Padangsidimpuan , MDNews - Almarhumah Lastiurlan Paskaria Siregar, (38)
Warga jalan Teuku Umar Gang Martabe, Kelurahan Losung, Kecamatan
Padangsidimpuan Selatan, Kota Padangsidimpuan meninggal dunia di Salah
Satu Rumah Sakit Swasta Ternama Dikota Padangsidimpuan diduga karena
lambannya penanganan keluhan sakit yang dirasakan korban pasca operasi
sesar yang dijalaninya. Almarhumah meninggal dunia usai melahirkan anak
ketiganya sekira Pukul 22.00 WIB Selasa (18/07/2017) dirumah Sakit
tersebut.
Dari data sementara yang didapat dari pihak keluarga Ketika Melayat di Rumah duka
meninggalnya Ibu Rumah tangga tersebut, ini diduga kuat akibat lambatnya penanganan cepat emergency pasien pasca melahirkan oleh pihak medis Rumah sakit tersebut ,akibat dugaan riwayat pendarahan hebat usai melahirkan seorang bayi putri di ruang persalinan operasi sesar. Kepergian Lastiurlan Paskaria Siregar sangat menyayat hati pihak keluarga serta kerabat.
Kepada Media ini,Gunawan Pakpahan (37) suami Almarhum menceritakan kronologis kejadiannya adalah anaknya lahir dengan selamat melalui proses operasi sesar pada hari selasa (18/7/2017)sekitar Pukul 18.30 WIB. Namun dia merasa ada Pembiaran dan kelalaian dalam menangani istrinya pasca operasi dimana pendarahan yang berlebihan di bekas operasi dari bekas luka operasi. Hal itu dia rasakan ketika almarhum istrinya masuk ke ruang rawat, istrinya merasakan sakit di seluruh tubuhnya. Pada saat itu Gunawan memanggil suster yang jaga namun dijawab dengan santai kalo itu hal yang biasa terjadi. Sampai 1 jam berlalu sudah berulang kali Gunawan menjumpai para Suster yang sedang jaga di Rumah Sakit tersebut namun jawabannya tetap sama,"bebernya.
"Sampai pada saat kondisi istri saya kritis, Dia sudah sesak napas hebat dan juga kabur melihat orang. Disitu saya meminta oksigen tetapi oksigen di ruangan itu sudah habis, baru setelah itu saya mengangkat oksigen tersebut dari gudang di lantai 1 ke kamar rawat istrinya di lantai 2. Setelah kondisi istri saya kritis begitu barulah dokter datang ke kamar dimana istriku dirawat dan berusah menolongnya, namun istriku tak terselamatkan lagi dan meninggalkan kami semua sekitar Pukul 22.00 WIB," jelasnya sambil menguraikan air mata.
Almarhumah Lastiurlan Paskaria Siregar dikubur di pemakaman umum HKBP pada hari kamis, 20 Juli 2017 setelah melewati prosesi adat dan agama. Almarhumah meninggalkan seorang suami dan 2 orang anak yang dicintai.
Penulis : JHZ.
Editor : Edy MDNews 01
Dari data sementara yang didapat dari pihak keluarga Ketika Melayat di Rumah duka
meninggalnya Ibu Rumah tangga tersebut, ini diduga kuat akibat lambatnya penanganan cepat emergency pasien pasca melahirkan oleh pihak medis Rumah sakit tersebut ,akibat dugaan riwayat pendarahan hebat usai melahirkan seorang bayi putri di ruang persalinan operasi sesar. Kepergian Lastiurlan Paskaria Siregar sangat menyayat hati pihak keluarga serta kerabat.
Kepada Media ini,Gunawan Pakpahan (37) suami Almarhum menceritakan kronologis kejadiannya adalah anaknya lahir dengan selamat melalui proses operasi sesar pada hari selasa (18/7/2017)sekitar Pukul 18.30 WIB. Namun dia merasa ada Pembiaran dan kelalaian dalam menangani istrinya pasca operasi dimana pendarahan yang berlebihan di bekas operasi dari bekas luka operasi. Hal itu dia rasakan ketika almarhum istrinya masuk ke ruang rawat, istrinya merasakan sakit di seluruh tubuhnya. Pada saat itu Gunawan memanggil suster yang jaga namun dijawab dengan santai kalo itu hal yang biasa terjadi. Sampai 1 jam berlalu sudah berulang kali Gunawan menjumpai para Suster yang sedang jaga di Rumah Sakit tersebut namun jawabannya tetap sama,"bebernya.
"Sampai pada saat kondisi istri saya kritis, Dia sudah sesak napas hebat dan juga kabur melihat orang. Disitu saya meminta oksigen tetapi oksigen di ruangan itu sudah habis, baru setelah itu saya mengangkat oksigen tersebut dari gudang di lantai 1 ke kamar rawat istrinya di lantai 2. Setelah kondisi istri saya kritis begitu barulah dokter datang ke kamar dimana istriku dirawat dan berusah menolongnya, namun istriku tak terselamatkan lagi dan meninggalkan kami semua sekitar Pukul 22.00 WIB," jelasnya sambil menguraikan air mata.
Almarhumah Lastiurlan Paskaria Siregar dikubur di pemakaman umum HKBP pada hari kamis, 20 Juli 2017 setelah melewati prosesi adat dan agama. Almarhumah meninggalkan seorang suami dan 2 orang anak yang dicintai.
Penulis : JHZ.
Editor : Edy MDNews 01
Tags
Kesehatan
