Diduga : Surat Pertapakan Bangunan Rawat Inap Lahomi Nisbar, "Belum Ada Hibah", Akan Tetapi Bupati dan Kadis Mengatakan "Sudah Ada".

Nias Barat, mediadunianews.co - Berdasarkan informasi yang beredar di kalangan masyarakat Kecamatan Lahomi Kabupaten Nias Barat, bahwa Pertapakan Bangunan Rawat Inap Puskesmas Lahomi, telah di sanggah oleh Pemilik tanah, dengan alasan belum dihibahkan dan kini mereka buat bangunan Pribadi sehingga akses jalan menuju rumah sakit, sulit untuk di lalui.

Untuk memastikan info tersebut, Sejumlah Pers konfirmasi kepada Pemilik tanah pertapakan Bangunan baru Rawat Inap Lahomi an. Selfinus Daeli (Ahli waris), Desa Sitelubanua Kec. Lahomi Kab. Nias Barat, di lapangan Selasa 04/06/19 mengatakan Sejauh ini dulu Pertapakan tersebut "Belum ada Hibah", dan kalau memang Pemkab Nias Barat Memegang suatu bukti bahwa Lahan yang dibangun sekarang "ADA", Silahkan....silahkan.... Tuntut saya, dan Saya menunggu, yang penting Lahan tersebut belum ada Hibah, Ungkapnya dengan Kecewa.

Adapun beberapa item rasa kekecewaan masyarakat yakni :
1. Tatanan di Rawat Inap tersebut "Tidak ada", mulai dari Lebel menuju WC dan lain lain
2. Pasien sering terparkir sehingga Pelayanan sama sekali tidak ada, katanya.

Untuk mengimbangi pemberitaaan Rekan rekan Pers, Langsung menuju Rawat Inap Lahomi, untuk konfirmasi kepada Kepala Puskesmas (KAMPUS), ternyata Kampusnya tidak di ruangan, menurut keterangan salah seorang PTT, Ibu itu Tidak masuk hari ini karena Cuti, sedikit Ianya menjelaskan bahwa Status Puskesmas Rawat Inap Lahomi Kab. Nias Barat, Sampai sekarang belum ada Ijin dari Menteri Kesehatan dari Pusat yang menyatakan Rawat Inap, "Ungkapnya.

Ditempat lain, Pemilik Tanah Faonasokhi Daeli juga, Desa Sitelubanua Kec. Lahomi Kab. Nias Barat mengatakan kepada media bahwa Pada Tahun 2017, Telah kita hibahkan Tanah tersebut dengan ukuran 60 × 60 Meter, Bahkan sudah dibangun.

Tahun berikutnya Bangunan Puskesmas lama di hancurkan dan di Bangun RAWAT INAP Lahomi Nias Barat, Sehingga Lewat dari ukuran yang saya hibahkan, sehingga saya membangun Sebuah Gudang di atas Hak milik saya bahkan serfikatnya Masih ada, "Tuturnya.

Atas Bangunanan tersebut karena telah melewati batas, FD Membicarakan kepada Abangnya juga Pemilik tanah, sehingga waktu itu adalah pengertian karena tanaman yang ada di dalam lahan tersebut yakni Karet Okulasi.

Ditegaskan lagi FD Mengatakan Lahan tersebut, sampai sekarang "Belum Dibuat Surat Hibah".

Disamping itu I'anya memberikan keluhan Masyarakat, ada salah seorang Pasien tidak dilayani di Puskesmas Lahomi, sehingga keluarga memutuskan untuk di bawa ke Rumah Sakit Gunungsitoli,  Namun apa yang terjadi Pasien itu, di tengah Jalan I'a menghembuskan Napas Terakhirnya, "Ujar FD.

Dihari yang sama, Pihak awak media Konfirmasi kepada Bupati Nias Barat Faduhusi Daeli, S.Pd, di Pondopo Bupati dan Beliau berhasil dijumpai, Ianya mengatakan Surat Hibah pertapakan Puskemas Lahomi "ADA", dan secara logika Pemda tidak Bodoh, membangun Puskesmas yang biayanya miliaran rupiah kalau tidak ada Hibah, Kemudian Status Puskesmas Lahomi, Memang masih Rawat Jalan, Salah satu tujuan Pemda mengatakan Rawat Inap adalah Untuk memberi semangat kepada Masyarakat agar tidak Kecewa.

Ianya menegaskan kalau memang mereka (Pemilik Tanah) tidak menghentikan kegiatan itu, Akan saya laporkan ke Penegak Hukum, Tegas Bupati Nias Barat.

Kadis Kesehatan Nias Barat Rahmati Daeli, saat konfirmasi melalui WhatsApp mengatakan "Mereka sudah menghibahkan".

Pengamatan Pers di lapangan, Selasa 04/06/19, Beberapa Pohon Pisang telah di tanam di depan Puskesmas Lahomi dan Perencanaan Pembangunan di Jalan menuju Rumah sakit di mana Pondasinya telah digali oleh Pemilik tanah, Disaat Sejumlah insan Pers mendatangi Puskesmas Lahomi, Para Petugas sedang melaksanakan kegiatan mereka dan disitu terlihat anak anak SMK yang sedang Prakerin.    (BD).

Editor : Edy MDNews 01.
Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال