Medan , MDNews - Pengukuhan Pengurus
Besar Jujitsu Indonesia (PBJI) Sumut beberapa hari lalu menambah kuat
pengakuan secara de jure terhadap keberadaan Jujitsu di Sumatera Utara.
Beladiri
asal Tingkok dan berkembang di Jepang ini awalnya sudah dimasuk ke
Sumatera Utara sejak tahun 1938. Ketika itu, Guru Besar Jujitsu Sumatera
Utara, (Alm) Julius Ade Titaley untuk pertama kalinya mempelajari
beladiri tersebut langsung dari seorang tentara Jepang bernama Toshio
Kitada di Kota Tebing Tinggi Sumatera Utara. Hal ini diungkapkan oleh
Guru Besar Jujitsu Sumatera Utara, Ronald Titaley. "Tahun 1938, Julius
Ade Titaley mempelajari Jujitsu dari tentara Jepang di Kota Tebing
Tinggi, "tutur Ronald.
Sedangkan
untuk perguruannya sendiri dibuka pada tahun 1970 dengan nama Medan
Jujitsu Club. Dari sinilah cikal bakal ilmu beladiri Jujitsu berkembang
hingga ke 11 Kabupaten/Kota di Provinsi Sumatera Utara saat ini. Yakni
Medan, Deli Serdang, Binjai, Tapanuli Utara, Madina, Rantau Prapat,
Gunung Sitoli, Nias, Nias Utara, Nias Selatan dan Nias Barat.
Mereka
yang dilantik dalam kepengurusan PBJI Sumut adalah Agustama Apt M.Kes
sebagai Ketua Umum PBJI Sumut, Andy P. Koesno Sebagai Wakil Ketua umum
PBJI Sumut, Ronald Titaley, Ismail Zein, Mansyir Al Hazkiyani dan Aswin
Syahputra sebagai Staf Khusus Ketua Umum, Amri dan Abdi Ridha Sebagai
Sekretaris dan Wakil Sekretaris Umum PBJI Sumut, Iskandarsyah sebagai
Staf Kesekretariatan, Elfin Agustiar Siregar dan M Hafiz sebagi
Bendahara dan Wakil Bendahara Umum PBJI Sumut.
Selain
itu, Dwi Prasetyo sebagai Bidang Organisasi, Syaiful Bahri Nst sebagai
Bidang Pembinaan dan Prestasi, Zulkifli Lubis sebagai Bidang Dana dan
Usaha, Panangaran Ritongan sebagai Bidang Litbang, Rudolf Turnip sebagai
Bidang Umum. Untuk Seksi sendiri, Winduadi, Juanda Nduru dan Rio
Fernando sebagai seksi perwasitan, Andro Titaley, Rafli dan Andre
sebagai seksi Pelatihan, Suharsono, Yudo Pradono dan Irvan Aron Wiya
sebagai Seksi Pertandingan, Bambang Lubis, Prasetiyo dan Suci Anggi
Harun sebagai Bidang Humas serta Birhan S. Pane, Afredo Ade Titaley, M.
Ikhsan Vahendra dan Sudirman sebagai Seksi Silaturahmi.
Sebagai
Ketua Umum PBJI Pusat, Laksdya TNi Dr. Desi Alberth Mamahit M.Sc secara
langsung melantik mereka dan menitipkan pesan agar para pengurus
tersebur bekerja bersungguh-sungguh guna mengembangkan dan memajukan
Jujitsu di Sumatera Utara.
"Saya
melihat potensi atlet Jujitsu di Sumut dan saya berharap para pengurus
bekerja bersungguh-sungguh agar mendapatkan atlet yang siap mengharumkan
Jujitsu di Tingkat Nasional maupun Internasional, "pesan Mamahit.
Sementara
itu, Ketua Umum PBJI Sumut, Agustama menyatakan kesiapannya untuk
mengemban tugas bersama pengurus lainnya dalam memajukan Jujitsu di
Sumatera Utara.
"Kita
tetap berkomunikasi menentukan program selanjutnya, yang jelas kita akan
gali untuk mencari potensi atlet yang dapat mengharumkan nama Jujitsu
di tingkat Nasional dan juga Internasional,"ucap Agustama.
Setelah
pelantikan kepengurusan, PBJI Sumut langsung menyambung kegiatan dengan
pelaksanaan Kejuaraan Daerah Piala Gubernur Sumatera Utara yang diikuti
oleh ratusan atlet dari 11 kabupaten/kota di Sumatera Utara dan
berlangsung hingga pukul 20.00 WIB.
Menariknya,
dalam pertandingan yang terbagi atas 16 Kelas baik dari Kelas Junior
Putra dan Putri maupun Kelas Senior Putra dan Putri serta Kelas Master
bagi blackbelt tersebut boleh memainkan empat teknik yakni teknik
pukulan, teknik tendangan, teknik kuncian dan teknik bantingan saat
bertarung.
Andro Titaley,
salah satu atlet yang bertanding untuk klas Master mengungkapkan
bahwasannya pertandingan Jujitsu ini cukup terlihat keras namum
sebenarnya semuanya menggunakan teknik dan tidak menggunakan otot.
"Jujitsu mengandalkan teknik bukan otot. Yang penting stamina kita dijaga. Jangan bermain dengan emosi juga, "ucap Andro.
Kegiatan
tersebut juga tampak disaksikan oleh Kepala Dinas Pemuda Dan Olahraga
(Dispora) Provinsi Sumut, Baharuddin Siagian dan Ketua KONI Sunut, Jhon
Ismadi Lubis. (Zato).
Editor : Edy MDNews 01.
Tags
Olahraga
