POLRES MIMIKA, AMANKAN 7 ORANG DI DUGA GAGALKAN PLENO

Timika Papua, MediaDuniaNews.com - Pada saat jalannya rapat pleno terbuka di dalam gedung Eme Neme Yaware sempat ada beberapa caleg yang tidak menerima putusan KPU sehingga terjadi keributan, dan tak lama kemudian anggota berhasil mengamankan 3 0rang dari dalam gedung bawah ke kantor polres, kamis (01/08/19).

tadi ada beberapa instrupsi, secara demokrasi wajar untuk menyampaikan pendapat  tapi semuanya itu sudah ada koridornya sudah ada aturannya ada pimpinan rapat ada pengawas dari Bawaslu dan apabila ada pihak-pihak yang dikendarai ingin mengganggu jalannya pleno, kata JKapolres

Kapolres menambahkan, bahkan ada indikasi kuat menggagalkan jalannya pleno yang kita duga memang yang bersangkutan ingin gagalkan jalannya pleno, untuk bisa memenuhi keinginannya sebagai sala satu anggota DPRD, ini kita sayangkan.

"Dan kami dari TNI Polri hadir di sini untuk memberikan rasa aman atas permintaan dari pimpinan rapat maupun ketua Bawaslu, "ujarnya.

Tambah kapolres, "kami amankan 3 0rang dan itu perintah Bawaslu bawalah untuk mengamankan yang bersangkutan jadi kita amankan". Dan ini semua untuk kepentingan masyarakat banyak, "ungkap Kapolres.

Setelah anggota polres amankan 3 orang dari gedung Eme Neme, anggota kembali amankan 4 orang  yang diamankan  di Irigasi.

kami dapat informasi tadi di irigasi ada anggota PPD yang diserang kediamannya oleh salah satu caleg yang juga kala atau tidak lolos, ungkap kapolres di depan gedung Eme Neme, kamis (01/08/19).

Pada hal di janjikan suara yang ada katanya bisa masuk, ini yang kita sayangkan tidak boleh ada seorangpun meskipun dia seorang caleg.

“Kita sarankan ini tidak boleh terjadi apalagi seorang caleg harus mengambil langka persekusi atau main hakim sendiri. Seharusnya dia bawah data yang dia miliki, dilaporkan nota keberatan kepada Bawaslu maupun Sentra Gakumdu. Pasti ada komparasi data. Kalau benar dia masuk pasti akan masuk tapi kalau tidak bisa jangan dipaksakan,” pungka Kapolres.

Anggota PPD ini mengatakan bahwa caleg dapil V ini bersama masyarakat pendukungnya merasa iapun seharusnya menjadi anggota DPRD Mimika karena memiliki suara yang cukup.

“Masyarakat pikir dia dapat, harapan mereka namanya juga tadi disebutkan tapi ternyata tidak ada di dalam daftar 35 kursi. Makanya mereka pikir saya yang jual suara. Saya sudah jelaskan semuanya tetapi mereka tidak terima dan saya merasa terancam sehingga saya hubungi polisi,” ungkap sala satu anggota PPD kepada wartawan saat di amankan anggota Polres

Dedi Abakai
Editor : Edy MDNews 01.
Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال