Gerbraksu, Desak Pemerintah Evakuasi Korban dan Bangkai KM Sinar Bangun.

Medan, mediadunianews.co - Puluhan mahasiswa yang bergabung Gerakan Rakyat Berantas Korupsi Sumatra Utara (Gerbraksu) berunjuk rasa di gedung DPRD Sumut terkait Korban KM Sinar Bangun yang masih belum diangkat korban dalam dasar laut Danau Toba, Selasa. (31/7/2018), Jalan Imam Bonjol Medan.

Dimana KM Sinar Bangun tenggelam di Danau Toba pada hari Senin 18 Juni 2018 dan pemerintah menghentikan evakuasi korban pada hari senin 2 Juli 2018 dengan alasan keterbatasan alat/sumberdaya.

Assessment Unesco Global Geopark (UGG) - Geopark Kaldera Toba (GKT) untuk didesak rekomendasikan, evakuasi korban KM Sinar Bangun, mutlak.

Jelang Assessment (penilaian) Unesco pada awal Agustus 2018, Komisi Nasional Indonesia untuk Unesco desak pemerintah Indonesia agar melanjutkan evakuasi 164 jenazah dan bangkai kapal KM. Sinar Bangun yang tenggelam di kedalaman 450 meter dasar parairan Danau Toba.

Kita memberikan apresiasi atas kegigihan pemerintah terus mengejar pemenuhan rekomendasi Unesco, akan tetapi jika pemerintah tidak berempati dan bertanggung jawab pada persoalan nyawa dan kemanusiaan warganya dengan menghentikan proses evakuasi korban tenggelamnya KM Sinar Bangun sehingga masuk kedalam UGG.

Gerakan Rakyat Berantas Korupsi Sumatra Utara (Gerbraksu) dalam tuntutan meminta kepada pemerintah desak untuk melanjutkan evakuasi korban dan bangkai KM Sinar Bangun. Atas dasar hak - hak dan norma kemanusiaan maka dalam proses Assessment awal Agustus 2018 mendatang, Komisi Nasional Indonesia Untuk Unesco (KNI-U) diminta merekomendasikan kepada pemerintah Republik Indobesia agar melanjutkan evakuasi dan pengangkatan 164 jenazah korban serta bangkai kapal KM Sinar Bangun yang masih ada di dasar laut Danau Toba.

Pemerintah dan BPBD Sumut diminta transparan terhadap penerimaan dan penyaluran bantuan untuk korban KM Sinar Bangun, dan penggunaan dana negara yang dihabiskan bagi kepentingan pencaharian korban segera di Audit. Pemerintah perlu mempublikasikan para pihak dan keluarga korban yang menerima santunan.

Tuntaskan proses hukum kepada pihak - pihak dan oknum terkait karena patut di duga tragedi ini akibat dari sebab kelalaian pemerintah, lemahnya pengawasan dan buruknya regulasi yang dapat berdampak pada pungli dan korupsi.

Medesak klarifikasi terkait soal dampak keramba jaring apung PT. Aquafarm yang sempat berpolemik beberapa waktu lalu. Evaluasi kinerja Badan Otorita Danau Toba (BODT). Mendesak DPRD Sumut untuk menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP).

Sofyandi Lubis menyatakan kepada wartawan bahwa kedatangan kami di gedung dewan terhormat ini terkait korban kapal Sinar Bangun di Danau Toba satu bulan yang lalu. Sehingga kita lihat hari ini telah diberhentikan pencarian korban. Sampai saat ini masih ada 164 orang korban di dasar laut danau toba, "ujarnya.

Kita meminta kepada DPRD Sumut agar mendukung kami untuk mengangkat kembali korban yang masih ada didalam laut. Kalau ada alat untuk mengakat korban di dasar laut kenapa tidak diangkat kembali. 

Padahal ada bantuan dari pemerintah 100 juta yang diambil dari APBD tapi belum ada kami lihat bantuan tersebut. Kami minta kepada Sekda agar transparan dalam bantuan tersebut.

Para  pengunjuk rasa diterima angota DPRD  dari Komisi D Sutrisno dan Baharuddin Siregar, sangat apresiasi dan akan mendukung terus agar korban kembali dicari dan evakuasi kembali, kami akan tetap mendukung agar pemerintah mau mengevakuasi kembali korban KM Sinar Bangun, "pungkasnya.    (zato).
Editor : Edy MDNews 01.
Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال