Mapolres Karo Jadi Tuan Rumah Penelitian STIK Lemdiklat Polri, Guna Perkuat Penanganan Bencana Berbasis Riset

 

Karo - Media Dunia News.id. 

Polres Karo menjadi salah satu lokasi penelitian Kelompok kerja khusus akademis untuk dalam pengkajian, Pengembangan strategis kebijakan langsung ke berbagai wilayah operasional kepolisian daerah (Tim STIK Lemdiklat Polri) mengenai penanganan bencana. Selain Polres Karo, kegiatan ini turut juga diikuti perwakilan Polres Binjai dan Polres Langkat.

Penelitian dipimpin Kabagjian Kumham Bidang PPITK STIK Lemdiklat Polri sekaligus Ketua Tim, Kombes Pol Dr. Tagor Hutapea, S.I.K., M.Si., dan disambut Kapolres Karo AKBP Pebriandi Haloho, S.H., S.I.K., M.Si., bersama pejabat utama Polres Karo, yang dilaksanakan pada Rabu, 08 Juli 2026, berlangsung di Aula Pur Pur Sage Mapolres Karo, Jalan Veteran, nomor: 45, Kelurahan Kampung Dalam Kecamatan Kabanjahe, Kabupaten Karo, Provinsi Sumatera Utara.

Turut hadir perwakilan pemerintah daerah, BPBD, serta instansi terkait dari Kabupaten Karo, Kota Binjai, dan Kabupaten Langkat.

Dalam sambutannya, Kapolres Karo, AKBP Pebriandi Haloho, S.H., S.I.K., M.Si., juga menyampaikan apresiasi atas dipilihnya Polres Karo sebagai lokasi penelitian. 

Menurutnya, kondisi geografis Kabupaten Karo yang rawan erupsi gunung api, longsor, banjir, cuaca ekstrem hingga kebakaran hutan menjadikan penelitian ini sangat relevan.

"Kami berharap hasil penelitian ini tidak hanya menjadi kajian akademis, tetapi juga dapat diterapkan untuk meningkatkan kemampuan Polri dalam penanganan bencana dan pelayanan kepada masyarakat," Ujar Kapolres Karo.

Sementara itu, AKBP Dr. Tagor Hutapea, menjelaskan penelitian bertujuan menghimpun data faktual mengenai penanganan bencana di wilayah kepolisian sebagai big data STIK Lemdiklat Polri. Hasilnya akan menjadi dasar penyusunan rekomendasi kebijakan, pengembangan kurikulum pendidikan kepolisian, serta model penanganan bencana yang lebih efektif dan adaptif.

Melalui diskusi bersama para stakeholder, tim peneliti menggali berbagai masukan terkait koordinasi lintas instansi, kesiapan sumber daya, dukungan pemerintah daerah, kendala di lapangan, hingga berbagai inovasi penanganan bencana. 

Penelitian ini diharapkan menghasilkan rekomendasi yang mampu memperkuat sinergi Polri, TNI, pemerintah daerah, BPBD, dan seluruh pemangku kepentingan dalam membangun sistem penanggulangan bencana yang semakin cepat, tepat dan berorientasi pada keselamatan masyarakat.

(Bangunta Sembiring).

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال