Timika Papua, mediadunianews.co - Seorang anggota DPRD Komisi C di Timika Papua, marah terhadap para kontraktor dan Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan ( PPTK ) saat melakukan peninjauan proyek pengerjaan infrastruktur jalan yang berasal dari dana DAK dan dana APBD. Karena proyek pengerjaan jalan tersebut tidak sesuai dengan harapan padahal anggaran proyek itu puluhan miliaran rupiah.
Sejumlah anggota dan Sekretari DPRD komisi C melakukan peninjauan terhadap proyek pengerjaan infrastruktur jalan tersebut pada Rabu siang tadi sekitar pukul 11.00 WIT.
Peninjauan itu dilakukan di jalan SP2 dan sp5, jalan Hasanudin serta di jalan Budi Utomo tembus SP1 dan jalan Cendrawasi yang mana pengerjaan proyek tersebut menggunakan angaran dari dana DAK dan juga peninjauan dilakukan dijalan Cendrawasih yang menggunakan dana APBD.
Sementara itu, pada saat melakukan peninjauan seorang anggota DPRD Komisi C Thadeus Kwalik marah terhadap para Kontraktor dan PPTK karena proyek pengerjaan jalan tersebut yang sedang dikerjakan tidak sesuai dengan harapan, padahal anggaran dana DAK dan dana APBD puluhan miliar yang dikeluarkan untuk mengerjakan proyek tersebut.
Thadeus Kwalik juga marah karena drainase yang dikerjakan salah satu kontraktor tidak sesuai dengan harapan karena drainase tersebut berukuran kecil dan menurutnya jika hujan deras turun maka air akan meluap dan menggenangi ruas jalan, dan pemukiman warga yang berada disekitarnya.
Sementara yang membuat dia lebih marah lagi karena dipastikan proyek pengerjaan jalan tersebut tidak dapat diselesaikan tepat waktu, karena pekerjaan tersebut masih 20 persen pengerjaan dengan alasan bahwa kondisi cuaca di Timika yang sering hujan sehingga menjadi kendala.
Selanjutnya, untuk pengerjaan proyek jalan yang menggunakan dana DAK yakni dijalan sp2 dan sp5 sebesar Rp 18.108.828.000,00-, jalan Hasanudin sebesar rp 38.196.900.000- dan jalan Budi Utomo tembus SP1 anggarannya sebesar Rp 9.055.384.000,00-
Sementara itu untuk dijalan Cendrawasih yang menggunakan anggaran APBD tidak dipasang papan namanya oleh pihak kontraktor, namun menurut Thadeus Kwalik anggarannya sebesar 75 miliar, karena pada saat itu DPRD Mimika sudah melakukan pengesahan terhadap anggaran tersebut untuk melakukan pembanguan infrastruktur jalan Cendrawasih.
Anggota DPRD Komisi C Kabupaten Mimika Thadeus Kwalik mengatakan pengerjaan infrastruktur jalan yang dilakukan para kontraktor tidak sesuai dengan harapan. kemudian ada kontraktor yang tidak menempel papan proyek sehingga berapa jumlah anggaran untuk mengerjakan proyek tersebut.
” Ada kontraktor yang pasang papan nama pekerjaan dan ada juga tidak memasang papan nama. Papan nama pekerjaan itu penting supaya masyarakat tahu dari amana anggarannya, berapa miliar anggaran itu. Masyarakat perlu tahu tentang anggaran proyek juga, dan itu peraturan, ”ungkap Thadeus Kwalik dengan nada keras (marah), Rabu (12/09/2018).
Di jelaskannya, DPRD Mimika turun meninjau bukan hanya anggaran DAK saja tetapi juga anggaran APBD yang digunakan untuk pengerjaan infrastruktur jalan, Untuk pengerjaan proyek jalan. di jalan cendrawasih 75 miliar, namun pada saat peninjauan anggota DPRD komisi C, PPTK dan kepala kontraktornya tidak berada di tempat dan ini membuat DPRD sangat kecewa.
Sementara itu, yang lebih parah lagi satu kontraktor mengerjakan dua pekerjaan, apakah tidak ada kontraktor lagi di Timika Papua, dan dirinya meminta agar KPK mengecek kembali anggaran DAK di Timika yang digunakan untuk proyek pengerjaan jalan tersebut.
“ Kalau satu kontraktor ambil dua pekerjaan, berarti kontraktor lokal jadi pengangguran,dan menurut saya ada dugaan permainan di proyek tersebut, ”tuturnya.
Thadeus Kwalik berharap agar para kontraktor harus melakukan pekerjaan dengan baik supaya anggaran yang dikeluarkan tidak sia-sia.
Kabid Binamarga Kabupaten Mimika Bonafasius Saleo, menambahkan untuk proyek di jalan Hasanudin itu anggarannya 38 milar lebih dan itu didalam kontrak, dan bukan 39 miliar.
Diakuinya memang dana DAK yang diturunkan itu lebih, namun dalam pelelangankan ada penawaran, dan penawaran itu jatuhnya pada 38 miliar lebih. Oleh karena itu anggaran sisahnya akan dikembalikan ke negara, "katanya
Sama juga dijalan Cenrawasih anggaran awal 67 miliar, namun pada saat pelelangan jadinya 63 miliar sehingga sisahnya dikembalikan ke daerah, dan proyek Cendrawasih ini menggunakan anggaran APBD.
Dedi Abakai.
Editor : Edy MDNews 01.
Sejumlah anggota dan Sekretari DPRD komisi C melakukan peninjauan terhadap proyek pengerjaan infrastruktur jalan tersebut pada Rabu siang tadi sekitar pukul 11.00 WIT.
Peninjauan itu dilakukan di jalan SP2 dan sp5, jalan Hasanudin serta di jalan Budi Utomo tembus SP1 dan jalan Cendrawasi yang mana pengerjaan proyek tersebut menggunakan angaran dari dana DAK dan juga peninjauan dilakukan dijalan Cendrawasih yang menggunakan dana APBD.
Sementara itu, pada saat melakukan peninjauan seorang anggota DPRD Komisi C Thadeus Kwalik marah terhadap para Kontraktor dan PPTK karena proyek pengerjaan jalan tersebut yang sedang dikerjakan tidak sesuai dengan harapan, padahal anggaran dana DAK dan dana APBD puluhan miliar yang dikeluarkan untuk mengerjakan proyek tersebut.
Thadeus Kwalik juga marah karena drainase yang dikerjakan salah satu kontraktor tidak sesuai dengan harapan karena drainase tersebut berukuran kecil dan menurutnya jika hujan deras turun maka air akan meluap dan menggenangi ruas jalan, dan pemukiman warga yang berada disekitarnya.
Sementara yang membuat dia lebih marah lagi karena dipastikan proyek pengerjaan jalan tersebut tidak dapat diselesaikan tepat waktu, karena pekerjaan tersebut masih 20 persen pengerjaan dengan alasan bahwa kondisi cuaca di Timika yang sering hujan sehingga menjadi kendala.
Selanjutnya, untuk pengerjaan proyek jalan yang menggunakan dana DAK yakni dijalan sp2 dan sp5 sebesar Rp 18.108.828.000,00-, jalan Hasanudin sebesar rp 38.196.900.000- dan jalan Budi Utomo tembus SP1 anggarannya sebesar Rp 9.055.384.000,00-
Sementara itu untuk dijalan Cendrawasih yang menggunakan anggaran APBD tidak dipasang papan namanya oleh pihak kontraktor, namun menurut Thadeus Kwalik anggarannya sebesar 75 miliar, karena pada saat itu DPRD Mimika sudah melakukan pengesahan terhadap anggaran tersebut untuk melakukan pembanguan infrastruktur jalan Cendrawasih.
Anggota DPRD Komisi C Kabupaten Mimika Thadeus Kwalik mengatakan pengerjaan infrastruktur jalan yang dilakukan para kontraktor tidak sesuai dengan harapan. kemudian ada kontraktor yang tidak menempel papan proyek sehingga berapa jumlah anggaran untuk mengerjakan proyek tersebut.
” Ada kontraktor yang pasang papan nama pekerjaan dan ada juga tidak memasang papan nama. Papan nama pekerjaan itu penting supaya masyarakat tahu dari amana anggarannya, berapa miliar anggaran itu. Masyarakat perlu tahu tentang anggaran proyek juga, dan itu peraturan, ”ungkap Thadeus Kwalik dengan nada keras (marah), Rabu (12/09/2018).
Di jelaskannya, DPRD Mimika turun meninjau bukan hanya anggaran DAK saja tetapi juga anggaran APBD yang digunakan untuk pengerjaan infrastruktur jalan, Untuk pengerjaan proyek jalan. di jalan cendrawasih 75 miliar, namun pada saat peninjauan anggota DPRD komisi C, PPTK dan kepala kontraktornya tidak berada di tempat dan ini membuat DPRD sangat kecewa.
Sementara itu, yang lebih parah lagi satu kontraktor mengerjakan dua pekerjaan, apakah tidak ada kontraktor lagi di Timika Papua, dan dirinya meminta agar KPK mengecek kembali anggaran DAK di Timika yang digunakan untuk proyek pengerjaan jalan tersebut.
“ Kalau satu kontraktor ambil dua pekerjaan, berarti kontraktor lokal jadi pengangguran,dan menurut saya ada dugaan permainan di proyek tersebut, ”tuturnya.
Thadeus Kwalik berharap agar para kontraktor harus melakukan pekerjaan dengan baik supaya anggaran yang dikeluarkan tidak sia-sia.
Kabid Binamarga Kabupaten Mimika Bonafasius Saleo, menambahkan untuk proyek di jalan Hasanudin itu anggarannya 38 milar lebih dan itu didalam kontrak, dan bukan 39 miliar.
Diakuinya memang dana DAK yang diturunkan itu lebih, namun dalam pelelangankan ada penawaran, dan penawaran itu jatuhnya pada 38 miliar lebih. Oleh karena itu anggaran sisahnya akan dikembalikan ke negara, "katanya
Sama juga dijalan Cenrawasih anggaran awal 67 miliar, namun pada saat pelelangan jadinya 63 miliar sehingga sisahnya dikembalikan ke daerah, dan proyek Cendrawasih ini menggunakan anggaran APBD.
Dedi Abakai.
Editor : Edy MDNews 01.
Tags
Daerah



