PENYELEWENGAN PUPUK SUBSIDI MERAJALELA, BUPATI NIAS DINILAI ENGGAN BERSIKAP TEGAS.

Nias, mediadunianews.co - Bupati Nias Sokhiatulo Laoli, MM dinilai tidak komprehensif , terkait harga pupuk subsidi melampaui HET, Peringatan Gea selaku mantan distributor pupuk, angkat bicara. Rabu (13/9/2018).

Peringatan Gea menyampaikan kepada wartawan , " Seyogianya harga pupuk bersubsidi tidak boleh melebihi HET, karena mekanisme pendistribusian telah diatur dalam ketentuan kontrak kerja dengan PT. Pupuk Iskandar Muda Cabang Medan di jln. Gajah Mada nomor 01 medan sumut. Bahwa mekanisme pendistribusiannya adalah kewajiban Distributor mengantarkan kegudang agen pengecer tanpa biaya transportasi, serta kelompok tani menebus di gudang pengecer berdasarkan RDKK dengan harga HET saja, "ujar peringatan gea.

Selanjutnya peringatan menjelaskan, "Distributor dan Agen pengecer hanya diperbolehkan menjual pupuk kepada kelompok tani seharga Rp. 1.800,- Per Kg atau Rp. 90.000,- Per satu karung dengan berat 50 Kg, sesuai aturan dan perundang undangan, Pupuk bersubsidi hanya diperuntungkan kepada kelompok tani saja, bukan untuk diperjualbelikan dipasaran, seperti yang sering kita lihat pada setiap hari pekan yang ada di wilayah kabupaten nias, "kata Peringatan Gea.

Ditambahkannya, "Modus Operandi dalam menyajikan Rencana Defenitif Kebutuhan  Kelompok (RDKK) sebagai dasar permohonan kebutuhan pupuk subsidi, sepertinya banyak yang tidak benar, pasalnya pupuk subsidi lebih banyak dijualkan kepada yang tidak termasuk dalam kelompok tani, kita menduga adanya konspirasi antara Dinas Pertanian dan Distributor dalam persoalan ini".

Peringatan Gea Membeberkan, "cukup aneh jika bupati nias tidak dapat bersikap tegas dengan persoalan ini, Sementara Kadis pertanian saudara kandung bupati dan Direktur CV. JUANG MAKMUR Sebagai Distributor pupuk bersubsidi adalah istri salahsatu anggota DPRD dari fraksi demokrat dan juga adik kandung bupati nias, serta Direktur CV. LUCKY ABADI adalah kader partai demokrat sekaligus Caleg di Dapil II, "pungkas peringatan gea dengan tegas.

Sampai saat ini, MediaDuniaNews.com masih mencoba menghimpun informasi terkait hal ini dan sedang berupaya melakukan komunikasi kepihak terkait untuk mengonfirmasi persoalan tersebut.(Frengki NR).

Editor : Edy MDNews 01.
Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال