Nias, mediadunianews.co - Distributor Pupuk Bersubsidi, CV. Lucky Abadi di duga menjual pupuk bersubsidi melampaui HET kepada kios pengecer sementara bukti pembayaran sesuai prosedur, 10/09/18.
Salah satu, agen pengecer di kecamatan bawolato membeberkan kepada wartawan melalui telefon seluler 12/09/18, " bahwa ianya, benar menebus pupuk bersubsidi jenis Urea kepada Distributor "CV. Lucky Abadi", seharga Rp. 110.000,- persatu karung dengan berat 50 Kg termasuk ongkos kirim, "kata agen pengecer yang tak mau dituliskan namanya"
Di waktu yang berbeda, agen pengecer lainnya, yang juga tak mau disebutkan namanya, menjelaskan kepada wartawan 19/09/18, "kami terpaksa menjual melampaui harga HET, sebab kami menebus pupuk bersubsidi jenis Urea kepada distributor CV. Lucky Abadi sudah melampaui HET. Tapi kami diharuskan menandatangani kwitansi sebagai bukti pembayaran pupuk tersebut dibawah harga Rp. 90.000, "ungkap agen pengecer.
Ditambahkannya,"kepala dinas pertanian kabupaten Nias, saat itu inisial YL, yang saat ini menjabat sebagai kepala dinas PERINDAG kabupaten nias telah mengetahui langsung saat kami menjelaskan kepada kelompok tani penyebab harga pupuk melampaui HET, "cetus agen pengecer.
Hingga saat ini mediadunianews.co telah mencoba konfirmasi kepada kepala dinas PERINDAG kabupaten Nias melalui pesan Whatsapp, namun beliau tidak memberikan tanggapannya. (Frengki).
Editor : Edy MDNews 01.
Salah satu, agen pengecer di kecamatan bawolato membeberkan kepada wartawan melalui telefon seluler 12/09/18, " bahwa ianya, benar menebus pupuk bersubsidi jenis Urea kepada Distributor "CV. Lucky Abadi", seharga Rp. 110.000,- persatu karung dengan berat 50 Kg termasuk ongkos kirim, "kata agen pengecer yang tak mau dituliskan namanya"
Di waktu yang berbeda, agen pengecer lainnya, yang juga tak mau disebutkan namanya, menjelaskan kepada wartawan 19/09/18, "kami terpaksa menjual melampaui harga HET, sebab kami menebus pupuk bersubsidi jenis Urea kepada distributor CV. Lucky Abadi sudah melampaui HET. Tapi kami diharuskan menandatangani kwitansi sebagai bukti pembayaran pupuk tersebut dibawah harga Rp. 90.000, "ungkap agen pengecer.
Ditambahkannya,"kepala dinas pertanian kabupaten Nias, saat itu inisial YL, yang saat ini menjabat sebagai kepala dinas PERINDAG kabupaten nias telah mengetahui langsung saat kami menjelaskan kepada kelompok tani penyebab harga pupuk melampaui HET, "cetus agen pengecer.
Hingga saat ini mediadunianews.co telah mencoba konfirmasi kepada kepala dinas PERINDAG kabupaten Nias melalui pesan Whatsapp, namun beliau tidak memberikan tanggapannya. (Frengki).
Editor : Edy MDNews 01.
Tags
Ekonomi
