PEDAGANG MAMA-MAMA PAPUA AMUNGME DAN KAMORO, DEMO MENOLAK BERJUALAN DI PASAR SENTRAL MIMIKA

Timika Papapua, MediaDuniaNews.com - Pedagang Papua  dalam hal ini pedagang mama-mama  dua suku besar Amungme dan Komoro,  pada Kamis (20/06/19) unjuk rasa di Kantor Bupati tolak Berjualan di pasar sentral  timika.

Unjuka rasa tersebut berawal dari penertiban  terhadap pedagang Papua yang di Pasar Lama Jalan Bhayangkara, dimana pedagang Papua yang ada direlokasi ke Pasar Sentral jalan Hasanuddin

Para pedagang Papua, dalam unjuk rasa itu meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika membangun pasar lokal, khusus untuk masyarakat Amungme dan Kamoro dan 5 kerabat suku lainnya.

Ketua Koordinator aksi,  Tersila Wanmang mengatakan jika Pemkab ingin  semua pasar pada satu tempat yakni dipasar Sentral, maka Pemkab juga harus menyediakan sarana- prasarana penunjang transportasi bagi mama-mama Papua.

"Karena  kalau kami semua harus berpusat di pasar Sentral itu, artinya tempat kami untuk menjual semakin jauh dan untuk menempuh itu kami butuh transportasi yakni ojek, dan ojek sekarang semakin mahal, dan belum lagi kami pulang balik, belum tentu juga hasil jualan kami laku dan kalau lakupun kami tidak mendapatkan untung malah rugi,  lalu untuk kebutuhan hidup kami bagaimana.?, " tuturnya

Saat ini, kata Mama Tersila pedagang Mama Papua yang ditertibkan dari pasar lama tidak mendapat tempat yang kosong di Pasar Sentral, karena semua tempat yang ada sudah dimiliki pedagang non papua, sedangkan tempat yang kosong harus disewakan baru bisa ditempati.

"Pemkab harusnya memperhatikan kami sebagaimana yang telah tertera dalam Undang-undang (UU) nomor 21 tahun 2001, tentang otonomi khusus (Otsus) sehingga kami sebagai orang papua selayaknya diperlakukan sebagaimana juga otsus itu  berlaku, "ujarnya

Para pedagang Mama meminta Pemkab dapat membangun Pasar khusus Mama Papua seperti yang dibangun Pemda Propinsi Papya yang mana bangunan pasar tersebut khusus bagi Orang Asli Papua (PAP)  dan pasar tersebut berada pas ditengah kota.

Keinginan Mama Papua  menolak untuk berjualan di Pasar Sentral, karena disana kata Alegonda Nokoro,orang papua belum sepenuhnya bisa bersaing dengan orang pendatang, orang Papua  hanya berjualan untuk kebutuhan hidup sehari-hari.

"Pasar lama adalah pasar Mama-mama Papua,  kami tidak bisa lari kemana- mana,  dan kami hanya minta kalau bisa bangun Pasar khusus untuk kami orang Papua. Kami tetap ingin di pasar lama,  karena biaya trasportasi menuju ke Pasar Sentra mahal, "ujar Mama Alegonda.

Ia juga berharap Dinas Satpol-pp, tidak hanya melihat dan mengurus Pasar lama saja namun  harus turun melihat semrawutnya pasar -pasar selain pasar lama, seperti gorong-gorong.

Tambah mama Emma Natkime, jika Pemerintah ingin menata kota yang baik, seharusnya diperbaiki  dahulu pasar-pasar dan menata pedagang Papua yang hingga kini masih menjual di pinggiran jalan dan masih banyak pasar yang semrawut.

"Pemerintah harus melihat kami masyarakat kecil, Kami  bukan binatang, tolong perhatikan kami, "ungkap Mama Emma.

Untuk rasa tersebut, diterima dengan baik oleh Asisten Bidang Pemerintahan  Setda Mimika,  Demianus Katiop, Kadis Pol-Pp Mimika, Willem Naa, dan Sekretaris Disperindag Mimika, Innosensius Yoga Pribadi.

Asisten Bidang Pemerintahan Demianus, kepada para pedagang mama-mama Papua mengatakan Pemkab Mimika saat ini sementara dalam proses untuk  menata pasar-pasar yang ada di Mimika.

Penataan pasar tersebut, dimana untuk persiapan Pesta Olahraga  Nasional (PON) yang mana untuk menampilkan wajah kota yang bersih dan rapi.

"Pada Selasa (25/06/19) mendatang kami akan ada rapat besar mengenai penataan pasar di Mimika,  disitu semua apa yang menjadi ketidaknyamanan para pedagang Papua akan disampaikan kepada Bupati selaku pimpinan dan mencari solusi terbaiknya, "ujar Demianus

Masalah Transportasi dan Pembangunan Pasar khusus, kata Demianus akan dibicarakan khusus oleh Pemerintah.

Tambah Kadis Pol-PP, Willem Pemerintah tetap berupaya untuk menata pasar di Mimika, yang berangkat dari keprihatinan melihat pedagang mama-mama papua, yang harus terus menjual pada tempat yang layak,  sehingga pemkab sedang berupaya untuk bangun pasar yang layak.

"Dalam waktu dekat,  Pemkab Mimika  akan bersihkan Lokasi Pasar Sentral,  dan semua akan didata ulang untuk kembali menata Pasar yang ada. Pasar Sentral akan ditata ulang,  dan semua pasar akan  berpusat pada pasar Sentral, "ujarnya.

"Pemerintah terus berupaya untuk menata wajah kota Timika menjadi lebih baik,  dan menata pasar-pasar yang ada menjadi baik,  namun semua butuh proses, "Tambah Sekretaris Disperindag Yoga.

Untuk merubah sesuatu, "ungkap Yoga tidak segampang membalikkan telapak tangan tapi harus melalui proses.


Dedi Abakai
Editor : Edy MDNews 01.
Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال