Dairi, MediaDuniaNews.com - Aneh tapi nyata. Demikianlah yang terjadi atas hasil Visum et Repertum salah satu Pasien Puskesmas Tigalingga bernama Pakto Berutu salah seorang Guru Tenaga Honorer di Sekolah Dasar Negeri No. O31737 Kendit Liang.
Adapun kronologis permintaan VeR dari Pakto Berutu ketika di konfirmasi MeduaDuniaNews.com kepada Pakto Berutu adalah berawal dari kejadian yang di alami Pakto Berutu.
Pakto Berutu kepada berapa Wartawan mengatakan, ketika dia melihat anak Kepala Desa Kendit Liang Jappen Bancin ( 16 ) mengendarai atau menyetir sebuah mobil, Pakto Berutu menegur Jappen Bancin agar mengendara mobil jangan ugal ugalan.
"Saya melihat anak itu mengendarai mobil, saya sarankan agar jangan ugal ugalan karena masih di bawah umur " kata Pakto Berutu.
Masih Pakto Berutu menjelaskan, tiba tiba Istri Kepala Desa Kendit Liang mendatangi dan menampar berkali kali Pakto Berutu dan tidak melakukan perlawanan.
Berhubung karena pembagian raport anak sekolah tinggal satu hari lagi, Pakto Berutu bermaksud menemui Kepala Sekolah untuk koordinasi. Namun Kepala Desa Kendit Liang Randus Bancin datang lagi membentak sambil mencekik leher Pakto Berutu di bantu adik kandung Kepala Desa mengambil sebatang kayu hendak di ayunkan ke bagian tubuh Pakto Berutu.
Tidak terima perbuatan Istri Kepala Desa, Kepala Desa dan Adiknya, Pakto Berutu bermaksud melaporkan apa yang di alami ke Polsek Tigalingga, namun entah apa alasan dan pertimbangan Personil Polsek Tigalingga,maksud dan tujuan Pakto Berutu membuat laporan tidak terpenuhi.
Personil Polsek Tigalingga menyuruh Pakto Berutu memintanya untuk di Visum di Puskesmas Tigalingga, dan pemeriksaan di lakukan Pihak Tim Medis Puskesmas Tigalingga.
Entah apa dasar dan bukti, anak Kepala Desa melalui Akun FB atas Nama Ohti Sohmoda menuliskan bahwa hasil Visum et Repertum dari Puskesmas nenyimpulkan tidak ada bukti kekerasan pada Pakto Berutu.
Juga demikian halnya Kepala Desa Kendit Liang Bancin ketika di konfirmasi melalui Chatingang Whats App menyatakan hal yang sama, bahwa hasil VeR dari Puskesmas atas nama Pasien Pakto Berutu di nyatakan tidak ada bukti kekerasan.
" Hasil visum tidak ada kekerasan, "balas Randus Bancin.
Bancin juga menyatakan bahwa hasil VeR tersebut dinyatakan Polisi di hadapan Pakto Berutu dan keluarganya.
" Saya tidak melihat hasil visumnya, tapi kata Polisi waktu kami ketemu sama si Berutu dan keluarganya di Polsek,"juga balas Randus Bancin.
Sementara Kapolsek Tigalingga ketika di konfirmasi melalui Chat Whats App membalas bahwa hasil VeR belum di ketahui Polisi.
Kepala Puskesmas Tigalingga, Julienni ketika di konfirmasi tentang VeR yang di kuatkan Puskesmas Tigalingga, Julienni mengatakan tidak ada VeR yang di keluarkan Puskesmas Tiga Lingga.
" Tidak ada nama Pakto Berutu VeR Puskesmas Tigalingga, "jawab Julienni. (Delonsinaga).
Editor : Edy MDNews 01
