Sidikalang, mediadunianews.co - Duka yang di alami pasangan Robby Pinem dengan Endang Nababan begitu sakit Karena Bayi mereka Amelia Pinem yang betumur 8 bulan setelah di bawa ke rumah sakit akhirnya meninggalkan mereka untuk selamanya .Dan kejadian tersebut telah viral di Media Sosial.Sesuai pengakuan keluarga, pada Jumat (22/3/2019), sekitar pukul 15.00 Wib sore mereka membawa Amelia berobat ke RSUD Sidikalang. Setiba di IGD, Amelia ditangani petugas medis.
Mereka menyebutkan membawa Amelia ke rumah sakit karena sudah 3 hari demam dan mencret.
Tetapi, dalam proses mau rujuk itu pihak keluarga menunggu sangat lama. Kata petugas di sana , malam itu semua rumah sakit di Medan lagi tidak ada dokter anak. Hanya RS Bina Kasih yang tersedia dokter anak, itupun pihak rumah sakit memberitahu kepada keluarga Amelia agar menyediakan uang Rp.10 juta untuk uang panjar atau DP. Keluarga pun menyetujui hal itu, namun dalam proses mau berangkat rujuk, tiba-tiba pihak rumah sakit mengatakan tidak ada oksigen untuk dipakai selama perjalanan ke Medan, Sehingga membuat proses pemberangkatan sempat tertunda.
Menurut keterangan keluarga , selama perawatan di ruang Melur sebenarnya tabung oksigen yang dipakai bayi itu sudah habis. Jadi bukan ketika hendak dibawa ke mobil ambulans . Oksigen baru diketahui habis.
Direktur RSU Dairi, Dr.Henry Manik sangat menyesalkan kejadian tersebut. Dan turut menyampaikan belasungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan.Sementara itu, viralnya kejadian itu membuat anggota DPR RI DR.Junimart Girsang, SH MBA MH melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sidikalang Kabupaten Dairi, Sabtu (23/3/2019) .
Junimart langsung menemui direktur RSUD Sidikalang diruang kerjanya dan telah berkumpul dengan para dokter dan perawat yang menangani proses pengobatan terhadap Amelia pada malam itu.
"Informasi yang saya ketahui dari pihak keluarga menuding bayi itu meninggal karena kurang mendapat pelayanan medis secara maksimal dari pihak rumah sakit. Karena saya dengar ceritanya bahwa Amelia meninggal dunia pada, Jumat (22/3/2019), sekira pukul 22.00 WIB. Kasus ini viral di media sosial setelah diunggah akun facebook, "katanya.
Direktur RSUD Sidikalang, dr Hendri Manik dalam penjelasannya kepada anggota DPR RI itu dihadapan para wartawan dan para media membenarkan bahwa pasien atas nama Amelia dirawat di rumah sakit tersebut.
Menurutnya pasien datang dan diterima di IGD. Pasien diperiksa oleh dokter, ternyata ada indikasi demam dan diare.
"Dokter spesialis melihat bahwa kondisi si pasien tidak baik dan harus dirujuk karena kita juga tidak punya ruang ICU untuk bayi, "ungkapnya.
Ketika kondisi tersebut disampaikan ke pihak keluarga, kata Hendri Manik, pihak keluarga belum bersedia dan mereka mengatakan tunggu berembuk dulu. Tetapi dalam proses itu, petugas terus memberikan pelayanan pengobatan. Kemudian sekitar pukul 21.30 WIB, pihak keluarga menyetujui.
"Kemudian setelah mereka mau, kita mencari ambulans, karena kebetulan 4 ambulans kita lagi keluar merujuk pasien lain. Kita menghubungi Puskesmas Batang Beruh. Selanjutnya kita mengontak 5 rumah sakit di Medan, hanya Bina Kasih yang bersedia menerima pasien rujukan. Lalu, kita hendak berangkatkan pasien itu, tetapi pas dimobil tiba-tiba berhenti napas bayi itu. Lalu dibawa lagi ke ruangan, namun nasib berkata lain, Amelia meninggal, "paparnya.
Hendri membantah bahwa oksigen kosong saat bayi mau dirujuk. "Oksigen kita ada pak. Begitu juga proses ambulans tidak langsung ada kalau kita pesan, kan pasti menunggu beberapa menit baru datang. Kami sudah melakukan penanganan terbaik. Kami tidak bisa bermain-main demi menyelamatkan nyawa orang lain," ujar Hendri Manik yang disampaikan kepada anggota DPR RI yang putra Dairi itu.
Akhirnya Junimart menganjurkan supaya dari pihak rumah sakit mendatangi pihak keluarga korban, supaya pihak keluarga atau orangtua Amelia merasa dihargai dan memberikan penghiburan.
"Bila perlu kita sama-sama kerumah orang tua Amelia, "ungkap Girsang.
Dengan keprihatinan anggota DPR RI itu melihat apa yang dirasakan oleh orangtua Amelia,saat itu juga beranjak dari RSUD Sidikalang menuju rumah orangtua korban di Perumnas Lae Mbulan Kecamatan Sitinjo.
Namun pihak keluarga telah berangkat ke Tigalingga membawa jenazah Amelia ketempat orangtua Robby Pinem untuk dikuburkan. ( nining ).
Editor : Edy MDNews 01.
Tags
Kesehatan