Nias Selatan, mediadunianews.com - Pengurus komite SD Negeri No. 078464 Foikhu Fondrako Kecamatan Ulususua Kabupaten Nias Selatan dan beberapa orang tua siswa dan tokoh masyarakat desa Foikhu Fondrako sangat kecewa dengan kepemimpinan Kepala Sekolah (Ramimbowo Zebua), yang di mana mereka menilai bahwa cara kepemimpinan Kepala Sekolah selama ini kurang lebih 8 (delapan) tahun tidak sesuai dengan apa yang di harapkan oleh masyarakat dan orang tua siswa. Hal itu di sampaikan oleh salah seorang pengurus Komite SDN Foikhu Fondrako dan beberapa orang tua siswa kepada mediadunianews.com saat dikonfirmasi di Foikhu Desa Foikhu Fondrako, Rabu (23/02/2022).
Pengurus Komite yang enggan di sebut namanya berinisial SG mangatakan bahwa "Kepala sekolah, Ramimbowo Zebua tidak transparasi dalam realisasi pencairan dana PIP kepada siswa selama dia menjabat sebagai kepala sekolah di SD Foikhu Fondrako dan belum pernah memberikan buku rekening atau ATM kepada siswa yang menerima PIP, dan selama ini besar PIP yang dia bayarkan kepada setiap siswa yang menerima adalah sebesar DUA RATUS LIMA PULUH RIBU RUPIAH per siswa." ungkap SG dengan nada dan tampang yang sangat kesal
Lanjutnya, Kepala Sekolah ini masih memiliki utang sama saya, karena sekitar empat tahun lalu saya mempertanggungjawabkan untuk menyediakan perabot sekolah yaitu meja dan kursi, hingga saat ini belum juga dia lunasi, dan setiap saya menanyakan atau menagih sama dia (Kasek) selalu ia bilang tunggu... tunggu....dan tunggu pasti saya bayar, tapi ucapan dia (kasek) sampai saat tidak tidak jelas dan tidak terbukti." Beber SG sambil tersenyum dan nada sedikit emosi
Kami pengurus komite
beserta orang tua siswa dan tokoh sudah membuat pernyataan atas tindakan kepala sekolah ini kepada kami dan akan kami sampaikan dan laporkan hal ini kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Nias Selatan, dan itu langkah awal dulu yang kami ambil dan tempuh.
Hal-hal yang kami nyatakan adalah :
1. PIP telah dialihkan oleh kepala sekolah (Ramimbowo Zebua) kepada siswa yang tidak ada namanya sebagai penerima PIP.
2. Kepala Sekolah kurang aktif disekolah
3. Adanya penggelembungan jumlah siswa yang dilakukan oleh Kepala Sekolah
4. Kurangnya perhatian dan pemeliharaan lingkungan sekolah
5. Seng dan besi bekas gedung SDN Foikhu Fondrako yang sudah dibongkar karena adanya rehab gedung pada tahun 2021 telah diperjual belikan oleh Kepala Sekolah kepada Masyarakat setempat." Tutup SG
Salah seorang masyarakat yang juga sebagai orang tua siswa yang juga enggan di sebut namanya yang berinisial TG, menyambung apa yang di sampaikan oleh SG bahwa "benar di SD Foikhu Fondrako ini dana PIP tidak jelas dan kami sebagai orang tua siswa pun pernah menanyakan kepada Kepala Sekolah buku rekening namun kepala sekolah tidak mau memberikan kepada kami, dan kami juga tidak tau kenapa tidak diberikannya kepada kami padahal anak kami sudah menerima dana PIP sebesar DUA RATUS LIMA PULUH RIBU RUPIAH." Tutur TG terkesan kesal dan emosi
"Lanjut TG, kehadiran kepala sekolah juga di sini seakan cuma tamu dia disini, kenapa.? Karena dia (kasek) masuk sekolah jarang sekali, yah,,, syukur kalau dia datang di sekolah sekali dalam satu bulan atau dua bulan." Bebernya
Terkait pernyataan kami, "benar telah kami buat sesuai yang sudah disampaikan oleh pengurus komite tadi dan tujuannya adalah supaya kasek memberi kejelasan kepada kami tentang besaran dana PIP yang diterima oleh anak-anak kami dan kenapa buku rekening PIP tidak diberikan kepada anak kami, dan tindakannya yang lain harus dia (kasek) pertanggungjawabkan, dan harapan kami kepada pemerintah daerah dalam hal ini Kadis Pendidikan supaya berkenan untuk membantu kami orang tua dan masyarakat serta berkenan menindaklanjuti pernyataan kami ini." Tutupnya
Pihak mediadunianews.com ini sebelumnya sudah memberitakan tentang "Dugaan Alokasi Dana PIP Tidak Sesuai Prosedur Dalam Pencairan Terhadap Siswa," dan penggelembungan siswa di SDN No. 078464 Foikhu Fondrako, hingga berita ini turun sampai saat ini terus dipertanyakan oleh orang tua siswa dan pengurus komite beserta masyarakat dan tokoh. Dan pihak media ini belum bisa melakukan konfirmasi kepada Kepala Sekolah karena situasi dan kondisi yang tidak memungkinkan. (Marbul)
Editor : Edy MDNews 01
Tags
Pendidikan
