Nias Selatan (Sumut) mediadunianews.com||
Jembatan gantung sungai soi yang menghubungkan Desa Hiliorahua dengan Desa Hiliadulo Soi Kecamatan Susua Kabupaten Nias Selatan ambruk dan sangat membahayakan penyeberang dan para pelintas pejalan kaki apalagi pengendara sepeda motor jadi terancam dan takut. Beberapa bantalan kayu yang menjadi lantai jembatan lepas dan patah hingga berlubang cukup lebar dan keadaannya (jembatan gantung) semakin hari semakin hancur.
Berdasarkan hasil pantauan awak mediadunianews.com, Selasa (08/02/2022), kerusakan jembatan gantung tersebut sudah sangat parah, besi dan papan sebagai alas jembatan terlepas dan patah, Panjang jembatan gantung sungai Soi ada sekitar kurang lebih 40 meter dan lebar kurang lebih 1,5 meter.
Jembatan ini sebelumnya pada bulan Agustus 2021 lalu telah mengalami kerusakan, tapi atas persatuan dan kerjasama pemuda Getar-Susua Kec. Susua dan seluruh kepala desa dekat lokasi, toko masyarakat, tokoh pendidikan dan beberapa pihak lainya dengan dukungan ketiga anggota DPRD dari kecamatan Susua berswadaya untuk mengambil bagian memperbaiki jembatan gantung tersebut dalam bentuk rehabilitas sebagai penanggulangan sementara hingga saat ini keadaan jembatan gantung tersebut kembali mengalami kerusakan yang lebih parah dari yang sebelumnya.
Jembatan gantung sungai soi ini merupakan fasilitas yang paling dibutuhkan oleh masyarakat terutama pihak pendidikan SD, SMP, SMA/SMK, siswa setiap hari melewati jembatan tersebut untuk pulang pergi ke sekolah dan begitu juga dengan bapak ibu guru dan masyarakat umum.
Dengan kondisi jembatan tersebut, setiap orang tua siswa khususnya siswa SD selalu mengantar anaknya kesekolah karena takut melintasi jembatan tersebut.
Salah seorang orang tua siswa SD menyampaikan bahwa "saat ini kami tidak bisa membiarkan anak kami pergi dan pulang sekolah tanpa kami antar dan kami jemput, karena kami takut terjadi apa-apa dengan mereka saat dalam perjalanan, dengan kondisi jembatan saat ini sangat menakutkan sekali kami sebagai orang tua jika kami membiarkan anak kami pergi tanpa kami antar dan pulangpun wajib kami jemput, dan jembatan itulah satu-satunya jalan tanpa melewati sungai, dan parahnya lagi kalau musim hujan dan kebanjiran, maka anak kami terkadang tidak kami perbolehkan untuk sekolah." kata orang tua siswa
Beberapa masyarakat kecamatan Susua dan terlebih masyarakat disekitar merasa kecewa dengan keadaan jembatan gantung sungai soi ini, dimana sudah bertahun tahun tidak ada perhatian pemerintah.
Salah seorang masyarakat mengatakan bahwa sungguh kecewa dengan keadaan jembatan gantung ini, kenapa sih tidak ada perhatian pemerintah terhadap jembatan ini, apakah pemerintah belum tau atau memang harus ditunggu dulu ada korban akibat rusaknya jembatan tersebut, dan hal seperti begitu kami sebagai masyarakat tidak tau kenapa...?
Jembatan ini sudah pernah direhab oleh tokoh pemuda, dan bekerjasama dengan masyarakat dan beberapa tokoh, namun sampai dimanalah kemampuan rehab itu, paling enam bulan sudah hancur lagi.
Jadi kami sangat berharap kepada pemerintah dan teristimewa kepada para perwakilan rakyat daerah dari kecamatan susua untuk menyuarakan kepihak pemerintah daerah kabupaten.
Pihak media ini belum berhasil melakukan konfirmasi kepada pihak terkait hingga berita ini turun, bersambung. (Marbul)
Editor: MG-425/MDN