Medan, mediadunianews.co - Akademisi dan Politisi Sekolah Tinggi Teologia (STT) Paulus Medan, Dr. Adolfina Elisabeth. Koamesakh, M.Th, M.Hum mengatakan perlunya memberi solusi dan jawaban kepada masyarakat awam yang ikut menentukan pemimpin negeri ini. Krisis dalam kepemimpinan kekinian bukan karena kurangnya pengkaderan dan kurangnya produk hukum, tetapi karena langkanya sosok pemimpin yang religius.
Hal itu disampaikan pada saat orasi ilmiah pada Dies Natalis dan Wisuda ke XII Pascasarjana dan Sarjana Sabtu (25/8/2018) di Royal Room Hotel Danau Toba International, Jalan Imam Bonjol Medan.
"Kita semua perlu menjadi pemberi solusi dan jawaban kepada masyarakat awam yang ikut menentukan pemimpin negeri ini untuk tahun 2019-2024. Oleh karena itu Dies Natalis dan Wisuda STT Paulus ke XII bertema : Pemimpin Ideal dengan Sub tema: "Bersama pemimpin yang ideal, Kita mewujudkan Indonesia Sejahtera, merupakan jalan masuk bagi peristiwa besar negeri kita ditahun 2019 mendatang, khususnya bagi masyarakat Kristen sebagai bagian yang tak terpisahkan dari masyarakat Indonesia, "sebut Adolfina.
Pada Orasi Ilmiah Sidang Senat Terbuka STT Paulus Medan, Adolfina mengingatkan agar kita bersyukur kepada Allah Tritunggal yang telah memberikan anugerahNya. Hari ini wisuda ke XII STT Paulus, untuk itu syukur yang sama juga kita panjatkan kepada Tuhan karena dibulan ini Negara kita memasuki usianya yang ke 73 Tahun 2018, kaya pengalaman dan kebanggaan hidup. 2018 merupakan 'tahun sibuk politik'.
Penetrasi politik terjadi pada pertengahan tahun 2018 pada Pilkada dan melaju hingga April 2019 mendatang dalam pemilihan legislator (pileg) dan pemilihan Presiden (Pilpres) secara serentak.
Dies Natalis dan Wisuda ke XII dengan tema : Pemimpin yang Ideal (Keluaran 18:21). Sub tema: bersama pemimpin yang ideal, kita wujudkan Indonesia yang sejahtera.
Dihadapan para wisudawan Adolfina menyebutkan pemimpin dapat menentukan nasib rakyat dan bangsa ini.
"Bisa dapat dibayangkan pemimpin seperti apa yang dapat menentukan nasib rakyat dan bangsa ini jika masih ada jurang yang dalam antara model pemimpin yang dihasilkan dari sebuah pemilu, "ujar Adolfina.
Dipesankan Adolfina kepada para wisudawan: sebagai intelektual perlu memberi solusi kepada masyarakat awam dan memberikan pertimbangan kepada masyarakat memilih pemimpin yang ideal untuk mewujudkan Indonesia yang sejahtera.
"Orasi ini memberikan beberapa pertimbangan edukasi kepada semua wisudawan yang segera masuk dalam kalangan intelektual karena kesarjanaan yang anda peroleh. Demikian juga para pemimpin jemaat, tokoh masyarakat, pemangku kepentingan, orangtua. Kita semua perlu menjadi pemberi solusi dan jawaban kepada masyarakat awam yang ikut menentukan pemimpin negeri ini untuk tahun 2019-2024. Sehubungan dengan itu, tema kita : Pemimpin Ideal dengan Sub team : "Bersama pemimpin yang ideal, Kita mewujudkan Indonesia Sejahtera, merupakan jalan masuk bagi peristiwa besar negeri kita di tahun 2019 mendatang, khususnya bagi masyarakat Kristen sebagai bagian yang tak terpisahkan dari masyarakat Indonesia, "jelas Adolfina.
Adapun jumlah wisudawan yang diwisuda sebanyak 59 orang terdiri dari Program Pasca Sarjana (S2) terdiri dari: Prodi Teologi 5 orang, Prodi PAK 14 org. Sedangkan Program Sarjana (S1) Prodi Teologi 8 orang dan Prodi PAK 32 orang.
Sebelumnya, Ketua STT Paulus, Pater Dr. Chrisostomos Parluhutan Manalu M.Th. MM kepada para wisudawan memberikan sambutannya : 'There is no elevator to success, you have to take the stairs', tidak ada tangga berjalan untuk sukses, engkau harus membuatnya.
Turut hadir dalam acara ini, His Emmenience Metropolitan of Singapore and Southeast Asia Mgr. Konstantinos Tails, Konsulat Negara Timor Laste, Ketua Yayasan Sahabat Imam Orthodox (dr. Sitorus Thiozoisu Manalu), Kabid Bimas Kristen Prof. Sumatera Utara (Dr. Hasudungan Simatupang M.Pd), Ketua & seluruh Dewan Dosen Staff STT Paulus, Para undangan Ketua-ketua Sekolah Tinggi Teologi di Medan, dan para orang tua wisudawan. (zato).
Editor : Edy MDNews 01.
Hal itu disampaikan pada saat orasi ilmiah pada Dies Natalis dan Wisuda ke XII Pascasarjana dan Sarjana Sabtu (25/8/2018) di Royal Room Hotel Danau Toba International, Jalan Imam Bonjol Medan.
"Kita semua perlu menjadi pemberi solusi dan jawaban kepada masyarakat awam yang ikut menentukan pemimpin negeri ini untuk tahun 2019-2024. Oleh karena itu Dies Natalis dan Wisuda STT Paulus ke XII bertema : Pemimpin Ideal dengan Sub tema: "Bersama pemimpin yang ideal, Kita mewujudkan Indonesia Sejahtera, merupakan jalan masuk bagi peristiwa besar negeri kita ditahun 2019 mendatang, khususnya bagi masyarakat Kristen sebagai bagian yang tak terpisahkan dari masyarakat Indonesia, "sebut Adolfina.
Pada Orasi Ilmiah Sidang Senat Terbuka STT Paulus Medan, Adolfina mengingatkan agar kita bersyukur kepada Allah Tritunggal yang telah memberikan anugerahNya. Hari ini wisuda ke XII STT Paulus, untuk itu syukur yang sama juga kita panjatkan kepada Tuhan karena dibulan ini Negara kita memasuki usianya yang ke 73 Tahun 2018, kaya pengalaman dan kebanggaan hidup. 2018 merupakan 'tahun sibuk politik'.
Penetrasi politik terjadi pada pertengahan tahun 2018 pada Pilkada dan melaju hingga April 2019 mendatang dalam pemilihan legislator (pileg) dan pemilihan Presiden (Pilpres) secara serentak.
Dies Natalis dan Wisuda ke XII dengan tema : Pemimpin yang Ideal (Keluaran 18:21). Sub tema: bersama pemimpin yang ideal, kita wujudkan Indonesia yang sejahtera.
Dihadapan para wisudawan Adolfina menyebutkan pemimpin dapat menentukan nasib rakyat dan bangsa ini.
"Bisa dapat dibayangkan pemimpin seperti apa yang dapat menentukan nasib rakyat dan bangsa ini jika masih ada jurang yang dalam antara model pemimpin yang dihasilkan dari sebuah pemilu, "ujar Adolfina.
Dipesankan Adolfina kepada para wisudawan: sebagai intelektual perlu memberi solusi kepada masyarakat awam dan memberikan pertimbangan kepada masyarakat memilih pemimpin yang ideal untuk mewujudkan Indonesia yang sejahtera.
"Orasi ini memberikan beberapa pertimbangan edukasi kepada semua wisudawan yang segera masuk dalam kalangan intelektual karena kesarjanaan yang anda peroleh. Demikian juga para pemimpin jemaat, tokoh masyarakat, pemangku kepentingan, orangtua. Kita semua perlu menjadi pemberi solusi dan jawaban kepada masyarakat awam yang ikut menentukan pemimpin negeri ini untuk tahun 2019-2024. Sehubungan dengan itu, tema kita : Pemimpin Ideal dengan Sub team : "Bersama pemimpin yang ideal, Kita mewujudkan Indonesia Sejahtera, merupakan jalan masuk bagi peristiwa besar negeri kita di tahun 2019 mendatang, khususnya bagi masyarakat Kristen sebagai bagian yang tak terpisahkan dari masyarakat Indonesia, "jelas Adolfina.
Adapun jumlah wisudawan yang diwisuda sebanyak 59 orang terdiri dari Program Pasca Sarjana (S2) terdiri dari: Prodi Teologi 5 orang, Prodi PAK 14 org. Sedangkan Program Sarjana (S1) Prodi Teologi 8 orang dan Prodi PAK 32 orang.
Sebelumnya, Ketua STT Paulus, Pater Dr. Chrisostomos Parluhutan Manalu M.Th. MM kepada para wisudawan memberikan sambutannya : 'There is no elevator to success, you have to take the stairs', tidak ada tangga berjalan untuk sukses, engkau harus membuatnya.
Turut hadir dalam acara ini, His Emmenience Metropolitan of Singapore and Southeast Asia Mgr. Konstantinos Tails, Konsulat Negara Timor Laste, Ketua Yayasan Sahabat Imam Orthodox (dr. Sitorus Thiozoisu Manalu), Kabid Bimas Kristen Prof. Sumatera Utara (Dr. Hasudungan Simatupang M.Pd), Ketua & seluruh Dewan Dosen Staff STT Paulus, Para undangan Ketua-ketua Sekolah Tinggi Teologi di Medan, dan para orang tua wisudawan. (zato).
Editor : Edy MDNews 01.
Tags
Pendidikan
