KAPOLSEK KUALA KENCANA IPTU Y.HARIKATANG BERSAMA KASATGAS AMOLE PTFI KOMPOL A. KORWA, BERHASIL MENGAJAK KEDUA KELOMPOK BERDAMAI

Timika Papua, mediadunianews.co - personil dari Polsek Kuala kencana yang dipimpin Kasatgas Amole dan Kapolsek Kuala Kencana tiba di Mile pos 48 untuk bertemu dengan kedua kelompok yang bertikai, kamis ( 31/01/19 ). Dan langsung mendengar keterangan dari sekitar 15 orang pendulang kelompok bapak Saul yang mengungsi di depan Pos Subsatgas Mile 48.

Pada tanggal 30 Januari 2019 sekitar pukul 13.30 WIT saat pendulang dari lokasi bapak Saul yang berada di Mile 48 sisi sungai sebelah timur melakukan aktivitas mendulang didatangi oleh sekitar 35 orang masyarakat asli Papua yang merupakan kelompok dari Akim Kula yang merupakan kepala lokasi pendulangan di Mile 48 dibagikan sisi sungai sebelah barat Namun karna kalah jumlah akhirnya kelompok Saul Murib menyelamatkan diri naik ke pos Sub satgas TNI MP 48 yang dipimpin danpos SRK Mika (Brigif 20/IJK/Kostrad).

Saat berlari meninggalkan lokasi pendulangan kelompok Saul Murib sempat melihat kelompok Akim Kula merusak alat dulat dan membakar sekitar 10 camp tempat mereka  tinggal.

Masyarakat putra daerah kelompok dari Akim Kula mulai tiba di depan Pos subsatgas RPU Mile 48 dan langsung dilakukan mediasi oleh IPTU Y. Harikatang (Kapolsek Kuala Kencana) menyampaikan, kejadian kemarin bukan permasalahan perang suku tapi permasalahan biasa karena dikali merupakan tempat mencari makan, jadi piring makan kita tidak boleh picah.

Untuk itu hari ini harus selesai tidak boleh ada selisih paham atau permasalahan setelah hari ini, uangkap dengan tegas.

Kompol A Korwa (Kasatgas Amole) menambahkan, saya selaku Dansatgas amole bertanggung jawab atas apa yang terjadi di area PTFI, selain itu saya sendiri orang Papua yang kebetulan sekolah dan dipercaya oleh negara untuk memimpin 600orang Personil keamanan jadi kalau kedepan ada permasalahan keributan di area perusahaan PTFI saya akan tangkap.

Terimakasih kepada pihak bapak Sawul Murib telah menahan diri tidak lempar panah balas kelompok Akim Kula yang datang serang lokasi pendulangan milik Sawul Murib sehingga tidak jatuh korban, "ungkapnya.

Keterangan dari Akim Kula, kemarin memang saya datang ke lokasi Sawul Murib dan membakar Camp karna saya ingin mendulang ditempat tersebut untuk bayar kepala, selesai bayar kepala lokasi akan saya kembalikan kepada Sawul Murib.

Keduanya kelompok Saul dan Kimi Murib punya lokasi dulang dekat jembatan tempat kita menyebrang sehingga kita tidak bisa leluasa untuk menyebrang ke bagian timur sungai saat mau pulang pergi dari lokasi pendulangan, "katanya.

Bapak Sawul Murib menambakan, selama ini area pendulangan ini milik kami tapi karena beberapa waktu lalu terjadi perang di Kwangki NaraNarama dan kami tidak naik ke lokasi dulang namun saat kita naik kita melihat Akim Kula beserta adik-adiknya sudah diokasi tempat pendulangan kami.

Saat itu kami sudah sampaikan kepada Akim Kula bahwa kami mau dulang dilokasi kami untuk itu kalau bisa kamu bisa pindah kelokasi sebelah kali yang masih kosong namun Akim Kula tidak mau pindah dan tetap mau mendulang di tempat tersebut.

Kemarin saudara Akim Kula sempat panah kami sebanyak 3x bahkan kami sempat emosi untuk balas panah tapi akhirnya saya berfikir lebih baik masalah ini diselesaikan melalui aparat keamanan biar tidak meluas dan saat kembali saya melihat mereka bakar alat dulang dan Camp tempat kami dulang, "ungkapnya.

Tamba Kapolsek Kuala Kencana, sekarang masalah sudah terjadi sekarang bagaimana solusi penyelesaiannya, "himbaunya.

Tamba Kasatgas Amole, saya orang Papua selaku Kasatgas minta masalah ini selesai hari ini juga kalau tidak selesai saya akan swiping dilokasi pendulangan biar tidak ada lagi masyarakat mendulang di area kali kabur.

Tamba Bapak Saul Murib, kalau mau saya kasih Akim Kulla lokasi dulang di atas lokasi saya kalau tidak mau tidak usah karna dia ini kemenakan saya tapi kemarin dia kejar saya seperti musuh bukan seperti keluarga lagi.

Tamba Kapolsek Kuala Kencana, kita sudah sama-sama mendengar penyampaian dari Akim Kulla kalau dia dikasih diatas lokasi Saul Murib dia tidak mau dan dia akan mendulang di sekitar lokasi Mile 47 dilokasi istri dari bapak Yohanis Kulla (tokoh masyarakat Damal)

Akhirnya kedua belah pihak yang sudah sepakat untuk berdamai, kedepan tidak ada lagi perselisihan atau permasalahan diarea pendulangan, "ungkap kasatgas Amole.

Pertemuan selesai dan kelompok masyarakat Sawul Murib dan Akim Kulla kembali ke lokasi pendulangan masing-masing dan Personil TNI/POLRI kembali kemako situasi aman dan terkendali.

Dedi Abakai
Editor : Edy MDNews 01.


Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال