Deli Serdang, mediadunianews.co -Andi Hannas, Teolog Persekutuan Antar Sekolah Tinggi Teologi Injil di Indonesia (PASTI) menyebutkan, Kiprah gereja harus lebih berani memposisikan dirinya untuk mendukung pemerintah menanggulangi radikalisme dan terorisme
Menurutnya ada beberapa faktor pendorong radikalisme,
"Faktor pendorong radikalisme karena: kondisi ekonomi yang lemah, propaganda Media Massa, pengajaran Ideologi yang keliru dan pendidikan rendah yang kurang mencerdaskan serta masalah-masalah kompleks, "sebut Andi Hannas
Dosen dan peneliti STT Internasional Harvest Tangerang ini memaparkan hal tersebut dalam sebuah Simposium Teologi bertajuk "Solidaritas Yesus dan Penanganan secara Komprehensif Masalah Radikalisme dan Terorisme di Indonesia" dan tampil sebagai Penanggap Dr. Baskita Ginting, Rabu (31/10/2018) di Taman Jubelium GBKP Suka Makmur, Jalan Jamin Ginting Km. 45 Sukamakmur Kec. Sibolangit- Kab. Deli Serdang, Sumatera Utara
Forum komunikasi antar umat beragama perlu ditingkatkan dengan mengedepankan kontribusi yang berdampak penanggulangan Terorisme.
"Radikalisme dan terorisme di Indonesia muncul setelah rezim Orde Baru lengser. Awalnya gerakan ini hanya menuntut agar pemerintahan Orde Baru memberikan keadilan terhadap umat Islam yang tertindas. Namun dalam perkembangannya di era pasca reformasi bertindak sebagai oposisi yang mangancam NKRI,K mendesak agar mengubah sila-sila Pancasila dan UUD 1945, ujar Andi Hannas.
Lebih lanjut teolog muda ini menyebutkan, Pemerintah Republik Indonesia, pemuka agama dan masyarakat wajib bersinergy untuk membangun komunikasi dan bekerjasama untuk memberikan solusi yang cepat dan membumi sehingga faktor yang menyebabkan radikalisme dan terorisme dapat teratasi.
"Pemerintah Indonesia terus berupaya dengan sangat serius menanggulangi radikalisme dan terorisme melalui Badan Nasionalis Penanggulangi Terorisme (BNPT), Pemerintah Republik Indonesia, pemuka agama dan masyarakat wajib bersinergy untuk membangun komunikasi dan bekerjasama untuk memberikan solusi yang cepat dan membumi sehingga faktor yang menyebabkan radikalisme dan terorisme dapat teratasi, "tegas Andi Hannas
Komunikasi antar umat beragama perlu ditingkatkan dengan mengedepankan kontribusi yang berdampak positif ketimbang hanya menjadi follower, diallog interfaith yang bermartabat dan model khotbah sermiah bisa dijadikan pilihan untuk penginjilan dan pendewasaan kerohanian umat.
"Gereja dan teolog merapatlah pada kelompok-kelompok komunitas Islam untuk merapatkan barisan untuk bekerjasama memberikan solusi cepat membumi atasi radikalisme dan terorisme", himbau Andi Hannas. (zato).
Editor : Edy MDNews 01.
Menurutnya ada beberapa faktor pendorong radikalisme,
"Faktor pendorong radikalisme karena: kondisi ekonomi yang lemah, propaganda Media Massa, pengajaran Ideologi yang keliru dan pendidikan rendah yang kurang mencerdaskan serta masalah-masalah kompleks, "sebut Andi Hannas
Dosen dan peneliti STT Internasional Harvest Tangerang ini memaparkan hal tersebut dalam sebuah Simposium Teologi bertajuk "Solidaritas Yesus dan Penanganan secara Komprehensif Masalah Radikalisme dan Terorisme di Indonesia" dan tampil sebagai Penanggap Dr. Baskita Ginting, Rabu (31/10/2018) di Taman Jubelium GBKP Suka Makmur, Jalan Jamin Ginting Km. 45 Sukamakmur Kec. Sibolangit- Kab. Deli Serdang, Sumatera Utara
Forum komunikasi antar umat beragama perlu ditingkatkan dengan mengedepankan kontribusi yang berdampak penanggulangan Terorisme.
"Radikalisme dan terorisme di Indonesia muncul setelah rezim Orde Baru lengser. Awalnya gerakan ini hanya menuntut agar pemerintahan Orde Baru memberikan keadilan terhadap umat Islam yang tertindas. Namun dalam perkembangannya di era pasca reformasi bertindak sebagai oposisi yang mangancam NKRI,K mendesak agar mengubah sila-sila Pancasila dan UUD 1945, ujar Andi Hannas.
Lebih lanjut teolog muda ini menyebutkan, Pemerintah Republik Indonesia, pemuka agama dan masyarakat wajib bersinergy untuk membangun komunikasi dan bekerjasama untuk memberikan solusi yang cepat dan membumi sehingga faktor yang menyebabkan radikalisme dan terorisme dapat teratasi.
"Pemerintah Indonesia terus berupaya dengan sangat serius menanggulangi radikalisme dan terorisme melalui Badan Nasionalis Penanggulangi Terorisme (BNPT), Pemerintah Republik Indonesia, pemuka agama dan masyarakat wajib bersinergy untuk membangun komunikasi dan bekerjasama untuk memberikan solusi yang cepat dan membumi sehingga faktor yang menyebabkan radikalisme dan terorisme dapat teratasi, "tegas Andi Hannas
Komunikasi antar umat beragama perlu ditingkatkan dengan mengedepankan kontribusi yang berdampak positif ketimbang hanya menjadi follower, diallog interfaith yang bermartabat dan model khotbah sermiah bisa dijadikan pilihan untuk penginjilan dan pendewasaan kerohanian umat.
"Gereja dan teolog merapatlah pada kelompok-kelompok komunitas Islam untuk merapatkan barisan untuk bekerjasama memberikan solusi cepat membumi atasi radikalisme dan terorisme", himbau Andi Hannas. (zato).
Editor : Edy MDNews 01.
Tags
Agama
