Masyarakat Keluhkan dan Kecewa Pembangunan EMBUNG di Beberapa Desa di Kecamatan Siempat Nempu Hulu Asal Jadi.

Sidikalang, mediadunianews.co - Masyarakat dari beberapa Desa di Kecamatan Siempat Nempu Hulu, Kabupaten Dairi keluhkan dan kecewa pembangunan Embung di Desa mereka.
     
Keluhan masyarakat tentang kondisi Embung di sampaikan langsung kepada Wartawan Mediadunianews.co. Menyikapi keluhan masyarakat, bersama Ketua Ormas PPM yang juga Ketua LSM TOPAN-RI Kabupaten Dairi segera turun di mana lokasi Embung dibangun. Informasi yang berhasil diperoleh wartawan media ini Dana yang digunakan bersumber dari APBD Kabupaten Dairi TA 2017.
      
Pantauan Wartawan mediadunianews co bersama Ketua LSM TOPAN-RI Kabupaten Dairi,Tagor Napitupulu  dilapangan benar seperti yang dikeluhkan masyarakat. Diantaranya di Desa Kuta Tengah, Sungai Raya, Lae Nuaha di mana Embung yang seharusnya dapat menampung air untuk kebutuhan masyarakat khususnya kebutuhan petani dan ternak di  jauh dari tujuan dan fungsi sebenarnya.
     
Salah seorang warga Desa Kuta Tengah, Elin Sihombing( 45 ) yang berhasil di mintai keterangan di kediamannya di Desa Kuta Tengah terkait keluhan.warga terkait embung yang berlokasi ditanah miliknya mengeluhkan kondisi embung tersebut. Sumber air ada namun embung tidak bisa menampung air.
      
"Mata air ada, tapi air tidak dapat bertahan karena air terus mengalir dan terbuang dari bagian Fundasi bangunan" demikian Elin Sihombing menerangkan kepada wartawan.
      
"Kalau Saya tau begini kwalitas bangunan embung itu Saya tak akan berikan tanah saya, "tambah Elin Sihombing dengan kesal.
     
Wartawan Mediadunianews.co menyambangin Desa Sungai Raya,dan turu kelokasi Embung. Embung yang di keluhkan warga tanpak kering dan sekeliling bangunan di tumbuhi semak belukar. Sehingga bangunan tersebut tidak nampak karena lebatnya semak belukar.
     
Mewakil warga petani salah seorang warga setempat yang mempunyai lahan pertanian di sekitar bangunan Embung tersebut, Mulia Siburian( 58) merasa sangat kecewa karena bangunan embung yang tidak dapat di manfaaktan para warga sekitar untuk kebutuhan air dalam kegiatan bertani.
      
"Sangat.. sangat kecewalah Pak. Karena harapan kami seharusnya embung itu dapat memenuhi kebutuhan air untuk keperluan bertani kami.
Kalau uang yang di habiskan untuk bangunan itu hanya untuk keuntungan pemborong saja kami masyarakat merasa keberatan, "Mulia Siburian menuturkan kepada wartawan dengan nada kesal.
        
Demikian juga di Desa Lae Nuaha,  kondisi bangunan embung kering kerontang. Menurut pengakuan warga setempat Karolina Sihombing (50) pangadaan bangunan tersebut asal asalan. Tidak memprioritaskan manfaat dan efisiensi penggunaan Dana untuk kebutuhan masyarakat sekitar.
      
"Pihak terkait seharusnya turun kelapangan dan melihat kondisi sebenarnya. Bukan hanya menerima laporan. Sepertinya pembangunan embung di Desa kami ini sarat dengan kepentingan oknum tertentu". Karolina Sihombing menerangkan kepada Wartawan di Desa Lae Nuaha.
      
Wartawan Mediadunianews.co mencari jawaban dan penjelasan kepada Dinas Pertanian Kabupaten Dairi terkait kondisi Embung dibeberapa Desa seperti diatas. Tapi Pejabat terkait belum berhasil di klarifikasi. Ketika di konfirmasi melalui jaringan selular nomor pejabat tersebut tidak aktif.
       
Menanggapi hal ini, Tagor Napitupulu sebagai Ketua Ormas PPM dan Ketua LSM TOPAN-RI Kabupaten Dairi menyesalkan kebijakan dari Dinas Pertanian Kabupaten Dairi yang terkesan tidak propesional dan bertanggung jawab terhadap penggunaan Uang Negara yang di peruntukkan untuk kebutuhan Masyarakat khususnya para petani di Desa untuk meningkatkan taraf hidup para petani.
    
"Sesuai Fungsi Kita, Kami dari LSM TOPAN-RI Kabupaten Dairi akan segera menyurati Instansi terkait termasuk Penegak Hukum. Jika di temukan pelanggaran Hukum agar di tindak sesuai Undang-Undang yang berlaku di NKRI, "Tagor Napitupulu menyampaikan kepada Wartawan mediadunianews di Sidikalang.   ( DELON.S).

Editor : Edy MDNews 01.


Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال