Deli Serdang, mediadunianews.co - Yayasan Mitra Masa Depan, pada Selasa 31 Juli 2018, bersama dengan BNNP Sumut, sebagai narasumber, Kombes Pol. Drs. Bambang Setiawan, Ahli Madya Penyuluh di BNNP Sumut melakukan penyuluhan di karya 7, Dusun VI, Desa Helvetia-Sunggal, Kab. Deli Serdang.
Acara ini dihadiri oleh Pembina Yayasan (Bp. Erwin Siregar, ST), Ketua Yayasan dan juga merupakan Ketua DPC Gabungnya Wartawan Indonesia Kota Medan, Ms. Cristina Siregar, SSos, sebagai Ketua Yayasan, Ketua Satgas Narkoba Desa (Sanusi Harahap), Sekretaris Satgas Narkoba( Ibu Citra), para staff& mentor Pusat Pengembangan Anak "Breakthrough generation", Komunitas anak muda Merpati Putih, dan masyarakat Jl. karya 7 Helvetia dan sekitarnya.
Yayasan Mitra Masa Depan, sejak tahun 2007 memiliki Pusat Pengembangan Anak(PPA) sebagai wujud dari Peduli kepada generasi. Melihat generasi sekarang yang semakin hari semakin mudah dipengaruhi kepada hal yang negatif. Tidak hanya anak muda, tetapi juga orangtua. Setiap orang dilahirkan semua untuk tujuan yang mulia, hanya manusia tersebut tidak mampu menghadapi pengaruh negatif dari yang ada sekarang, sehingga semakin banyaknya orang-orang yang terjerumus kepada hal-hal yang salah. Penderitaan, penjara, bahkan kematian lebih cepat menjemput.
Oleh sebab itu Yayasan Mitra Masa Depan, mengambil bagian yang bisa dilakukan untuk memberikan kontribusi bagi generasi. Melakukan hal-hal yang kita yakini bisa mendukung masyarakat menemukan tujuan yang mulia dalam hidupnya, melalui kegiatan-kegiatan positif, membuat komunitas anak muda G-14 community sebagai wadah pengembangan anak-anak muda, sehingga membantu mereka terhindar dari pengaruh negatif, salah satunya adalah bahaya Narkoba.
Acara ini dibuka oleh moderator, Sdr. Jery Silalahi, SE yang juga Bendahara DPC Gabungnya Wartawan Indonesia Kota Medan dan diawali dengan kata sambutan dari Pembina Yayasan Mitra Masa Depan Bpk Erwin Siregar, S.T., Dalam sambutannya, beliau mengatakan, " masalah narkoba ini akan bisa kita tangani jika kita bergerak bersama menanggulangi nya. Seperti nama Yayasan kita, Mitra Masa depan, kita menjadi mitra untuk terjadi perubahan di generasi ini, salah satunya adalah generasi yang bersih dari Narkoba".
Ketua Satgas Narkoba di desa, juga turut menyerukan ajakannya, dengan berkata," "Tidak Pada Narkoba", dihadapan peserta yang hadir saat itu, Ketua Panitia R. Deliana Gultom, SP. menyampaikan tujuan yang diharapkan terwujud oleh Panitia dalam acara ini secara jangka panjangnya, agar masyarakat memiliki wawasan yang up to date tentang Narkoba, mengenai Bahaya dan pencegahan nya. Sehingga semakin meningkatkan kewaspadaan terhadap Narkoba.
Masyarakat di Jl. Karya 7 Helvetia Kec. Sunggal menjadi orang-orang yang mengambil bagian untuk PEDULI dan bersama-sama (MENJADI MITRA) memerangi Narkoba, dimulai dari keluarga kemudian kepada sekeliling nya, diharapkan masyarakat khususnya orangtua murid di Pusat Pengembangan Anak Io-0555 menjadi orang yang semakin aktif mengambil bagian dalam membantu anak-anak dengan kasih sayang, disiplin dan meningkat iman kepada Tuhan, demi masa depan mereka.
Panitia berharap juga agar Anak muda menjadi orang yang membantu rekan sebayanya dalam mengingatkan, dan menyampaikan tentang bahaya narkoba serta cara mencegahnya.
Antusiasme peserta diwarnai dengan tanya jawab yang hangat antara Narasumber Bpk. Kombes Pol. Drs. Bambang Setiawan dari BNNP Sumut dengan hadirin, sehingga acara ini berlangsung selama 3 Jam non stop, dari pukul 19.00 wib sampai 22.30 Wib di malam hari dan selama acara para hadiri yang diperkirakan kurang lebih 200 orang ini, dengan heningnya dan merespon dengan baik pemaparan yang disampaikan oleh Nara sumber tentang bahaya Narkoba dan penanggulangannya, hal ini menurut hemat kami mungkin karena kesadaran warga yang sudah mulai resah dengan Narkoba dan ingin melihat adanya perubahan dilingkungan mereka yang saat ini rawan dengan bahaya penyalahgunaan Narkoba.
Dalam materinya Kombes Pol. Drs. Bambang Setiawan menegaskan bahwa narkoba ini, sudah menjadi masalah yang harus ditangani secara bersama-sama. Karena semua kalangan telah terjangkit oleh penyakit Narkoba. Narkoba ini sangat berbahaya, Kalau HIV,AIDS saja tidak ditularkan melalui sentuhan, contohnya berjabat tangan, bersentuhan dsb, namun HIV,AIDS ditularkan melalui darah
(misalnya transfusi darah dsb dan hubungan sexual) atau sehingga masyarakat tidak perlu kuatir dan menjauh dari orang atau anggota keluarga korban HIV/AIDS, Tetapi dengan yang namanya Narkoba harus dijauhi karena dia bisa menular kepada siapa saja, asal ada saja Narkoba di lingkungan kita maka kalau kita tidak usir, tolak jauh-jauh dari lingkungan kita maka ia akan segera menjangkit anggota keluarga kita, anak-anak kita, untuk dijadikan korbannya, jadi agar tidak terjangkit dengan Narkoba maka lingkungan kita, desa kita harus bersih dari Narkoba, "katanya.
Selanjutnya narasumber dalam paparan nya menyampaikan bahwa dampak penyalahgunaan narkoba ini biasanya tidak bisa tidur, susah makan, depresi, paranoid dan berdampak kerusakan pada susunan saraf di otak ,kerusakan pada organ tubuh seperti ginjal ,jantung, paru paru dan sebagainya sampai berakibat kematian, "tuturnya.
Pengaruh Narkoba jenis Shabu salah satunya membuat pemakainya tidak bisa tidur, sehingga si pecandu mencari-cari kesibukan, yg bersangkutan sok berbuat baik pada istrinya, misalnya ditengah malam menanyakan " Ma...masih ada pakaian yg belum di cuci gak ?, kalau belum dicuci mana biar saya cucikan ". Ya, muncul tiba tiba sikap kerajinan yang luar biasa, pada hal sebenarnya hanya alasannya agar tidak dicurigai karena tidak bisa tidur akibat mengkonsumsi narkoba, Jadi, Bagi masyarakat yang anggota keluarganya telah kecanduan narkoba agar melaporkan kepada BNN supaya diberikan penanganan. Bagi anak-anak muda atau remaja agar terhindar dari Narkoba biasakan bergaul dan melakukan kegiatan positif di komunitasnya. Bagi mereka masyarakat yang mengetahui kegiatan penyalahgunaan dan peredaran Narkoba di sekitarnya harus peduli untuk memberikan informasi kepada aparat untuk ditindak, untuk menyampaikan informasi dapat dilakukan melalui Whats Up (WA) petugas, WA Group pegiat anti Narkoba supaya ditindak. Harus hati-hati dan punya strategi melaporkan pelaku kejahatan Narkoba, karena mereka bertindak membalas jika mereka tahu kita yang melaporkannya, apalagi jika jumlah mereka banyak, anggota masyarakat perlu konsultasi ke BNN,Kepada pemerintah setempat maupun aparat yang lain seperti TNI atau Polri, jika sudah meresahkan harus segera diinfokan kegiatan mereka kepada aparat terkait untuk ditindak tegas para pelaku.
Acara ini dihadiri oleh masyarakat perwakilan berbagai komunitas yang peduli dengan program P4GN (Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba).
Turut hadir Koordinator PPA Io- 0555 Breaktr Generation Ibu Fitri Megawati Panjaitan, A.Md, bersama Staf tutor dan mentor pelatih di Pusat Pengembangan Anak tersebut. Turut hadir juga perwakilan awak media, Ka Biro Deli Serdang dari portal berita online Mediadunianews.co yaitu Bpk Yarman Gulo,M.PdK Bung Jonry Nainggolan dan Rely Gultom dari Mediatranformasi.com bersama rekan rekan lain.
Dipenghujung acara diadakan acara foto bersama dan wawancara Ekslusif dengan Nara Sumber oleh awak media. Menurut Narasumber Kombes Pol. Drs. Bambang Setiawan, Ketika ditanyakan bagaimana strategi BNNP Sumut dalam mencegah dan memberantas narkoba ini dengan melibatkan masyarakat? beliau mengatakan bahwa"BNNP Sumut bidang penyuluhan memiliki tanggung jawab dalam mewujudkan itu, programnya sudah jelas yaitu dengan melakukan pemberdayaan, kepada masyarakat." Namun kendala mewujudkan pemberdayaan dan tindak lanjut dari setiap kegiatan P4GN yang dilaksanakan BNNP dikarenakan, wilayah Sumatera Utara sangat luas namun minimnya personil petugas di BNNP Sumut, maka strateginya BNNP Sumut yang bekerjasama dengan Aliansi-aliansi dan LSM-LSM pegiat Anti Narkoba yang sudah ada maupun yang akan dibentuk oleh masyarakat demi terciptanya lingkungan yang bebas dan bersih dari Narkoba. Misalnya LAN(Lembaga Anti Narkoba) bahkan juga bisa melalui AMAN (Aliansi Masyarakat Anti Narkoba) konon beliau salah satu sebagai pendirinya. Terkait berita hangat dan faktual baru-baru ini bahwa tertangkapnya perwira Polisi berpangkat AKBP yang juga menjabat sebagai Wadir Narkoba di salah satu jajaran Polda di Indonesia, sebagai senior beliau sangat menyayangkan dan seharusnya karena itu si pelaku adalah oknum penegak hukum yang seharusnya bertanggung jawab untuk mencegah dan memberantas permasalahan Narkoba di masyarakat, tapi malahan ikut terlibat mencari keuntungan diri sendiri dengan melakukan kejahatan pidana Narkoba, maka seharusnya oknum tersebut dihukum seberat-beratnya jika terbukti bersalah, demikian, "imbuhnya.
Harapan semua pihak yang hadir terutama dari pihak Yayasan Mitra Masa Depan, dengan
terlaksananya acara ini diharapkan, Masyarakat khususnya Jl. karya 7 menjadi bersih dari Narkoba. Melalui kerjasama banyak pihak, mulai dari pemerintah setempat, kepolisian, BNN, komunitas di masyarakat, Yayasan, pemuka agama, tokoh masyarakat, dan masyarakat karya 7 sendiri.
Karya 7 tidak lagi dipandang tempat yang rawan dengan kejahatan, khususnya Narkoba. Namun akan menjadi daerah tempat tinggal yang bersih dari Narkoba. (Yarmangulo).
Tags
Hukum dan kriminal


