Dokter Forensik Gelar Ekshumasi Kematian Mihani, PH Fauzi & Gerald: Moga Ada Titik Terang, Kepolisian Akan Tangkap Pelaku Pembunuhan



Langkat, 

Penasihat Hukum Fauzi Sibarani, SH MH Geral Siahaan SH MH berangkat Ke Kuala Besar Kecamatan Secanggang, dengan mobil dan menyambung dengan perahu,

Pukul 03.00 WIB Sabtu, (25/5/2024) demi tegaknya supremasi hukum guna menghadiri Ekshumasi (pembongkaran jenazah) almarhumah Mihani diduga dibunuh pelaku-pelaku tindak pidana.

Tim Personil Polres Binjai hadir bersama Aiptu Bambang mewakili Kapolres Binjai hadir sekitar Pukul 09.08. WIB diiringi kemudian Dr H Mistar Ritonga Sp Forensik K akhirnya hadir langsung menuju tempat pemakaman Mihani melakukan pembongkaran mayat almarhun Mihani dari makamnya di kampung halamannya, didampingi 11 Dokter muda lelaki dan 5 dokter muda perempuan dari foerensik RS Bhayangkara Polda Sumut didampingi Personil Polres Binjai.

Terlihat kemudian 

Dokter Forensik Dr H Mistar Ritonga, Sp.F (K) hadir wujud  melakukan transparansi proses penyidikan kasus kematian Mahani di Hotel bersama temannya yang membawanya tetangga yakni Mona dan teman prianya yang dicurigai 

PH Keluarga Mihani,  Fauzi Sibarani dan Gerald  Siahaan menuturkan, 

"Kita akan mendapatkan gambaran terkait autopsi jasad Mihani dari hasil istilah kedokteran  ekshumasi oleh penyidik dan kedokteran forensik, kita berharap akan mendapat berbagai spekulasi terkai luka-luka di kepala, lengan, dada dan tiga kuku kaki yang lepas menjadi terang sesuai standard kedokteran forensik transparan memenuhi kaidah penyidikan berbasis ilmiah atau scientific crime investigation," tutur Fauzi Sibarani.

Dalam proses ekshumasi melalui mekanisme sebelumnya Gerald Siahaan menuturkan bahwa 

"Adanya kecurigaan dan kejanggalan, terkesan direkayasa atau direncanakan menciptakan wacana kematian Mihani, jadi Kita telah mengajukan permohonan pembongkaran kuburan dan penggalian mayat. 

Ini akan terang benderang dalam setiap ekshumasi, apabila dutemukan bukti-bukti tambahan untuk menguatkan hasil otopsi hal itu semakin bagus karena untuk kepentingan proses penyidikan tentu diungkapkan proses persidangan biar masalah ini kita berharap pihak penyidik mau terbuka, transparan dan akuntabel," ujarnya. 

Kemudian Kasat Reskrim Polres Binjai AKP Zuhatta Mahadi STK SIK   menyampaikan bahwa 20 hari setelah alm Mihani dikebumikan, keluarga Mihani membuat Laporan ke Polres Binjai karena merasa ada kejanggalan dan mencurigai kematiannya. 

"Kami menerima laporannya 13 April 2024. dan kami melakukan penyelidikan sehingga terlaksanalah ekshumasi ini,” ungkapnya.



Kasat menyampaikan setelah pelaksanaan ekshumasi ini akan ada hasilnya,

 “Kami sampaikan sesegera mungkin apabila pihak dari dokter forensik Rumah sakit telah mengeluarkan hasil kegiatan Ekshumasi tersebut ,” tuturnya.

Sementara sebelumnya Mihani yang seorang single parent meninggalkan seorang anak laki-laki berusia 3 tahun menyisakan kepedihan yang luar biasa. Ibundanya Sabariah yang juga sudah janda karena suaminya meninggal dunia, ini menangis histeris menyambut kedatangan PH Timnya bersama media.

Kemudian Keluarga Siti Khadijah Tante Mihani, Atoknya dan Pak Tuanya, Kades dan Kadus, ratusan masyarakat, dan anak-anak hadir menyaksikan ekshumasi Mihani yang berlangsung lancar dalam cuaca baik.

Saat pelaksananaan pembongkaran keluarga dan ibu Mihani alm terlihat menangis histeris memeluk awak media ini, meminta agar ditegakkan hukum terhadap pelaku tindak pidana seadil-adilnya.

Tapi saat ditanyai Media ini Kades sepertinya tidak mau memberikan tanggapan dan respon bahkan saat ditanyai namanya pun tidak mau menjawab.



PH Fauzi menyampaikan, berharap adanya gelar Ekshumasi ini akan ada titik terang berdasarkan petunjuk dan bukti-buktinya sehingga para pelaku bisa ditetapkan sebagai tersangka dan diamankan segera oleh Polres Binjai, guna penegakan supremasi hukum yang pasti bagi keluarga,” tuturnya

PH Fauzi menjelaskan lagi, kehadiran dokter forensik akan mencari kebenaran pembuktian penganiayaan hingga menghilangkan nyawa.

"Ibu Sabaria yang terus mengharapkan keadilan tetap bersabar dan berdoa agar kebenaran muncul," tuturnya.

PH Fauzi Sibarani SH MH menuturkan lagi kepada Media ini kita berharap segera menangkap para pekaku pembunuhan yang melakukan tindak pidana bila ada ditemukan tindak pidananya dan segera diproses hukum. Sebelumnya diketahui bawa Mihani mohon pamit kepada Ibunya Sabariah

“Keberangkatan Mihani dari tempat tinggalnya Kuala Besar Kecamatan Secanggang, berangkat bersama tetangganya Mona Ke Binjai, 23 Maret 2024 lalu, meninggal 24 Maret 2024 sangat membuat keluarga dan warga kampungnya terkejut, awalnya tidak melaporkannya ke Polisi namun akhirnnya mereka mau membuat mau melaporkan ke Polres Binjai karena kejanggalan ditubuh Mihani,”.tuturnya.



Sebelumnya adanya kecurigaan dan kejanggalan ditubuh Mihani terdapat luka di kepala, lengan, dada lebam membiru, jari jempol dan dua kuku jari kaki lepas, selain itu diduga Mihani dibawa naik becak namun diduga sudah tewas diangkut naik becak ke salah satu hotel di Binjai, kemudian info di media over dosis. Selain itu awalnya Alm Mihani memakai T Shirt berangkat dari rumah tetapi setelah meninggal Alm mihani memakai daster. Dari sinilah Keluarga semakin curiga dengan kematian Almarhum.

Sementara Geral Siahaan berharap tegaknya supremasi hukum tidak diperlambat. Kita percaya dan terus berdoa kepada Tuhan agar Dokter Forensik dan Timnya bersikap netral sehingga terungkap kejujuran dan keadilan.

“Kita akan terus berdoa dan berjuang sehingga tidak ada lagi korban-korban Mihani yang lain.” ungkap PH Gerald Siahaan.

(Nurlince/Lidia)

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال