Lagi lagi Seorang Wartawan di Bacok di Jalan Manunggal II Desa Amplas Kecamatan Percut Sei Tuan.

Korban Desman KZ
Medan, mediadunianews.co - Tepat pada hari Selasa Tanggal (11/09/18) Telah terjadi penganiayaan Seorang Wartawan atas nama Desman Kristian Zandoto (singkat Desman KZ) di jln.Manunggal II Desa Amplas Kec. Ps Tuan

Adapun kronologi kejadian masalah pembacokan tersebut, ketika Desman KZ (Korban) hendak keluar rumahnya mencari makanan, sekitar jam 22: 45, namun ketika melewati pintu portal jaga malam di lahan tanah garapan yang selama ini juga korban tinggal di lahan garapan tersebut tiba tiba korban di hadang oleh beberapa orang pemuda yang kata Desman Kristian Zandoto mengaku sebagai petugas jaga malam lahan garapan, "tutur Korban Desman KZ.

Tak Lama kemudian salah seorang di antara pemuda tersebut yang di kenal korban berinisial KBL menghampiri korban dengan mengatakan "hei matikan motormu itu dengan nada keras", Lalu Desman (korban) menjawab, "kenapa saya matikan motorku?, saya kan orang sini, dan saya tinggal di lahan garapan ini, aku buka maling dengan nada biasa", tak lama kemudia datang KBL (yang di duga pelaku) tanpa ada basa basi lagi langsung meraih sebilah parang yang nampaknya telah di sediakan di sekitar pos jaga malam tersebut dan langsung mengayunkannya ke arah kepala korban sehingga Desman tidak dapat mengelah lagi, dan secara sepontan Desman KZ menangkis parang tersebut dengan tangan kanannya sehingga mengalami luka parah di bagian telapak tangannya dan hampir putus Lalu KBL mengayunkan prangnya lagi dan menenai bahu korban dan mengalami luka sayatan di bagian bahu sebelah kiri dekat pangkal lengan kiri korban, lalu KBL langsung melarikan diri dengan di saksikan oleh rekan rekannya yang lagi ngumpul di pos jaga di tempat lokasi pembacokan, tersebut. Sehingga Desman KZ dengan sekujur tubuhnya berlumuran darah berupaya mengejar tapi tidak tidak dapat. 

"Suahlah tidak jadi keluar untuk beli makanan karna pintu portal di tutup dan disuruh matikan sepeda motor malah di bacok lagi, "ujar Desman KZ dengan kesal

Akhirnya saya pulang ke rumah dan tidak dapat berobat karna tidak di ijinkan keluar oleh oknum jaga malam tersebut , sehingga keesokan harinya rabu (12/9/2018) baru dapat keluar rumah dari lahan garapan tersebut untuk cepat cepat mendapat pertolonga mengenai luka yang saya alami, "imbunhya.

Di Lain tempat awak media mencoba mempertanyakan hal tersebut kepada salah seorang warga yang juaga tinngal di daerah lahan garapan tersebut yang tidak mau di sebutkan namanya mengtakan, bahwa, " memang tempat itu rawan bang dan di duga kuat ada apa apanya di dalam itu sehingga lahan garapan tersebut di jaga ketat setiap hari dan di berlakukan sistim jam malam, lewat jam 24 :00 malam tidak boleh menghidupka kendaraan harus di dorong walaupun rumah kita di ujung jalan dan juga yang warga dalam garapan ini tidak boleh keluar tanpa mematikan kendaraannya dan itupun melalui urusan dan prosesnya sulit, dan saya perhatikan selalu ada yang datang dari Luar menggunakan mobil mewah dan bahkan ada yang memakai baju baju dinas tapi saya ga tau dinas di mana mereka, "ujar warga tersebut setengah ketakutan. 
(Sofumbowo Taf/tim).

Editor : Edy MDNews 01.



Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال