Bengkulu Tengah, MDNews.id – Sebanyak empat ruang kelas di SD Negeri 85 Kabupaten Bengkulu Tengah mengalami kerusakan berat tanpa plafon, namun masih tetap digunakan untuk proses belajar-mengajar. Kondisi memprihatinkan ini terungkap saat Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bengkulu Tengah, Tomi Marisi, melakukan peninjauan langsung ke lokasi.
Sekolah tersebut berada di Desa Talang Tengah, Kecamatan Pondok Kubang. Kadis Pendidikan Tomi mengaku terkejut melihat kondisi ruang kelas yang sangat tidak layak.
> "Saya kaget kenapa ada ruangan sekolah yang tidak memakai plafon lagi, rusak berat. Gedung ini berbahaya bagi siswa yang belajar di dalamnya," ujar Tomi.
Kepala Sekolah SDN 85, Likran, menyampaikan bahwa pihak sekolah telah beberapa kali mengajukan proposal rehabilitasi kepada pemerintah daerah. Namun, hingga saat ini belum ada kejelasan terkait realisasi anggaran perbaikan.
> "Sudah beberapa kali kami ajukan, tapi belum pernah mendapatkan alokasi dana rehab. Kami perkirakan anggaran sebesar Rp50 juta dibutuhkan untuk rehabilitasi berat. Tapi belum pernah disetujui," ungkap Likran.
Likran juga telah meminta para guru dan dewan guru untuk kembali mengajukan permohonan anggaran perbaikan gedung.
> "Ini tidak bisa ditoleransi. Anak-anak butuh tempat belajar yang layak. Segera kita usulkan kembali, dan saya harap akan direalisasikan dalam waktu dekat," tegasnya.
Diketahui, kerusakan ruang kelas di SDN 85 telah berlangsung selama empat tahun terakhir. Karena tak kunjung mendapat perhatian, gedung dibiarkan rusak dan tetap dipakai meski berisiko terhadap keselamatan siswa dan guru.
🖍️Penulis: Isharyanto