Nias Selatan, mediadunianews.com - Berdasarkan pernyataan dari beberapa orang tua siswa, tokoh masyarakat, dan pengurus komite SDN Foikhu Fondrako terkait PIP yang sudah membuat orang tua dan wali siswa resah dan keberatan, hingga saat ini orang tua siswa terus meminta penjelasan kepada Kepala Sekolah SDN Foikhu Fondrako (Ramimbowo Zebua) yang di duga kuat bahwa dana PIP tidak sesuai dengan mekanisme dan prosedur realisasi pencairannya.
Setelah sekian lama orang tua siswa terus menerus menanyakan buku rekening PIP anak mereka kepada kepala sekolah, hingga orang tua siswa bersama komite dan tokoh sudah menyepakati membuat pernyataan untuk melaporkan tindakan Kasek ini kepada pihak Pemda Dinas Pendidikan Kabupaten Nias Selatan namun, masih belum tersampaikan pernyataan mereka tersebut tanpa di duga dan di kira tiba-tiba Kasek SDN Foikhu Fondrako Ramimbowo Zebua memanggil pengurus Komite dan orang tua siswa untuk berkumpul dan mengambil suatu pertemuan pada hari Sabtu tanggal 26 Februari 2022 (pagi) di kantor SDN Foikhu Fondrako dengan tujuan membagikan buku rekening kepada setiap orang tua siswa, hal itu disampaikan kepada awak media oleh beberapa orang tua siswa saat di konfirmasi di Foikhu Desa Foikhu Fondrako Kecamatan Ulususua Kabupaten Nias Selatan. Selasa, 08/03/2022
Salah seorang mewakili orang tua siswa Sokhinafaudu Giawa mengatakan bahwa "benar, buku rekening PIP anak kami baru di bagikan oleh bapak kepala sekolah pada hari Sabtu yang lalu tanggal 26 Februari 2022 dikantor SDN Foikhu Fondrako, dan masih ada sebagian lagi yang masih belum menerima buku rekening tersebut di karenakan Kepala Sekolah masih mencari dulu dimana ada buku tersebut," Katanya
Menurut informasi yang di sampaikan kepada awak media ini, salah seorang wali orang tua siswa yang juga termasuk sebagai tenaga pengajar di SD Foikhu Fondrako yang berinisial FL, saat pembagian buku rekening itu, saudara FL menanyakan buku rekening PIP anak saudaranya kepada Kepala Sekolah dan kepala sekolah sekolah mengatakan "biar saya coba cari dulu di rumah apakah masih ada atau tidak, dan saudara FL pada saat itu tidak bisa memaksa kepala sekolah namun dia (FL) menunggu apa yang sudah di katakan oleh kepala sekolah, ujar FL.
Orang tua siswa yang berinisial AG, menyampaikan bahwa "anak saya baru masuk kelas satu SD di SD Foikhu Fondrako pada tahun 2021, namun namanya sudah terdaftar sebagai penerima PIP mulai pada tahun 2018, kok bisa begitu ya?., dan dana PIP itu belum pernah kami terima dari tahun 2018 hingga tahun ini, sementara buku rekening atas nama anak kami sudah di berikan kepala sekolah kepada kami sebagai orang tua siswa pada hari Sabtu tanggal 26 Februari 2022, " Tutur AG yang terkesan penuh pertanyaan
Lanjutnya, bapak kepala sekolah harus mempertanggungjawabkan hal ini, yang dimana saya menduga anak saya sudah di jadikannya sebagai alat untuk memperkaya dirinya sendiri (kasek), maka saya sebagai orang tua siswa tidak senang dan keberatan atas hal yang dilakukan oleh Kepala Sekolah tersebut." Pungkas AG terkesan kesal dan emosi
Di dalam buku rekening yang sudah di bagikan oleh kasek tertuliskan nominal uang sebesar Rp. 450.000 (empat ratus lima puluh ribu rupiah) sementara yang mereka terima dan yang sudah di bayarkan oleh Kasek kepada mereka adalah Rp. 250.000 (dua ratus lima puluh ribu rupiah), sehingga ada dugaan orang tua siswa bahwa kasek SDN Foikhu Fondrako (Ramimbowo Zebua) terindikasi korupsi dana PIP.
Hal ini juga sesuai dengan surat pernyataan yang sudah di buat dan di tandatangani oleh beberapa orang tua siswa, tokoh masyarakat beserta pengurus komite yang di mana salah satu poinnya mengatakan besar dana PIP yang di bayarkan oleh bapak kepala sekolah SDN Foikhu Fondrako Ramimbowo Zebua kepada siswa melalui orang tua adalah Rp. 250.000 (dua ratus lima puluh ribu rupiah)
Awak media berkunjung di SDN Foikhu Fondrako guna melakukan konfirmasi kepada Kepala Sekolah pada hari Senin, 21/03/2022 setibanya di sekolah sekira pukul 09.00 wib kepala sekolah Ramimbowo Zebua masih belum datang, dan saat awak media menayakan kepada salah seorang guru yang sedang menjalankan kegiatan belajar mengajar, iya (guru) mengatakan kalau kepala sekolah itu belum datang dan tidak bisa kami pastikan bahwa bapak kasek datang hari ini atau tidak, karena siapa tau bapak (kasek) itu sudah ke dinas kabupaten untuk urusan data sekolah," Kata seorang guru SD Foikhu Fondrako kepada awak media
Saat itu juga, awak media menunggu datangnya bapak kasek, hingga menunjukkan pukul 10.20 wib pak kasek tak kunjung datang dan akhirnya siswa di suruh pulang karena sudah menunjukkan jadwal pulang sekolah dan saya (awak media) pamit untuk pulang juga.
Awak media kembali berkunjung pada hari Selasa, 22/03/2022 dan sekira pukul 09.30 wib saya (awak media) tiba di lokasi SD Foikhu Fondrako, dan langsung menjumpai bapak kasek yang sudah berada di kantor guru. Sekitar kurang lebih tiga menit setelah saya tiba, saya (pihak media) menunggu di tanyai oleh bapak kepala sekolah, namun kepala sekolah di duga mendiami dan apatis atas kedatangan saya sebagai media.
Karena bapak kasek diam dan sepertinya apatis, saya dari pihak mediadunianews.com langsung memulai membuka pembicaraan dengan meminta izin kepada bapak kasek untuk melakukan konfirmasi terkait pernyataan masyarakat dan orang tua siswa tentang dana PIP di SDN Foikhu Fondrako, dan kesek langsung menjawab "Jika bersifat membangun tidak apa-apa silahkan di konfirmasi tapi kalau tidak maka mohon maaf ?.," Jawab Kasek Ramimbowo Zebua kepada awak media
Awak media menanyakan kepada Kepala Sekolah terkait dana PIP di SD Foikhu Fondrako yang dimana siswa yang sudah menerima dana PIP namun pada saat menerima buku rekening bukan atas nama siswa yang bersangkutan, kemudian ada siswa yang sudah menerima PIP namun sama sekali tidak ada buku rekening, dan ada yang baru masuk kelas satu SD di sini tahun 2021 namun siswa tersebut sudah terdaftar sebagai penerima PIP dari tahun 2018 sampai tahun ini.
"Kepala sekolah, Ramimbowo Zebua mengatakan bahwa kalau masalah keluhan masyarakat atau orang tua siswa silahkan di tampung saja, tapi jangan sampai berkecil hati saya sama bapak karena besok ke besok kita ini tetap ketemu, DAN TOLONG JANGAN SAMPAI BAPAK MEREKAM SAYA ATAU SUARA SAYA YA," tutur Kasek dengan nada teguran
Lanjutnya, saya sebagai kepala sekolah mau minta bantu kepada bapak sebagai media karena kebetulan kami punya usulan untuk kemajuan sekolah ini yang sudah kami buat proposalnya dan sudah kami sampaikan di kantor Tarukim Gunungsitoli, usulan kami itu adalah pembangunan bronjong, rumah dinas, perpustakaan dan kantor guru," Kata Kasek yang seakan mengalihkan pembicaraan
Saya (awak media) terus menanyakan kepada bapak Kepala Sekolah terkait PIP yang saat ini sudah jadi bumerang di SDN Foikhu Fondrako, dimana besaran dana PIP yang sudah di bayarkan oleh bapak kepala sekolah kepada orang tua siswa sebesar Rp. 250.000.
Kasek, Ramimbowo Zebua mengatakan, iya benar saya (kasek) membayarkan PIP kepada setiap orang tua siswa itu sebesar Rp. 250.000 (dua ratus lima puluh ribu rupiah) per siswa dan itu langsung tertera dalam buku rekening dan ada juga yang sebesar Rp. 450.000 (empat ratus lima puluh ribu rupiah) yang sudah saya bayarkan, setelah itu kasek mengalihkan lagi ceritanya ke usulan mereka tentang pembangunan bronjong, rumah dinas, perpustakaan dan kantor guru," sambung kasek yang terkesan tak perduli dengan masalah PIP
Kemudian, kembali saya arahkan pembicaraan kami dan menanyakan tentang berapa jumlah penerima PIP, dan kenapa ada siswa yang menerima PIP namun tidak ada buku rekening.
"Kasek mengatakan, kalau jumlah siswa penerima PIP itu tidak saya ingat lagi berapa jumlahnya, dan masalah tidak ada buku rekening PIP siswa, itu karena PIP yang di terima siswa itu bukan atas namanya tapi di alihkan, artinya ada siswa yang ada namanya tapi orangnya tidak ada maka di alihkan kepada siswa yang ada atau yang aktif walaupun bukan namanya, kan orang tua siswa itu sendiri yang beruntung," Tuturnya
Selanjutnya, saya menanyakan terkait dana afirmasi di sekolah dan jumlah siswa, karena pengadaan fasilitas atau mobiler di sekolah itu tidak ada berdasarkan pembicaraan pengurus komite. Dan terkait jumlah siswa, pada saat ujian ANBK bulan November 2021 yang lalu jumlah kelas Lima yang sudah ikut sebanyak 29 orang.
Kepala Sekolah, Ramimbowo Zebua menanggapinya dan mengatakan kepada awak media "yah.... kalau dana afirmasi itu tidak perlu di pertanyakan karena sekolah kita ini tidak pernah menerima dana afirmasi dan hanya sekali kita terima pada tahun 2019 yang lalu, setelah itu tidak pernah lagi," Jelas kasek yang sedikit membingungkan
Lanjutnya, terkait jumlah siswa kelas Lima yang sudah ikut ujian ANBK bulan November tahun 2021 yang lalu, itu ada siswa yang tidak ada di sini dan orangnya berada di seberang tapi namanya masih aktif di dapodik, "kata kasek, lalu saya (awak media) menanyakan apakah hal itu tidak melanggar aturan yang dimana bapak sudah melakukan penggelembungan jumlah siswa.,? Kasek langsung jawab "iya,,, memang melanggar aturan, tapi kita sudah sampaikan kepada beberapa orang tua siswa bahwa jika anaknya tidak pulang dan tidak sekolah secepatnya, maka namanya akan di keluarkan dari dapodik sekolah." Tegasnya
Setelah itu, saya (awak media) meminta izin kepada bapak kasek Ramimbowo Zebua untuk menandatangani tanda terima laporan atau pemberitahuan kunjungan (berupa expedisi yang sudah kian saya siapkan), namun bapak kepala sekolah menolak untuk menandatanganinya.
Saat saya menanyakan alasan bapak kasek tidak menandatangani itu, dan kasek katakan karena kita belum kompak, dan saya sebagai kasek belum membaca dan menjiwai bapak sebagai media, kita ini rambut sama hitam tapi hati berbeda," ucap kasek sembari mengakhiri bicaranya
Awak media bingung dengan apa yang di bicarakan oleh Kepala Sekolah yang menyampaikan beberapa alasan tersebut, dan saat itupun saya (awak media) tidak memaksa bapak kepala sekolah untuk menandatangani surat pemberitahuan laporan kunjungan saya di sekolah tersebut.
Pihak mediadunianews.com akan terus melakukan konfirmasi kepada pihak terkait guna melengkapi pemberitaan ini, hingga berita ini turun dan menunggu pemberitaan selanjutnya. (Marbul)
Editor: Edy MDNews 01
Tags
Pendidikan