapi dalam setiap gerakannya harus Radikal secara intelek,
" Selagi lagi tubuh ini kuat, Biarlah menjadi berkat bagi sesama. LPN
hadir untuk melayani bukan dilayani tanpa membeda - bedakan status kaya
dan miskin," tuturnya. (Zato/Tim)
Editor : Edy MDNews 01.
Tags
Politik