WAKAPOLDA PAPUA, PIMPIN PENANDATANGANAN DAN PENGAMBILAN SUMPAH SELEKSI PENERIMAAN SEKOLAH INSPEKTUR POLISI SUMBER SARJANA TAHUN 2019

Timika Papua, mediadunianews,co - Wakapolda Papua Brigjen Pol Drs. Yakobus Marjuki pimpin Penandatangan Pakta Integritas dan Pengambilan Sumpah Dalam Rangka Seleksi Penerimaan Sekolah Inspektur Polisi Sumber Sarjana (SIPSS) T.A. 2019 Panda Papua bertempat di aula Rastra Samara Polda Papua, sabtu( 02/02/19 ).

Turut hadir Pejabat Utama Polda Papua, Pengawas Internal, Pengawas eksternal, Para panitia seleksi SIPSS, Peserta SIPSS serta Orang tua /wali dari peserta.

Pukul 13.00 wit, pembukaan yang diawali dengan doa dan dilanjutkan dengan menyanyikan oleh Indonesia Raya. Selanjutnya Pembacaan Pakta integritas dan dilanjutkan dengan penandatanganan Pakta integritas oleh Panitia, perwakilan dari peserta yang disaksikan langsung oleh orang tua/wali para peserta dan pengawas.

Dalam sambutannya Wakapolda Papua mengatakan, Para pejabat utama Polda Papua dan panitia sekalian yang saya hormati sebagaimana kita ketahui bersama bahwa permasalahan yang sering muncul dalam pelaksanaan tugas pokok Polri selama ini antara lain karena rendahnya kualitas sdm Polri, keterbatasan kemampuan dan profesionalisme personil Polri dalam melaksanakan tugas di lapangan, sehingga tidak mampu bersaing dengan pesatnya perkembangan situasi dan kondisi yang akhir-akhir ini terjadi di masyarakat.

Dalam situasi seperti ini kita harus melakukan berbagai terobosan yang kreatif secara cermat,besok cerdas dan cepat serta dapat berpikir dengan tepat untuk menentukan tindakan yang lugas dan tegas dalam menghadapi kompleksitas persoalan yang terjadi di dalam masyarakat. Upaya peningkatan kemampuan sumber daya manusia polri tersebut haruslah melalui suatu proses yang terencana dan terprogram dengan kajian-kajian ilmiah yang dimulai dari proses rekrutmen yang bersih, transparan akuntabel dan humanis atau betah dengan menghindarkan perilaku korupsi, kolusi, konspirasi dan nepotisme atau K3N, karena perilaku tersebut hanya akan menghasilkan personil yang bermental bobrok yang pada ujungnya akan merusak tatanan institusi Polri yang kita cintai bersama.

Kita tentu sangat menyadari bahwa upaya peningkatan profesionalisme Polri bukanlah tanpa kendala dan tantangan. Standarisasi profersonalisme polri yang mengacu pada peran Polisi yang multifaset sebagai tipologi identitas peran Polisi sebagaimana disebutkan di dalam pasal 5 undang-undang kepolisian yaitu Sebagai alat negara yang berperan dalam memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat, Peran sebagai penegak hukum, Tetap peran sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat. Implementasi ketiga peran ini di masyarakat sering kali mengalami tumpang-tindih, dan gesekan-gesekan yang kemudian menjadi tantangan tersendiri dalam peningkatan profesionalisme Polri.

Sebagai tindak lanjut dari upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia polri tersebut, juga telah mengeluarkan kebijakan guna percepatan implementasi reformasi Polri sebagai institusi yang dipercaya sebagai pelopor revolusi mental bangsa dengan membentuk tim Saber pungli serta pelibatan pengawas eksternal dan internal dalam pelaksanaan rekruitmen anggota polri guna meningkatkan mutu pelayanan dibidang recruitment sehingga dari proses yang bersih diharapkan akan menghasilkan calon anggota Polri yang berkualitas serta clear and clean bersih dan tanpa masalah atau zero complain sehingga dengan demikian kita mampu menempatkan institusi Polri sebagai institusi yang terpercaya sebagai pelopor revolusi mental dan penggerak tertib sosial di ruang publik.

Dalam rangka peningkatan penguatan fungsi SDM Polri, dengan memperhitungkan perkembangan aspek kehidupan sesuai siklus  bin SDM maka perlu ditindaklanjuti dalam suatu langkah nyata di antaranya adalah pelaksanaan rekruitmen yang bersih transparan, akuntanbel dan humanis ( betah ), sejalan dengan perkembangan lingkungan strategis melalui proses rekrutmen kreatif yang lebih efisien dan efektif.

Ada beberapa penekanan yang ingin saya sampaikan yaitu, Kuatkan komitmen polri untuk melahirkan personil Polri yang berkarakter dan memiliki jiwa kepemimpinan serta integritas, Melaksanakan proses rekruitmen personil Polri dengan tetap berlandaskan prinsip betah, sehingga mendapatkan calon yang lebih berkualitas dan hilangkan budaya korupsi, kolusi, konspirasi dan nepotisme, Jabarkan kebijakan pimpinan melalui sop yang jelas sehingga tidak ada keraguan bertindak dalam prosesnya, Buka akses bagi semua pihak, terutama pada pengawas eksternal dan internal sebagai implementasi prinsip betah dan anti  K3N.

Kecuali mengenai hal-hal yang sifatnya rahasia terutama tentang hak privasi peserta rekruitmen, Jangan memberikan statement kepada media ataupun masyarakat tentang hal-hal yang belum jelas sumbernya agar tidak menyebabkan kebingungan dari semua pihak serta Tingkatkan kerjasama dan koordinasi antar sesama panitia dan para pengawas guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Selanjutnya saya ucapkan selamat berjuang secara sportif Semoga kita dapat berikan yang terbaik bagi Polri Polda Papua dan tanah Papua ini.

Kepada peserta penerimaan SIPSS dan keluarga, isu isu dari dulu kalau masuk polisi itu bayar. Sekarang ini lebih transparan dan jelas, kita harus waspada karena masih ada penipu-penipu yang bermain. Peserta atau orang tua jangan percaya dengan penipu, kalian harus bekerja keras, berlatih agar membuahkan hasil yang memuaskan nantinya. Kapolda mengambil kebijakan yang berkaitan dengan OAP, kapolda akan bicara kepada Kapolri. Kita akan mencari bibit  yang betul-betul mampu yang terbaik dari yang terbaik.


-Sumber, Kasubbid Penmas Bid Humas Polda Papua, AKBP Suryadi Diaz.
-Dedi Abakai
-Editor : Edy MDNews 01.
Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال