Simalungun, mediadunianews.co - Peristiwa yang sangat menggemparkan bikin heboh warga Huta
lll Nagori Syahkuda Bayu Kecamatan Gunung Malela Kabupaten Simalungun.
Priswanto, tega melemparkan tubuh ringkih Nek Sorni (59) ke arus sungai
hingga hanyut dan tewas mengenaskan. Astaga!
Entah dari mulut siapa pertama kali kabar itu mencuat. Namun pastinya, setelah ibu kandung Priswanto, itu dikabarkan telah hanyut terbawa arus sungai, Minggu (29/07/2018) sekira pukul 4.30 WIB, warga langsung melakukan pencarian. Turut hadir Pangulu serta Dan Ramil 09 Bangun Kapten Inf Salwadi. Babinsa S Silalahi, serta anggota Polsek Bangun dipimpin langsung Kanit Intel Ipda J Situmorang.
Sekira pukul 9.00 WIB, atau kira-kira 4 kilometer menyusuri sungai, proses pencarian membuahkan hasil. Jenasah Nek Sorni ditemukan mengambang di arus sungai yang tenang di kawasan Sukarakyat III Kelurahan Kerasaan I Kecamatan Pematang Bandar Kabupaten Simalungun. Setelah dievakuasi, jenasah dibawa ke rumah duka dan kebumikan selepas Sholat Dzuhur.
Nek Sorni, selama ini diketahui menjalani hidup dengan penuh penderitaan. Selain harus bertarung dengan penyakit kanker payudara yang dideritanya bertahun-tahun, janda anak satu ini juga harus bekerja mati-matian dengan cara serabutan guna memenuhi kebutuhan sehari-hari Priswanto yang mengalami keterbelakangan mental. Belum lagi, ibu kandung Nek Sorni yang sudah jompo.
Terkait kematian Nek Sorni yang dikabarkan karena perbuatan Priswanto, Pangulu Nagori Syahkuda Bayu, Suyetno, menepis kabar itu. Kabar yang sebenarnya kata Suyetno, pagi itu Priswanto justru berteriak meminta bantuan kepada warga. “Mamak kintir….mamak kintir… tolong… tolong,” teriak Priswanto kala itu.
Sesaat kemudian, Suyetno pun dihubungi warga dan segera turun ke lokasi kejadian. “Jadi tidak benar itu. Bukan Priawanto penyebabnya, ”tegas Suyetno.
Priswanto sendiri menurut Suyetno, sempat mengakui bahwa pagi itu diminta Nek Sorni menemaninya mandi ke sungai. Begitu di dekat bondar (bendungan irigasi) Nek Sorni terpeleset lalu masuk ke dalam bondar hingga terseret arus air sungai. Begitu pun, pihak Kepolisian masih tetap melalukan penyelidikan demi memastikan kronologis kejadian yang sesungguhnya. (Feberman Laia).
Editor : Edy MDNews 01.
Entah dari mulut siapa pertama kali kabar itu mencuat. Namun pastinya, setelah ibu kandung Priswanto, itu dikabarkan telah hanyut terbawa arus sungai, Minggu (29/07/2018) sekira pukul 4.30 WIB, warga langsung melakukan pencarian. Turut hadir Pangulu serta Dan Ramil 09 Bangun Kapten Inf Salwadi. Babinsa S Silalahi, serta anggota Polsek Bangun dipimpin langsung Kanit Intel Ipda J Situmorang.
Sekira pukul 9.00 WIB, atau kira-kira 4 kilometer menyusuri sungai, proses pencarian membuahkan hasil. Jenasah Nek Sorni ditemukan mengambang di arus sungai yang tenang di kawasan Sukarakyat III Kelurahan Kerasaan I Kecamatan Pematang Bandar Kabupaten Simalungun. Setelah dievakuasi, jenasah dibawa ke rumah duka dan kebumikan selepas Sholat Dzuhur.
Nek Sorni, selama ini diketahui menjalani hidup dengan penuh penderitaan. Selain harus bertarung dengan penyakit kanker payudara yang dideritanya bertahun-tahun, janda anak satu ini juga harus bekerja mati-matian dengan cara serabutan guna memenuhi kebutuhan sehari-hari Priswanto yang mengalami keterbelakangan mental. Belum lagi, ibu kandung Nek Sorni yang sudah jompo.
Terkait kematian Nek Sorni yang dikabarkan karena perbuatan Priswanto, Pangulu Nagori Syahkuda Bayu, Suyetno, menepis kabar itu. Kabar yang sebenarnya kata Suyetno, pagi itu Priswanto justru berteriak meminta bantuan kepada warga. “Mamak kintir….mamak kintir… tolong… tolong,” teriak Priswanto kala itu.
Sesaat kemudian, Suyetno pun dihubungi warga dan segera turun ke lokasi kejadian. “Jadi tidak benar itu. Bukan Priawanto penyebabnya, ”tegas Suyetno.
Priswanto sendiri menurut Suyetno, sempat mengakui bahwa pagi itu diminta Nek Sorni menemaninya mandi ke sungai. Begitu di dekat bondar (bendungan irigasi) Nek Sorni terpeleset lalu masuk ke dalam bondar hingga terseret arus air sungai. Begitu pun, pihak Kepolisian masih tetap melalukan penyelidikan demi memastikan kronologis kejadian yang sesungguhnya. (Feberman Laia).
Editor : Edy MDNews 01.
Tags
Hukum dan kriminal
