Timika Papua, MediaduniaNews.com - Masyarakat pemilik hak sulung terdiri dari tiga kampung di wilayah PT. Freeport indonesia yaitu kampung Tsinga, Waa Banti dan Arwanop (Tsingwarop) sangat mendukung Forum Pemilik hak sulung (FPHS) yang selama ini memperjuangkan hak-hak atas kekayaan alam yang sudah bertahun-tahun di kelolah oleh PT.Freeport indonesia.Ketiga kepala suku dari tiga kampung ini mengatakan, kami selama ini belum merasakan hasil tambang yang sebenarnya, berpuluh-puluh tahun PT.FI ambil emas dan hasil tambang yang lain.
Tetapi kami dan anak cucu kami belum merasakan yang sebenarnya, inilah waktu untuk kami berjuang demi anak cucu kami ke depan, ungkap ketiga kepala suku kepada wartawan, senin (29/07/19) di honai FPHS.David Beanal Kepala suku Tsinga menambahkan, pihaknya mendukung seratus persen kepada FPHS yang selama ini berjuang untuk tiga kampung selaku pemilik hak ulayat. Selama bertahun-tahun kami tidak pernah merasakan kekayaan alam sedikpun.
Kami yakin akan mendapatkan kembali hak kami yang sesungguhnya, karena kami mendapat dukungan dari banyak pihak termasuk PT FI dan pemerintah pusat melalui perjuangan (FPHS), "ujarnya.
"Dengan adanya FPHS kami yakin ini adalah utusan dari tuhan untuk memperjuangkan kami bisa mendapat kembali hak kami yang sebenarnya, jadi kami sangat mendukung, "ungkapnya.
Warga menambahkan, kami sangat menyesalkan adanya peryataan yang sama sekali tidak mendukung perjuangan FPHS. Dan mereka yang tidak mendukung perjuangan FPHS itu, mereka hanya mementingkan keuntungan pribadi tanpa memikirkan nasib masyarakat yang lain.
" Dan apa yang di lakukan oleh FPHS selama Dua tahun ini, merupakan perjuangan anak-anak muda yang perduli kepada nasib masyarakat sehingga mendapat dukungan dari berbagai pihak," katanya.
Kepala suku Aroanop menambahkan, Pihaknya sangat mendukung secara penuh perjuangan FPHS, pihaknya meminta kepada pemerintah provinsi papua dan Pemkab. Mimika untuk mengakui perjuangan FPHS dan mendukungnya, "ujarnya.
Sala satu toko perempuan perwakilan tiga kampung, menceritakan kisah waktu kecil melihat orang tuanya waktu di datangi orang2 hebat saat itu. Ia menceritakan sambil mencucurkan airmata di depan wartawan, Saya dan saudara-saudara saya saat melihat orang-orang hebat datang di kampung saya dan menemui orang tua-tua kami.
Mereka bawah makan untuk kami, dan mereka sambil berbicara ke pada orang-orang tuakami tetapi saya dengan saudara yang lain tidak tau apa yang mereka bicarakan.
Dan saat ini saya menyadari kenapa hasil bumi di bawah rumah saya dan saya tinggal di atas bumi yang penuh dengan hasil kekayaan tetapi kenapa saya masih menderita seperti ini.
Disinilah saya menyadari cukup orang tua saya dan saya menderita, tetapi saya tidak mau anak-anak saya dan cucu saya menderita lagi. Jadi kami sangat mendukung Dan berjuang bersama FPHS untuk menyelamatkan hasil kekayaan kami untuk anak-anak kami dan cucu kami kedepan, "ungkapnya.
Dedi Abakai
Editor : Edy MDNews 01
Tags
Daerah