Timika Papua, mediadunianews.co - Pangkostrad Letjen TNI Besar Harto Karyawan, didampingi Panglima Devisi III Kostrad Mayjen TNI Ahmad Marzuki tinjau langsung satuan Kostrad yang baru di Mimika, (Brigif-20/IJK/3 Kostrad dan Batalyon Infateri 754/ENK yang merupakan bagian dari Devisi 3 Kostrad yang berkedudukan di Makassar, kamis (14/03/19).Dimana pembangunan Devisi 3 Kostrad sedang berlangsung Pangkostrad mengatakan bahwa dalam waktu dekat juga akan dilakukan pemekaran terhadap Brigif-20/IJK/3 Kostrad karena akan ada 1 Brigade yang akan dibangun di Kabupaten Sorong
Satuan- satuan Kostrad yang berada di wilayah timur dalam hal ini Papua, dimana merupakan peralihan status dari satuan Kodam menjadi satauan Kostrad, yang mana menurutnya perlu mengingatkan kembali tujuan dan keberadaan dari satuan Kostrad, yang mana menjadi konsekuensi dalam cara berfikir, cara bertindak, cara bersikap sebagai prajurit Dharma Putra Kostrad, dan Cakra menjadi lambangnyaDalam penyampaiannya Pangkostrad menuturkan, Kostrad merupakan Komando Cadangan Strategi Angkatan Darat, mana fungsi dari cadangan tersebut adalah yang harus lebih kuat yang siap pakai sewaktu digerakan, dan tentunya kemampuan seorang prajurit harus terus diasa dan dilatih, sehingga digerakan dan semua masalah dapat terselesaikan
“Prajurit Kostrad harus mampu mengasah cakra yang dimiliki, agar menjadi prajurit yang professional dan dapat diandalkan, yang punya kemampuan karismatik, berwibawa, disegani oleh kawan maupun lawan ,” terangnya dalam memberikan penguatan kepada prajuritnya, "tuturnya.
Prajurit Kostrad harus mempunyai 5 kemampuan dan 1 kemampuan tambahan, yakni prajurit Kostrad harus mampu menjaga fisiknya dengan baik, prajurit Kostrad harus mampu menjaga kemampuan gerakan perorangannya dengan baik, Prajurit Kostrad harus mahir bernavigasi, Prajurit Kostrad harus mahir menembak, prajurit Kostrad punya kemampuan membela diri, dan harus mahir sesuai dengan spesialisasi jabatan.“ saya mengharapkan satuan Kostrad yang berada dibagain Papua khususnya di Timika untuk selalu mawas diri dalam menjaga kemampuan dan juga profesionalisme sebagai seorang prajurit,” tuturnya saat ditemui awak media seusai memberikan arahan kepada prajuritnya, "harapnya.
Karena kata Pangkostrad Besar, disitulah Cakra bagi seorang prajurit Kostrad, dan Cakra merupakan sesuatu yang ditakdirkan pada diri seorang prajurit Kostrad. Keberadaan cakra berada dalam diri masing- masing prajurit,yang mana Cakra tersebut harus mampu diolah karena cakra merupakan roh yang harus dipertanggung jawabkan masing- masing diakhirat nanti terhadap apa yang dilakukan dalam dunia.
“Untuk meningkatkan carkra yakni dengan menigkatkan kemampuan dalam membaca, dalam artian membaca bukan sekedar membaca buku, namun semua panca indra.
Bacalah apa yang kita lihat, bacalah apa yang kita rasa, bacalah apa yang kita dengar, dana bacalah apa yang kita kecap, kemampuan baca ini dengan memulai membaca diri kita sendiri, dengan apa yang ada pada,apa kemampuan kita, apa kekurangan kita.
Jika semua orang dan juga masyarakat maupun seorang prajurit punya kemampuan membaca maka, semua akan berjalan dengan baik dan daerah ini akan maju dan berkembang, "ujarnya
Karena ribuan peluang ada disekitar, dan diharapkan kepada masyarakat dapat membaca peluang tersebut dengan Cakra yang ada pada masing- masing pribadi, sehingga tidak gampang diadu-domba dan tidak gampang dipengaruhi diprovokasi oleh kepentingan-kepentingan orang-orang yang tidak bertanggung jawab.
“Saya menghimbau juga kepada masyarakat sekitarnya, Mari kita saling membaca satu sama lainnya terhadap kemampuan diri kita terhadap peluang yang ada di alam kita, lingkungan kita , sehingga menjadi semakin maju masyarakatnya, semakin cerdas, ”ungkapnya.
Dikatakannya, dengan kemampuan membacanya yang tinggi sehingga prajurit patut diteladani mereka memberikan contoh, memberikan panutan serta mengayomi masyarakat, melindungi masyarakat, mengamankan wilayah yang ada dari gangguan-gangguan orang yang tidak bertanggung jawab sehingga tujuan kita adalah kedamaian, yakni kedamaian di negeri ini jadi situasional.
Dedi Abakai
Editor : Edy MDNews 01.
Tags
Nasional