Medan, MediaDuniaNews.com - Ratusan Angkutan Transportasi Umum Becak Bermotor (Satu Betor) melakukan aksi unjukrasa, Kamis (27/6/2019) di depan Gedung DPRD Sumut, Jalan Imam Bonjol, Medan, menyambut putusan Mahkamah Konsititusi (MK) yang digelar di Jakarta.
Para aksi demo mereka membawa berbagai atribut seperti spanduk dan potongan karton yang betuliskan dukungan mereka terhadap hasil keputusan MK, dan mereka juga menolak adanya pertikaian berkelanjutan imbas hasil pilpres yang tidak memuaskan salah satu kubu.
Ketua Umum DPP Satu Betor, Johan Merdeka kepada wartawan menyatakan siap juga menjadi garda terdepan, menjaga kondusifitas di kota Medan.
"Kami siap juga menjadi garda terdepan untuk ikut serta melakukan kondusifitas di kota Medan, "ungkap Johan.
Kepada kubu yang menang dalam pilpres, Johan meminta agar memberi perhatian kepada para tukang becak, sebagai masyarakat marjinal.
"Butuh perhatian serius karena komunitaa betor di kota medan ada lebih kurang 50rb. Baik yang beroperasi pagi hari, siang dan malam hari. Kami butuh perhatian dan perlindungan karena hingga hari ini abang betor dalam kondisi memperhatikan akibat ada angkutan bebasis online. Pendapatan abang betor hari ini tidak sependapatan sebelum angkutan berbasis online, "terangnya.
Pantauan wartawan di lokasi, selesai menyampaikan orasi, massa menyerahkan tuntutannya kepada Ka. Subbag Pelayanan Masyarakat Rospita Pandiangan, SE. Terlihat pengamanan dari pihak Polri dan TNI. Lalu, membubarkan diri dengan tertib. (zato)
Editor : Edy MDNews 01.
Para aksi demo mereka membawa berbagai atribut seperti spanduk dan potongan karton yang betuliskan dukungan mereka terhadap hasil keputusan MK, dan mereka juga menolak adanya pertikaian berkelanjutan imbas hasil pilpres yang tidak memuaskan salah satu kubu.
Ketua Umum DPP Satu Betor, Johan Merdeka kepada wartawan menyatakan siap juga menjadi garda terdepan, menjaga kondusifitas di kota Medan.
"Kami siap juga menjadi garda terdepan untuk ikut serta melakukan kondusifitas di kota Medan, "ungkap Johan.
Kepada kubu yang menang dalam pilpres, Johan meminta agar memberi perhatian kepada para tukang becak, sebagai masyarakat marjinal.
"Butuh perhatian serius karena komunitaa betor di kota medan ada lebih kurang 50rb. Baik yang beroperasi pagi hari, siang dan malam hari. Kami butuh perhatian dan perlindungan karena hingga hari ini abang betor dalam kondisi memperhatikan akibat ada angkutan bebasis online. Pendapatan abang betor hari ini tidak sependapatan sebelum angkutan berbasis online, "terangnya.
Pantauan wartawan di lokasi, selesai menyampaikan orasi, massa menyerahkan tuntutannya kepada Ka. Subbag Pelayanan Masyarakat Rospita Pandiangan, SE. Terlihat pengamanan dari pihak Polri dan TNI. Lalu, membubarkan diri dengan tertib. (zato)
Editor : Edy MDNews 01.
Tags
Daerah
