Nias Barat , MDNews - Diduga Kasek SMA Negeri 1 Ulumoroo an. Suciati Telaumbanua
S.Pd, Kecamatan Ulumoroo Kabupaten Nias Barat, melakukan penggelembungan
Siswa TA. 2017. Pungli pada Penyaluran BSM beberapa bulan lalu melalui
Kartu Indonesia Pintar (KIP), dan pelaksanaan (RKB) Ruang Kelas Baru,
sumber dana dari Dinas Pendidikan Provinsi SUMUT, ujar Manase Gulo ,
Soziduhu Gulo, dan Sentosa C Gulo kepada, mediadunianews.co saat Pers melintas di lingkungan Kecamatan Ulumoroo, Kamis 19/10/17, Pukul 10.00 Wib.
Mereka menjelaskan bahwa adapun tindakan yang dilakukan
oleh Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Ulumoroo, adapun yang kami laporkan
kepada pihak penegak hukum terkait dengan Dugaan Korupsi yakni : 1 Pada
pencarian Dana BOS Triwulan satu dan dua, Biaya belanja Buku Siswa dan
Pegangan Guru sebesar Rp. 20.000.000,- sampai sekarang belum terealisasi
dan kami menduga ada penggelembungan siswa sebanyak 7 (tujuh) orang, 2.
Pada saat penyaluran BSM kepada Siswa/i penerima, Kasek melakukan
pemotongan sebesar Rp. 50.000,- dan 100.000,- dan terakhir pada
pelaksanaan kegiatan pembangunan RKB, Kasek belum pernah
disosialisasikan kepada seluruh Guru hanya beberapa oknum Guru saja yang
Pro dengannya, sedangkan pada pelaksanaan kegiatan tersebut kami menduga
ada beberapa item yang tidak sesuai dengan bestek/Gambar salah satunya
material batu pasang yang digunakan untuk Pondasi tidak berkualitas
(batu lunak), belum dipasang pasir urut, perbandingan semen tidak
memakai aturan, "jelasnya.
Mereka berharap kepada Gubernur Sumatera Utara cq. Dinas
Pendidikan Provinsi agar Kepala Sekolah Suciati Telaumbanua, SPd segera
dipanggil dan diperiksa sesuai dengan Hukum yang berlaku di NKRI,
terkait dengan Dugaan penggelembungan yang telah dilakukannya, "harap
pelapor.
Ketika Pers mediadunianews.co mendengar informasi tersebut, pada hari yang sama langsung mendatangi
SMA Negeri 1 Ulumoroo, Kecamatan Ulumoroo Kabupaten Nias, berhasil
ditemui karena Ibu Kasek berada di lokasi, untuk menjumpai Kepala
Sekolah dan konfirmasi terkait informasi tersebut dari beberapa oknum
Guru.
Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Ulumoroo Suciati Telaumbanua
S.Pd, mengatakan semua informasi tersebut tidak benar karena kita
melakukan dengan baik, setelah mendengar berita ini saya sedih atas
tudingan kepada saya, "ujar Kasek dengan nada kesal.
Selanjutnya Kepala Sekolah menjelaskan satu persatu yang
dipersoalkan oleh rekan oknum tersebut Pertama masalah buku, memang
belum dibelanjakan, uang itu masih utuh sedangkan Jona buku di SMA
Negeri 1 Ulumoroo adalah Jona 5 (lima). Kedua penggelembungan Siswa itu
tidak benar kalau tidak percaya boleh di cek, yang penting belum pernah
kita lakukan hal yang demikian. Ketiga informasi tentang bahwasanya
belum disosialisasikan kepada Dewan Guru tentang pembangunan RKB di
sekolah kita, info tersebut juga tidak benar, sedangkan dalam
kepanitiaan semua Guru terlibat dalam pengawasan dan telah diatur jadwal
mereka. ke-empat mengenai batu pasang di Pondasi RKB, Batu Gunung/belah
dan Batu Kali dua duanya bisa dipergunakan yang penting kita pastikan
kualitasnya. Kelima perbandingan semen tidak memakai aturan sudah sesuai
dengan bestek/Gambar dan penyaluran BSM kepada Siswa/i penerima, lebih
jelas ditanyakan langsung kepada orang tua Siswa/i SMA Negeri 1 Ulumoroo
penerima BSM karena kalau saya bilang tidak sepertinya saya membela
diri, "tegasnya Kasek.
Menurut keterangan salah seorang orangtua Siswa/i SMA Negeri 1 Ulumoroo, yang tidak mau menyebutkan namanya kepada mediadunianews.co,
Rabu 19/10/17 pukul 16.00 Wib mengatakan sebenarnya telah saya terima
sesuai dengan jumlah pada SPJ penerimaan BSM tetapi saya kecewa kayaknya
berupa pemotongan yang telah dilakukan kepada kami seluruh orang tua
Siswa/i karena usai kami mengambil dana BSM tersebut mereka meminta
Kepada kami ada yang Rp. 50.000,- dan Rp. 100.000, "katanya.
Menurut pengamatan Persmediadunianews.co
ada benarnya juga informasi tersebut dari beberapa oknum Guru yang
memberikan informasi ini jadi diharapkan kepada Pihak penegak Hukum agar
masalah di SMA Negeri 1 Ulumoroo Kecamatan Ulumoroo Kabupaten Nias
Barat segera ditelusuri, mulai dari dugaan penambahan Siswa/i pada
pencarian Dana BOS TA. 2017, Pengadaan Buku yang hingga kini belum
terealisasi sedangkan sebentar lagi Siswa/i menghadi ujian semester namun
buku belum ada, mengenai Dugaan penyaluran BSM perlu ditelusuri
kebenarannya sedangkan pada pelaksanaan kegiatan RKB, memang betul
dipasang pasir urug dan Batu yang digunakan campur ada batu
Gunung/batu-belah dan Kali sedangkan perbandingan semen juga diduga
tidak sesuai dengan bestek/Gambar. (Beneami Daeli).
Editor : Edy MDNews 01.
Tags
Pendidikan
