Gercep Anggota Polres Kebumen Amankan Penjual Bubuk Petasan Dan Sita 3Kg Barang Bukti




Kebumen - Membahayakan dan sering menyebabkan korban jiwa, kebiasaan bermain petasan masih sering dijumpai saat bulan Ramadan di Kebumen.

Padahal ledakan petasan pernah menyebabkan lima orang korban meninggal dunia. Dari peristiwa tersebut Polres Kebumen tak tinggal diam melakukan kegiatan rutin yang ditingkatkan dengan sasaran petasan.

Karena berbahaya dan sering menyebabkan korban jiwa, Polres Kebumen terus mengimbau kepada masyarakat agar tidak bermain petasan. Pasalnya dua tahun lalu pernah terjadi kasus ledakan petasan yang menyebabkan empat orang meninggal.

Adanya peristiwa itu, Polres Kebumen tak tinggal diam melakukan kegiatan rutin yang ditingkatkan dengan sasaran petasan saat Ramadhan dan berhasil mengungkap peredaran bubuk petasan antar kabupaten yang dilakukan oleh tersangka inisial NK (30), warga Desa Sidoagung, Kecamatan Sruweng. Kebumen.

Dijelaskan Kapolres Kebumen AKBP Recky melalui Kapolsek Karanganyar AKP Jakaria, tersangka diamankan pada Senin tanggal 18 Maret 2024, sekira pukul 20.45 WIB.

“Tersangka kita amankan saat anggota Unit Reskrim tengah melakukan patroli. Lalu menjumpai pemuda yang mencurigakan, saat dilakukan penggeledahan kita temukan barang bukti bubuk petasan sebanyak 3 kg,” ungkap AKP  Jakaria didampingi Kasi Humas Polres Kebumen AKP Heru Sanyoto saat konferensi pers, Jumat (22/3/2024).

Ketika dikonfirmasi awak media, AKP Jakaria mengatakan malam itu tersangka bermaksud akan melakukan cash on delivery (COD) dengan seorang pembeli. Barang bukti 3 kg bubuk petasan berikut sumbu yang masih dalam bentuk lembaran dikemas dalam plastik kresek hitam.

Tersangka mengaku mendapatkan keuntungan Rp 30 ribu untuk setiap bubuk petasan yang berhasil dijual. Ia memperoleh bubuk seharga Rp 150 ribu, lalu dijual kembali dengan harga Rp 180 ribu.

Total ia telah mengambil 14 kg dari seseorang, sebagian telah dijual di Kabupaten Banjarnegara.

“Mulai jualan pas bulan Ramadan ini. 9 Kg (bubuk petasan), dijual di Banjarnegara,” jelas NK yang ingin mendapatkan keuntungan dari penjualan bubuk petasan.

“Mulai jualan pas bulan Ramadan ini. 9 Kg (bubuk petasan), dijual di Banjarnegara,”jelas NK yang ingin mendapatkan keuntungan dari penjualan bubuk petasan.

Kasi Humas Polres AKP Heru Sanyoto pada kesempatan itu mengimbau kepada seluruh masyarakat Kebumen agar menghindari bermain petasan karena sangat berbahaya.

“Tidak ada ruang gerak untuk pendistribusian bahan peledak petasan di Kebumen. Yang perlu kita ketahui, petasan bisa meledak dan menyebabkan kematian. Ancaman hukuman cukup tinggi bagi mereka yang bermain atau menyimpan petasan" pungkas AKP Heru.( Adi) 

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال