Medan , MDNews - Anggota
Dewan Pendidikan Sumut Prof H Aldwin Surya, SE, MPd, PhD, yang tampil
bicara membawa materi "Peran Dewan Pendidikan Sumut Menguatkan Sistem
Pendidikan di Sumut Pasca-Pengalihan SMA-SMK ke Provinsi sesuai UU No 23
tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah", memastikan, kelembagaannya
fokus dan aktif pada kemajuan dan kecerdasan peserta didik.
Membuka
kesempatan merata mengikuti jenjang pendidikan mulai pra sekolah, SD,
SDIb, SMP Sederajat hingga SMA/MA. Selain kepada peserta didik, peran
Dewan Pendidikan Sumut juga disebutnya fokus mengayomi Guru, Kepsek dan
Pengawas Sekolah. "Dasar Pembentukan Dewan Pendidikan adalah PP No 17
tahun 2010. Kami menjalankan peran pada jenjang pendidikan menengah SMA,
MAN, pendidikan menengah pertama, Pendidikan dasar SD serta pra
sekolah," ungkapnya.
Aldwin Surya menegaskan, aktivitas Dewan Pendidikan Sumut meliputi ; supporting (dukungan), memfasilitasi, pengawasan dan evaluasi. Dengan jumlah anggota Dewan Pendidikan Sumut sebanyak 13 orang, Aldwin menyatakan kesemuanya berasal dari berbagai instansi pemerintah dan swasta. Memiliki ragam keilmuan, pengetahuan, pengalaman, kepangkatan, jabatan, akademik serta berkomitmen tinggi memberikan kontribusi kepada pendidikan khususnya di Sumut. "Setidaknya ada 7 masalah penting yang perlu diperhatikan pasca-pengalihan SMA/SMK ke Provinsi," terang Aldwin Surya.
Aldwin Surya menegaskan, aktivitas Dewan Pendidikan Sumut meliputi ; supporting (dukungan), memfasilitasi, pengawasan dan evaluasi. Dengan jumlah anggota Dewan Pendidikan Sumut sebanyak 13 orang, Aldwin menyatakan kesemuanya berasal dari berbagai instansi pemerintah dan swasta. Memiliki ragam keilmuan, pengetahuan, pengalaman, kepangkatan, jabatan, akademik serta berkomitmen tinggi memberikan kontribusi kepada pendidikan khususnya di Sumut. "Setidaknya ada 7 masalah penting yang perlu diperhatikan pasca-pengalihan SMA/SMK ke Provinsi," terang Aldwin Surya.
Tujuh Masalah
Dia merinci ke-7 masalah tersebut meliputi, pertama,angka
kredit untuk naik pangkat. Kecukupan angka kredit diyakininya sebagai
syarat naik pangkat/golongan lebih tinggi sehingga dapat mendorong
peningkatan pendapatan guru. Kedua,keseimbangan
jumlah guru. Menurut Aldwin, setiap sekolah wajib mempersiapkan jumlah
guru memadai supaya tidak ada kekosongan guru atau kelebihan guru pada
semua sekolah di kab/kota Sumut. Ketiga, penyesuaian tugas dan tanggungjawab Dinas Pendidikan Sumut pasca-pengalihan SMA/SMK. Keempat, penyesuaian guru non ASN/PNS di SMA/SMK. Kelima, kebijakan mutasi guru dan Kepsek oleh Pemkab/Pemko jadi tugas/tanggungjawab Pemprovsu. Keenam, status
sekolah unggulan yang dibina kab/kota, sumber dana pemerintah dan
pembangunan gedung-gedung baru juga belum didukung SDM. Ketujuh, perlu
pemberian tunjangan insentif oleh Pemkab/Pemko untuk para guru, Kepsek
dan Pengawas sekolah. "Terhadap 7 masalah yang dihadapi Guru, Kepsek dan
Pengawas Sekolah, Dewan Pendidikan Sumut ikut melakukan pemantauan
serius. Memberi dukungan dan jika dibutuhkan menyampaikan saran kepada
Gubsu, Bupati/Walikota bahkan Kadis Pendidikan Sumut atau Kab/Kota,"
tegas Aldwin. Terakhir Aldwin menyimpulkan, Dewan Pendidikan Sumut juga
melakukan evaluasi berkala atas pelaksanaan pendidikan jenjang SMA, SMP,
SD Sederajat serta pra sekolah. "Tiap tahun kita beri laporan dan
analisis kepada Gubsu agar dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan
mengambil keputusan untuk memajukan pendidikan di Sumut," tutupnya.
Sebelumnya,
penceramah yang pertama bicara adalah Joster Manalu, STh, guru honor
SMAN I Medan dan Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Sumut
Drs Abdul Rahman Siregar. Panel Diskusi Bedah Sumut bertajuk pengalihan
SMA/SMK Negeri ke Provinsi itu dipimpin Ketua KAJI Unit DPRD Sumut
Budiman Pardede, S.Sos selaku Moderator. Digelar bersamaan saat acara
pelantikan pengurus Komunitas Aksi Jurnalis Independen (KAJI) Unit DPRD
Sumut, Sabtu sore (20/5/2017) di Aula Martabe kantor Gubsu Jalan
Diponegoro Medan. Panel Diskusi dihadiri 8 penceramah Bedah Sumut
diantaranya: Drs Shohibul Anshor Siregar, MSi (Pemerhati Pendidikan),
Drs Hasan Basri, MM (Kadis Pendidikan Medan), Prof H Aldwin Surya, SE,
MPd, PhD (Dewan Pendidikan Sumut), James Siagian (Dinas Pendidikan
Sumut), Drs Abdul Rahman Siregar (Ketua PGRI Sumut), Wakil Ketua Komisi A
DPRD Sumut H Syamsul Qodri Marpaung, Lc (mewakili Ketua DPRD Sumut),
Joster Manalu, STh (Guru Honor SMAN I Medan) serta pembanding Yonge LV
Sihombing, SE, MBA. (Zato/Deta)
Editor : Edy MDNews 01
Tags
Pendidikan
