TERJADI ANARKIS DI JALAN KATAMSO BARU HANYA GARA-GARA KATA "AKU ORANG SINI".

Medan, mediadunianews.co - Hanya gara-gara kata “AKU ORANG  SINI” terjadi keributan antara pemuda setempat yang berujung anarkis dengan salah seorang  pemuda Nias yang bernama Selamat Ndruru yang tinggal di daerah jalan katamso baru kelurahan aur kecamatan maimun pada tgl (11/08/18), pukul 00:00 wib

“Kronologi kejadian pukul 00:00 wib dua orang pemuda Nias yang sedang berboncengan menaiki sepeda motor melewati jalan katamso baru lingkungan VIII menuju tempat tinggalnya, ketika mereka melewati jalan tersebut yang kebetulan ada acara ulang tahun, mereka pun minta ijin untuk melintasinya, Akan tetapi salah seorang pemuda setempat menghapiri mereka untuk menyuruh mematikan  sepeda motor mereka, "ujar Lestari nduru abang kandung salah seorang pemuda Nias yang bernama Selamat Nduru.

Adik saya berhenti bang dan mengatakan, “aku orang sini bang”.Akan tetapi pemuda yang menghampiri mereka tadi tidak berterima dengan pernyataan yang di sampaikan oleh pemuda Nias tersebut atas nama selamat ndruru, sehingga terjadilah pertengkaran antara dua belah pihak yang berujung perkelahian yang tidak seimbang dengan jumlah massa yang cukup besar dilakukan oleh yang mengaku ngaku pemuda setempat, yang lebih menyedihkan lagi bang satu unit sepeda moto saya hancur tinggal rangka dirusak oleh massa yang anarkis itu bang, "tutur Lestari Nduru, kepada awak media

Lain lagi penuturan Martinus waruwu abang ipar Selamat waruwu, Ianaya mengatakan bahwa saya aja ga tau apa apa bang tetapi, Rumah saya di lempari dengan batu dan pintu saya di hancurkan mereka ramai sekali bang malam itu ada yang bawa balok dan batu, di lempari mereka rumah saya, saya udah memohon sama mereka untuk tidak anarkis karna saya punya anak kecil tapi mereka memaksa masuk juga dan mendobrak pintu, sehingga pintu saya hancur dan anak saya yang masih balita terkejut dan sekarang lagi sakit. "beber Martinus Waruwu, kepada awak media.


"Massa memaksa masuk rumah saya kata mereka mencari saudara saya yang bersembunyi di rumah, lalu
saya pun menjawab kalau kalian mau menahannya jangan dengan jumlah massa seperti ini cukup satu atau dua orang saja yang membawanya akan tetapi pemuda setempat ini dengan jumlah massa yang banyak tidak berterima dengan pernyataan saya tersebut, "ungkapnya.

Pantauan wartawan mediadunianews.co ketika mengkonfirmasi hal ihwal kejadia Anarkis dan main hakim sendiri tersebut kepada kepada kepala lingkungan (Kepling) setempat benama Yahya di di rumahnya di jalan Katamso baru kelurahan aur kecamatan maimun lingkungan VIII, mebenarkan kejadian tersebut.

"Benar memang ada terjadi keributan dan perkelahian antara pemuda setempat terhadap salah seorang pemuda Nias yang tinggal di lingkungan tersebut, "ujar Yahya (Kepling).

Lanjut menurut penuturan Yahya kejadian berawal pada pada hari minggu (11/8/2018) sekitar jam 00:00 wib. ada acara ulang tahun adek adek kita tepat di ujung gang (lorong) pada saat itu melintaslah seorang pemuda Nias, dan adek adek kita yang sedang berulang tahun mencoba menegur pemuda Nias ini lalu pemuda Nias ini mengatakan "mau Lewat bang saya orang sini dengan menggeber geber sepeda motornya " akibat perkataan pemuda Nias tersebut adek adek kita yang juga ada suku padang dan berbagai suku dan juga yang lagi berulang tahun merasa tersinggung dan mengatakan bahwa dari jaman nenek moyang kami dan uri uri kami juga di tanam di sini sementara kamu orang Nias ga tau datang dari mana malah mengaku ngaku orang sini lalu terjadilah perkelahian, lalu massa semakin membludak lalu saya hubungi pihak Kepolisian Sektor Medan Kota dan pemuda Nias yang terlibat perkelahian diamankan dan di boyong ke Polsek Medan Kota, "tutur Kepling. 

Lanjut di tambahakannya lagi yang juga di amini oleh beberapa orang warga mengatakan bahwa pemuda Nias itu membawa parang, batu dan martil (Palu) tetapi alat bukti berupa parang, batu dan martil tidak ada di amankan atau tidak ada di lokasi TKP. "imbuh Kepling.

Kemudian ketika wartawan mediadunianews.co mencoba mempertanyakan mengenai berapa banyaknya korban jiwa, kepling Yahya menjawab yang juga di amini oleh beberapa warga mengatakan bahwa ada satu orang korban jiwa itupun sudah pulang ke rumah menjalani perawatan (berobat jalan) dan muntah muntah, "pungkas kepling.   (april/tim).

Editor : Edy MDNews 01.
Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال