Gunungsitoli, Mediadunianews.com - Raib Tanpa sepengetahuan
Pengurus BUMDes ( Badan Usaha Milik Desa ) dan Warga desa Loloanaa Idanoi Dana BUMDes tahun 2019 sebesar 150.000.000 (Seratus Lima Puluh Juta) menjadi gunjingan di tengah warga, dan mencoba mempertanyakan kejelasan Dana setelah di lakukan penarikan dana dari tabungan BUMdes oleh Kepala desa bersama kroninya dari tabungan.
Novri selaku bendahara BUMDES menjelaskan bahwa uang yang di tarik 150.000.000 sebagaian telah di gunakan untuk membeli 2 unit laptop dan ATK lainnya dengan biaya sebesar Rp.18.000.000, dan Penarikan dana BUMdes atas inisiatif Direktris BUMDES (Ina Keysa), Bendahara BUMDES (Novri) dan penasehat BUMDES (kepala desa Loloanaa Idanoi Edieli Batee) tanpa sepengetahuan pengurus BUMdes yang lain. Sembari mengarahkan warga lebih tepatnya ke Direktris saja di pertanyakan, dengan nada santun sambil menebar senyum lebar yang akrab dengan nada akhir “Apalah saya hanya seorang bendahara.,”ungkapnya.
Saat warga mempertanyakan ke Direktris tentang Dana BUMDes tersebut, salah satu warga yang tidak mau disebutkan identitasnya tidak mendapat perlakuan yang santun malah dengan nada emosi beliau menjelaskan bahwa masalah dana BUMDes saya tidak mengetahuinya silahkan tanyakan kepada Kepala Desa ( Edieli Batee-red) selaku penasehat, tegasnya
Di tempat terpisah salah seorang warga yang juga sebagai pengurus BUMDes yang tidak bersedia di sebutkan identitasnya mempertanyakan kepada Kepala Desa ( Edieli Batee-red) selaku penasehat terkait adanya penarikan uang sebesar 150.000.000 dari tabungan BUMDes, Minggu ( 26/04/20) Mengapa sampai saat ini belum ada final berkas penerima dana BUMdes sesuai hasil musyawarah Masyarakat dan Pengurus BUMdes tapi kenapa bisa dilakukan penarikan dana dari tabungan BUMdes?
Iya betul kita telah melakukan penarikan dari tabungan BUMDes sebesar Rp.150.000.000, pada bulan Desember 2019 kalau tidak salah, dan uang itu sebagian kita telah belanjakan untuk keperluan pembelian Laptop dan ATK sebesar Rp.18.000.000. sisa uang itu ada ditangan bendahara, dan saya bertanggungjawab kok “ ungkap Kepala Desa
Wakil Ketua YUSMAN BATEE Bidang Pengawas BUMDes Desa Loloanaa Idanoi yang di konfirmasi via telpon oleh warga dan pengurus BUMdes terkait adanya penarikan dana Rp.150.000.000 dari tabungan BUMDes, dengan nada kecewa bahwa sama sekali tidak di ketahuinya penarikan dana terselubung ini dan sampai saat ini pihak pengurus (Direktris dan Bendahara-red) belum menyampaikan laporan ke saya demikian juga kepala Desa selaku penasehat, paparnya
“ Tindakan seperti ini sangat kita sayangkan mereka melakukan penarikan dana secara kucing kucingan ( Direktris, Bendahara dan Kepala Desa ) tanpa mereka sadari bahwa mereka di pilih oleh warga untuk menjadi Teladan yang mampu di percaya membangun desa tentunya.
Warga Masyarakat dan pengurus BUMdes meminta pertanggungjawaban (Direktris, Bendahara, dan Kepala Desa) Loloanaa Idanoi kec.Gunungsitoli Idanoi kota Gunungsitoli atas penarikan dana telah dilakukan bulan Desember 2019 yang lalu sampai saat ini down tanpa arah tujuan, dengan mengajukan permohonan kepada Wali Kota Gunungsitoli dan cq.Inspektorat Kota Gunungsitoli agar melakukan pemanggilan terhadap pihak-pihak yang terlibat dalam dugaan Korupsi dan Penyalahgunaan Jabatan dan apabila terbukti akan diproses secara hukum.
Hingga berita ini diturunkan masih belum ada tindakan pemanggilan terhadap yang bersangkutan. (MDN TL)
Pengurus BUMDes ( Badan Usaha Milik Desa ) dan Warga desa Loloanaa Idanoi Dana BUMDes tahun 2019 sebesar 150.000.000 (Seratus Lima Puluh Juta) menjadi gunjingan di tengah warga, dan mencoba mempertanyakan kejelasan Dana setelah di lakukan penarikan dana dari tabungan BUMdes oleh Kepala desa bersama kroninya dari tabungan.
Novri selaku bendahara BUMDES menjelaskan bahwa uang yang di tarik 150.000.000 sebagaian telah di gunakan untuk membeli 2 unit laptop dan ATK lainnya dengan biaya sebesar Rp.18.000.000, dan Penarikan dana BUMdes atas inisiatif Direktris BUMDES (Ina Keysa), Bendahara BUMDES (Novri) dan penasehat BUMDES (kepala desa Loloanaa Idanoi Edieli Batee) tanpa sepengetahuan pengurus BUMdes yang lain. Sembari mengarahkan warga lebih tepatnya ke Direktris saja di pertanyakan, dengan nada santun sambil menebar senyum lebar yang akrab dengan nada akhir “Apalah saya hanya seorang bendahara.,”ungkapnya.
Saat warga mempertanyakan ke Direktris tentang Dana BUMDes tersebut, salah satu warga yang tidak mau disebutkan identitasnya tidak mendapat perlakuan yang santun malah dengan nada emosi beliau menjelaskan bahwa masalah dana BUMDes saya tidak mengetahuinya silahkan tanyakan kepada Kepala Desa ( Edieli Batee-red) selaku penasehat, tegasnya
Di tempat terpisah salah seorang warga yang juga sebagai pengurus BUMDes yang tidak bersedia di sebutkan identitasnya mempertanyakan kepada Kepala Desa ( Edieli Batee-red) selaku penasehat terkait adanya penarikan uang sebesar 150.000.000 dari tabungan BUMDes, Minggu ( 26/04/20) Mengapa sampai saat ini belum ada final berkas penerima dana BUMdes sesuai hasil musyawarah Masyarakat dan Pengurus BUMdes tapi kenapa bisa dilakukan penarikan dana dari tabungan BUMdes?
Iya betul kita telah melakukan penarikan dari tabungan BUMDes sebesar Rp.150.000.000, pada bulan Desember 2019 kalau tidak salah, dan uang itu sebagian kita telah belanjakan untuk keperluan pembelian Laptop dan ATK sebesar Rp.18.000.000. sisa uang itu ada ditangan bendahara, dan saya bertanggungjawab kok “ ungkap Kepala Desa
Wakil Ketua YUSMAN BATEE Bidang Pengawas BUMDes Desa Loloanaa Idanoi yang di konfirmasi via telpon oleh warga dan pengurus BUMdes terkait adanya penarikan dana Rp.150.000.000 dari tabungan BUMDes, dengan nada kecewa bahwa sama sekali tidak di ketahuinya penarikan dana terselubung ini dan sampai saat ini pihak pengurus (Direktris dan Bendahara-red) belum menyampaikan laporan ke saya demikian juga kepala Desa selaku penasehat, paparnya
“ Tindakan seperti ini sangat kita sayangkan mereka melakukan penarikan dana secara kucing kucingan ( Direktris, Bendahara dan Kepala Desa ) tanpa mereka sadari bahwa mereka di pilih oleh warga untuk menjadi Teladan yang mampu di percaya membangun desa tentunya.
Warga Masyarakat dan pengurus BUMdes meminta pertanggungjawaban (Direktris, Bendahara, dan Kepala Desa) Loloanaa Idanoi kec.Gunungsitoli Idanoi kota Gunungsitoli atas penarikan dana telah dilakukan bulan Desember 2019 yang lalu sampai saat ini down tanpa arah tujuan, dengan mengajukan permohonan kepada Wali Kota Gunungsitoli dan cq.Inspektorat Kota Gunungsitoli agar melakukan pemanggilan terhadap pihak-pihak yang terlibat dalam dugaan Korupsi dan Penyalahgunaan Jabatan dan apabila terbukti akan diproses secara hukum.
Hingga berita ini diturunkan masih belum ada tindakan pemanggilan terhadap yang bersangkutan. (MDN TL)
Tags
Daerah

