Tapanuli Selatan , MDNews - Aroma Pilgubsu semakin tercium. Pilgubsu tahun 2018 yang akan datang
merupakan hal menarik untuk dibahas. Tahun depan adalah penentunya.
Kemajemukan Masyarakatnya Perlu diperhitungkan. Maka Duet Batak - Nias
adalah Prioritas yang tepat untuk Menuju Sumut yang Baru.
Masyarakat Sumatera Utara terdiri dari beberapa Agama, Suku dan Etnis. Baik itu Agama Kristen Protestan, Khatolik, Islam, Hindu maupun Buddha. Pada aspek kesukuan, wilayah tersebut juga memiliki heterogensitas yang lengkap. Mulai dari suku Batak yang mendominasi, Suku Nias Dengan Keunikan budayanya, Suku Jawa yang berdomisili dibeberapa wilayah, Suku Melayu maupun suku-suku yang lainnya.
Yustinus Gulo berpendapat bahwa, merujuk dari hasil data kuantitatif, potensi tokoh-tokoh dari kalangan masyarakat batak masih dijagokan. Mereka masih memiliki nilai jual yang lebih dari calon lainnya. Tegas Yustinus Gulo Inisiator/Pendiri Himpunan Mahasiswa Nias Tapanuli Bagian Selatan (HIMAN - TABAGSEL).
Hal tersebut tidak bisa dipungkiri, bahwa Sumut identik dengan istilah “Batak”. Kendati demikian, Yustinus Gulo ketua Ikatan Alumni Fisika STKIP Tapanuli Selatan itu juga berpendapat, bahwa Potensi dari kalangan masyarakat Nias juga tidak bisa dipandang sebelah mata.
Merujuk dari catatan sejarah, bahwa Provinsi Sumatera Utara juga pernah dipimpin oleh salah satu Tokoh andalan masyarakat Nias. Yaitu, PR Telaumbanua yang pernah menjabat sebagai Gubernur Sumatera Utara, juga pernah mengemban amanah sebagai Walikota Medan. Potensi dari kalangan masyarakat Nias tahun 2018 ini benar-benar mesti diperhitungkan lagi. Mereka memiliki dasar yang kuat. Basis mereka jelas. Merekapun sudah rindu dengan kepemimpinan seperti yang telah dilakukan oleh PR Telaumbanua selaku tokoh dari kalangan masyarakat Nias.
Dari data Geografis, Pulau Nias memiliki Lima Daerah Otonomi, yaitu Kota Gunung Sitoli, Kabupaten Nias, Nias Utara, Nias Barat dan Kabupaten Nias Selatan. Daerah-daerah tersebut memiliki peran atas kemajuan Provinsi Sumatera Utara.” ujar Yustinus Gulo, Ketua PosBakum LBH Omega Tapteng di Kab. Tapanuli Selatan. oleh sebab itu, kalau ditanya siapa yang pas menjadi Gubernur Provinsi Sumatera Utara, maka tegas saya sampaikan harus dari kalangan suku Batak. Sedangkan untuk calon wakilnya harga mati harus dari kalangan/Suku Nias. yang pasti kalau Maruarar Sirait, S.IP/ Gus Irawan Pasaribu,.SE. Ak, MM, CA berpasangan dengan Marinus Gea, SE., MM. Ak/ Turunan B Gulo,. SP. MSP/maka kemenanganpun akan berpihak atas salah satu dari kedua pasangan calon tersebut.” tutur Yustinus Gulo yang juga sebagai Ka. Biro Pers Media Dunia News. Co Kabupaten Tapanuli Selatan
Maka dari itu, kepada seluruh pihak yang memang menjadi Loyalis dari antara mereka berempat, harus mulai sesegera mungkin mempertimbangkan dan bergerak cepat guna memanaskan Mesin Organisasi.
Selama ini Singgasana Pemprov Sumut hanya diperebutkan oleh kalangan Masyarakat Batak, Jawa dan Melayu. Dari batak sendiri terkadang mencalonkan lebih dari satu pasangan, yang pada akhirnya hanya sekedar untuk memecahkan suara dari para pemilih. Pendapat saya, kalaupun mencalonkan diri, cukup satu dari kalangan suku batak. Terserah mau dari sub mana, baik itu dari Toba, Mandailing, Simalungun, Karo, maupun Pak-Pak. yang jelas harus 1 calon dari kalangan suku Batak. Supaya suara tidak pecah. Kalau untuk pasangannya, saya yakin, apabila dipilih dari kalangan masyarakat Nias, maka merekapun akan solid untuk mendukung dan mengusung satu calon.
Duet antara Batak-Nias akan membawa SUMUT Lebih baik lagi,” tegas Yustinus Gulo selaku Sekretaris Daerah IKNR Kabupaten Rokan Hilir - Riau. Dengan demikian, apabila Kolaborasi antara Batak dan Nias bisa terwujud, maka firasat atas petaka yang selama ini terjadi di SUMUT akan terhapuskan. Karena dari beberapa periode belakangan ini, SUMUT masih dipimpin oleh kalangan dari suku melayu maupun Jawa. Sudah semestinya tampuk kepemimpinan berganti menuju Sumut lebih Baik dan Sejahtera.
Horas -Ya'ahowu
Penulis : Yustinus Gulo.
Editor : Edy MDNews 01.
Copyright : Larshen Simamora,S.Sos.Ak,M.SI/Jong Batak Riau.
Masyarakat Sumatera Utara terdiri dari beberapa Agama, Suku dan Etnis. Baik itu Agama Kristen Protestan, Khatolik, Islam, Hindu maupun Buddha. Pada aspek kesukuan, wilayah tersebut juga memiliki heterogensitas yang lengkap. Mulai dari suku Batak yang mendominasi, Suku Nias Dengan Keunikan budayanya, Suku Jawa yang berdomisili dibeberapa wilayah, Suku Melayu maupun suku-suku yang lainnya.
Yustinus Gulo berpendapat bahwa, merujuk dari hasil data kuantitatif, potensi tokoh-tokoh dari kalangan masyarakat batak masih dijagokan. Mereka masih memiliki nilai jual yang lebih dari calon lainnya. Tegas Yustinus Gulo Inisiator/Pendiri Himpunan Mahasiswa Nias Tapanuli Bagian Selatan (HIMAN - TABAGSEL).
Hal tersebut tidak bisa dipungkiri, bahwa Sumut identik dengan istilah “Batak”. Kendati demikian, Yustinus Gulo ketua Ikatan Alumni Fisika STKIP Tapanuli Selatan itu juga berpendapat, bahwa Potensi dari kalangan masyarakat Nias juga tidak bisa dipandang sebelah mata.
Merujuk dari catatan sejarah, bahwa Provinsi Sumatera Utara juga pernah dipimpin oleh salah satu Tokoh andalan masyarakat Nias. Yaitu, PR Telaumbanua yang pernah menjabat sebagai Gubernur Sumatera Utara, juga pernah mengemban amanah sebagai Walikota Medan. Potensi dari kalangan masyarakat Nias tahun 2018 ini benar-benar mesti diperhitungkan lagi. Mereka memiliki dasar yang kuat. Basis mereka jelas. Merekapun sudah rindu dengan kepemimpinan seperti yang telah dilakukan oleh PR Telaumbanua selaku tokoh dari kalangan masyarakat Nias.
Dari data Geografis, Pulau Nias memiliki Lima Daerah Otonomi, yaitu Kota Gunung Sitoli, Kabupaten Nias, Nias Utara, Nias Barat dan Kabupaten Nias Selatan. Daerah-daerah tersebut memiliki peran atas kemajuan Provinsi Sumatera Utara.” ujar Yustinus Gulo, Ketua PosBakum LBH Omega Tapteng di Kab. Tapanuli Selatan. oleh sebab itu, kalau ditanya siapa yang pas menjadi Gubernur Provinsi Sumatera Utara, maka tegas saya sampaikan harus dari kalangan suku Batak. Sedangkan untuk calon wakilnya harga mati harus dari kalangan/Suku Nias. yang pasti kalau Maruarar Sirait, S.IP/ Gus Irawan Pasaribu,.SE. Ak, MM, CA berpasangan dengan Marinus Gea, SE., MM. Ak/ Turunan B Gulo,. SP. MSP/maka kemenanganpun akan berpihak atas salah satu dari kedua pasangan calon tersebut.” tutur Yustinus Gulo yang juga sebagai Ka. Biro Pers Media Dunia News. Co Kabupaten Tapanuli Selatan
Maka dari itu, kepada seluruh pihak yang memang menjadi Loyalis dari antara mereka berempat, harus mulai sesegera mungkin mempertimbangkan dan bergerak cepat guna memanaskan Mesin Organisasi.
Selama ini Singgasana Pemprov Sumut hanya diperebutkan oleh kalangan Masyarakat Batak, Jawa dan Melayu. Dari batak sendiri terkadang mencalonkan lebih dari satu pasangan, yang pada akhirnya hanya sekedar untuk memecahkan suara dari para pemilih. Pendapat saya, kalaupun mencalonkan diri, cukup satu dari kalangan suku batak. Terserah mau dari sub mana, baik itu dari Toba, Mandailing, Simalungun, Karo, maupun Pak-Pak. yang jelas harus 1 calon dari kalangan suku Batak. Supaya suara tidak pecah. Kalau untuk pasangannya, saya yakin, apabila dipilih dari kalangan masyarakat Nias, maka merekapun akan solid untuk mendukung dan mengusung satu calon.
Duet antara Batak-Nias akan membawa SUMUT Lebih baik lagi,” tegas Yustinus Gulo selaku Sekretaris Daerah IKNR Kabupaten Rokan Hilir - Riau. Dengan demikian, apabila Kolaborasi antara Batak dan Nias bisa terwujud, maka firasat atas petaka yang selama ini terjadi di SUMUT akan terhapuskan. Karena dari beberapa periode belakangan ini, SUMUT masih dipimpin oleh kalangan dari suku melayu maupun Jawa. Sudah semestinya tampuk kepemimpinan berganti menuju Sumut lebih Baik dan Sejahtera.
Horas -Ya'ahowu
Penulis : Yustinus Gulo.
Editor : Edy MDNews 01.
Copyright : Larshen Simamora,S.Sos.Ak,M.SI/Jong Batak Riau.
Tags
Politik
