Takalar Sulawesi Selatan, mediadunianews.co - Harga elpiji ukuran 3 kilogram (kg) di Kabupaten Takalar, Provinsi sulsel, pada pengecer tidak resmi (pengecer liar) mencapai Rp27.000/tabung. Padahal harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan untuk Kabupaten Takalar itu hanya Rp18.000/tabung.
Tingginya harga elpiji melon itu karena sejak tiga pekan terakhir semakin langka diperoleh di pasaran. Apalagi marbo semakin tinggi permainan di pasaran oleh pengecer tidak resmi.
Pengamatan mediadunianews.co di Kecamatan Marbo, Kabupaten Takalar ketersediaan elpiji 3 kg pada pangkalan-pangkalan resmi sangat sulit di temui
Bagi ibu rumah tangga yang kesulitan mendapatkan tabung 3 kg di pangkalan mereka mencari di tempat lain, misalnya pada pedagang tidak resmi atau pengecer liar yang menjual secara tersembunyi.
"Pengecer liar itu biasanya bermain dengan distributor atau pangkalan resmi untuk memperoleh elpiji. Mengapa bisa terjadi karena dijual ke pengecer liar dengan harga di atas HET. Lalu pengecer liar itu menjual lebih tinggi lagi hingga Rp 27.000/tabung, "kata mila perempuan asal Kecamatan Marbo, pada Kamis (05/09/2018).
Bahkan permainan lebih parah lagi, sebagian pengecer menimbun atau menyembunyikan elpiji. nah, Ketika ada warga yang ingin membeli mereka sering beralasan barang sudah habis. Padahal ketika si pembeli memohon dengan mememelas, akhirnya pengecer liar mengaku barang hanya tersisa satu tabung.
Itu mereka beralasan tidak bisa menjual karena modal Rp 25.000/tabung.
"Begitu pembeli bersedia menenbus Rp27.000/tabung, Elpiji langsung dikeluarkan dari tempat disembunyikan, "kata nene
Warga berharap pemerintah atau pihak terkait menindak tegas pelaku permainan harga dan penimbun elpiji. Karena pemberian subsidi elpiji dari pemerintah kepada masyarakat sudah dipermainkan oleh mereka. (R / a).
Editor : Edy MDNews 01.
Tingginya harga elpiji melon itu karena sejak tiga pekan terakhir semakin langka diperoleh di pasaran. Apalagi marbo semakin tinggi permainan di pasaran oleh pengecer tidak resmi.
Pengamatan mediadunianews.co di Kecamatan Marbo, Kabupaten Takalar ketersediaan elpiji 3 kg pada pangkalan-pangkalan resmi sangat sulit di temui
Bagi ibu rumah tangga yang kesulitan mendapatkan tabung 3 kg di pangkalan mereka mencari di tempat lain, misalnya pada pedagang tidak resmi atau pengecer liar yang menjual secara tersembunyi.
"Pengecer liar itu biasanya bermain dengan distributor atau pangkalan resmi untuk memperoleh elpiji. Mengapa bisa terjadi karena dijual ke pengecer liar dengan harga di atas HET. Lalu pengecer liar itu menjual lebih tinggi lagi hingga Rp 27.000/tabung, "kata mila perempuan asal Kecamatan Marbo, pada Kamis (05/09/2018).
Bahkan permainan lebih parah lagi, sebagian pengecer menimbun atau menyembunyikan elpiji. nah, Ketika ada warga yang ingin membeli mereka sering beralasan barang sudah habis. Padahal ketika si pembeli memohon dengan mememelas, akhirnya pengecer liar mengaku barang hanya tersisa satu tabung.
Itu mereka beralasan tidak bisa menjual karena modal Rp 25.000/tabung.
"Begitu pembeli bersedia menenbus Rp27.000/tabung, Elpiji langsung dikeluarkan dari tempat disembunyikan, "kata nene
Warga berharap pemerintah atau pihak terkait menindak tegas pelaku permainan harga dan penimbun elpiji. Karena pemberian subsidi elpiji dari pemerintah kepada masyarakat sudah dipermainkan oleh mereka. (R / a).
Editor : Edy MDNews 01.
Tags
Daerah
