Medan , MDNews - Komisi Pemilihan Umum
(KPU) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) menggelar peluncuran pemilihan
kepala daerah (Pilkada) Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Utara tahun
2018 pada Minggu (8/10/2017) malam.
Peluncuran
ini sekaligus sebagai tanda dimulainya pesta Demokrasi di Sumatera
Utara yang rencanaya akan digelar pada 28 Juni 2018 mendatang bersamaan
dengan pilkada serentak di 8 Kabupaten/Kota di Smut yakni Kabupaten Deli
Serdang, Langkat, Batubara, Padang Lawas (Palas), Padang Lawas Utara
(Paluta), Tapanuli Utara (Taput), Dairi dan Padang Sidempuan.
Sebagai
tuan rumah penyelenggara kegiatan hadir ketua KPU Provinsi Sumut, Mulia
Banuera, Anggota KPU Provinsi Sumut Divisi SDM dan Partisipasi Masyarat
(Parmas), Yulhasni, Anggota KPU Sumut Divisi hukum, Iskandar
Zulkarnain, Anggota KPU Sumut Divisi Teknis, Benget Silitonga, Anggota
KPU Sumut Divisi Data dan Perencana, Nazir Salim serta Sekretaris KPU
Sumut, Abdul Rajab Pasaribu.
Sebagai
tamu, tampak juga hadir Gubernur Sumatera Utara, T. Erry Nuradi ketua
KPU Republik Indonesia, Arief Budiman, Pangdam I/BB, Mayjen TNI Cucu
Soemantri, partai politik yang memiliki perwakilan di Sumut, Ormas,
pimpinan Daerah, stake holder pemilu dan perwakilan KPU provinsi
Se-Indonesia yang berjumlah sekitar 600 undangan.
Gondang
sembilan yang dipukul oleh Ketua KPU RI, Arief Budiman serta komisoner
KPU Sumut menandai peresmian atas peluncuran pemilihan
Gubernur dan Wakil Gubernur Sumut 2018 ini.
Di
sela acara, disampaikan oleh Arief Budiman bahwa pemilu 2018 ini adalah
penting. Selain karena untuk memilih kepala Daerah, anggaran pemilu
yang sangat besar, "untuk pilkada 2018 dianggarakan Rp. 11,4 Milyar. Ini dana yang luar biasa besar, "ungkap Arief.
Untuk itu diperlukan peranan masyarakat dan stake holder dalam mensukseskan pilkada 2018 mendatang, Kesuksesan
pemilukada 2018 di Sumatera Utara juga bisa ditentukan dari tiga hal.
Yakni, personil penyelenggaranya, anggaran dan logistik.
Ditambahkan oleh Arief, bahwa dalam penyelenggaraan, KPU Sumut harus transparansi dan menjaga integritasnya, "Kalau
sudah dimulai pesta Demokrasi ini, mohon kepada pasangan calon jika
ingin ngopi, ngopi barenglah di KPU hingga sampai tahap akhir
pilkada, "himbau Arief.
Ketua
KPU Sumut, Mulia Banuera juga menegaskan bahwa KPU Sumut akan bekerja
secara profesional dan akan menjaga jarak yang sama kepada seluruh
pasangan calon Gubernur Sumut dan Wakil Gubernur Sumut, "jika kami jaga jarak ke satu calon, maka kami juga sama akan menjaga jarak ke calon yang lain, "aku Mulia.
Disampaikan
itu juga oleh Ketua KPU Sumut, Mulia Banuera, bahwa untuk anggaran pilkada
Sumut 2018 menghabiskan dana sebesar Rp. 855 Milyar, "Anggarannya Rp. 855 Milyar, kami baru terima Rp. 352 Milyar dan sisanya pada APBD 2018, "ungkap Mulia.
Dihimbau juga oleh Mulia Banuera bahwa, pesta demokrasi ini harus digunakan oleh masyarakat.
"Sesuai dengan tema pilkada kita, Ayo memilih, suaramu untuk Sumatera Utara, "himbau Mulia. (Zato).
Editor : Edy MDNews 01.
Tags
Politik
