“PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN TIDAK MENJAMIN TINGGINYA MORAL SISWA”

Medan, mediadunianews.co - Pendidikan moral adalah suatu kegiatan membantu anak untuk menuju ke arah yang sesuai dengan kesiapan mereka dan tidak sekedar memaksakan pola-pola eksternal terhadapnya. Peran guru adalah memperkenalkan anak dengan masalah konflik moral yang realistik.

Demikian dengan Kohlberg mengingatkan bahwa anak-anak dewasa ini hidup dalam satu dunia yang penuh dengan perilaku-perilaku yang tidak bermoral, Sehingga menurut kami selaku mahasiswa terdapat masalah yang dapat diambil dari permasalahan pendidikan moral ini yang perlu kita gali untuk mengubah karakteristik dan kepribadian anak bangsa ini.

Mengacu kepada panduan yang telah ditentukan oleh menteri pendidikan dalam kurikulum 2013, para siswa sekolah dasar (SD) dan siswa sekolah menengah pertama (SMP) memperoleh pengetahuan dari pendidikan kewarganegaraan hanya 2 les dalam seminggu, dimana tiap 1 lesnya adalah 45 menit. Sehingga jika ditotalkan setiap minggunya para siswa SD dan SMP mendapatkan pendidikan kewarganegaraan selama 90 menit dalam 1 minggu.
“Maka diharapkan durasi proses Pendidikan Kewarganegaraan di tingkat SD dan SMP ditambah menjadi 4 les atau sama dengan 180 menit”. Ungkap Ibu PB (55) selaku narasumber.

Sistem pembelajaran yang dilaksanakan dibanyak sekolah biasanya cenderung berbasis CBSA (Cara Belajar Siwa Aktif). Namun ada pula sekolah yang cara pembelajaranya yaitu guru yang lebih aktif. Maka dari itu adapun strategi yang dilakukan oleh guru PKN yaitu:

“kalau untuk meningkatkan strategi yang pertama itu mengurangi penggunaan android, lalu kemudian kita harus mengaitkan pelajaran PKN dengan agama sehingga akhlaknya menjadi baik serta menjalain kerja sama dengan orang tua. Kemudian media yang digunakan dalam pembelajaran yaitu laptop dan infocus, serta kita harus melihat perilaku siswa yang terlalu mengikuti perkembangan zaman sehingga sulit untuk memahami pelajaran, ”Ujar guru sekolah pada pada Sabtu (15/09/2018) Pagi.

Beliau juga menambahkan beberapa upaya yang dilakukan guru untuk meningkatkan kemampuan belajar siswa yaitu sebagai berikut:

“kita harus memberikan beberapa ceramah singkat lalu kita sebagai pengajar harus menerapkan metode jigsaw yang merupakan metode pembelajaran kooperatif yang didalam pembelajarannya terdapat peran guru dan siswa, ”Ungkapnya dalam wawancara.

Sehingga beberapa cara yang telah diungkapkan oleh narasumber dapat dijadikan referansi untuk meningkatkan kualitas tingginya moral siswa dan kenakalan remaja yang semakin merajarela.   (Zulfrizal T.)


Sumber : Oleh mahasiswa Kelompok 3
Nama Kelompok 3:
Alda Audiva (3172122009)
Lidya Sri Ananda Br Tarigan (3173322034)
Vicky Nurjannah (3171122027)
Dosen Pengampu: Junita Friska, M.Pd.
Editor : Edy MDNews 01..
Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال