Timika Papua, mediadunianews.co - Sebanyak 60 orang peserta ujian khusus Tukang Buru Bagunan yang mana di laksanakan oleh PUPR Provinsi papua secara gratis di kantor PU- Satker PJN Provinsi Papua Wilayah VI (timika), pada akhir tahun 2018 di bulan desember tanggal 30 sampai dengan 31, selasa ( 12/02/19 ).Dan selama dua hari dilaksanakan ujian tersebut para tukang dari 60 peserta yang lulus ujian 58 orang, dan dari 58 0rang yang lulus itu sudah bermacam-macam tukang, seperti tukang batu, tukang besi, tukang kayu, tukang gecor dan lain-lain.
Ini adalah ujin awal para tukang yang ada di kab. mimika dan ujian ini gratis yang di laksanakan oleh PUPR Provinsi Papua di tahun 2018 akhir di bulan desember dan di tahun 2019 ini pasti ada juga tetapi kami belum tau apakah masih gratis atau tidak, ujar Ismadi kepada wartawan MediaDuniaNews. co di ruag kantor, selasa (12/02/19).
Ismadi menambahkan, jumlah peserta ujian ada 60 tetapi yang lulus 58 0rang, dan ini awal di timika. Dan harapan kami agar tahun ini apabila ada adakan ujian yang sama kami minta kepada seluru tukang yang belum mengikuti ujian atau belum memiliki Sertifikat tukang agar bisa mengikuti, karena dengan adanya sertifikat ini adalah salasatu bukti keahlihan seorang tukang itu sendiri.Dan dengan adanya tukang memiliki sertifikat keahlian masing-masing maka para kontraktor tidak ragu lagi dengan pekerjaan yang dikerjakan oleh tukang tersebut, "ujar Ismadi.
"Kami tukang sangat berterimakasih kepada pelaksanaan ujian untuk kami tukang, karena dengan adanya sertifikat ini kami bisa kemana saja untuk bekerja"
Sertifikat keahlian ini sebagai pengesahan saja dari pemerintah dan lembaga terkait agar supaya keahlian tenaga kerja ini agar dapat diakui secara legal. Walaupun banyak tukang secara administrasi belum bisa dipertanggungjawabkan, dengan adanya sertifikat dari pelatihan ini karena mereka waktu menilai ini, menilai secara real di lapangan. jadi bagi kami kontraktor terutama saat kami mengikuti tender atau pekerjaan lain ini menunjukkan bahwa keahlian tenaga kerja kami sudah bisa diakui secara nasional. Ujar Denny kontraktor kepada wartawan, selasa (12/02/19).
Harapan saya Apa yang dilakukan saat ini sangat baik sekali, biasanya Cuma tenaga ahli yang mempunyai sertifikat, kalau ini sudah turun ketenaga profesional dan tukang, kami sarankan kepada rekan-rekan yang bekerja di bidang konstruksi sebaiknya memiliki sertifikat ini supaya lebih terjamin dan diakui keahliannya oleh lembaga yang berwenang.Yang menjadi pagar seharusnya adalah pemilik pekerjaan kalau kami hanya menyiapkan jadi biasanya dari pemilik pekerjaan ini akan masuk di dokumen tender jadi Pada waktu kita kerja biasanya pemilik pekerjaan menginginkan tenaga kerja yang sudah mempunyai sertifikat .
Selama ini baru bala yang pertama kali menggunakan diharapkan kementerian PUPR lainnya sampai ke dinas di daerah bisa menyesuaikan. Kami sangat berterima kasih kepada pemerintah dan lembaga terkait yang sudah mengeluarkan sertifikat tenaga kerja seperti ini, karena apabila ada pekerjaan lagi sudah lebih gampang, "ujar Denny mengahiri.
Dedi Abakai
Editor : Edy MDNews 01
Tags
Daerah